Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Teorema ketunggalan Alexandrov

Teorema ketunggalan Alexandrov merupakan teorema kekakuan dalam matematika, yang menjelaskan polihedron cembung berdimensi tiga melibatkan jarak antar titik pada permukaannya. Teorema ini menyiratkan bahwa polihedron cembung dengan jarak yang berbeda satu sama lain juga mempunyai ruang metrik berbeda dari jarak permukaan, dan polihedron tersebut menggambarkan ruang metrik yang berasal dari jarak permukaan polihedron. Teorema ini dinamai dari seorang matematikawan bernama Aleksandr Danilovich Aleksandrov, yang diterbitkan pada tahun 1940-an.

teorema kekakuan dalam matematika
Diperbarui 3 Juni 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Polihedron yang ditentukan berdasarkan jarak permukaanTemplat:SHORTDESC:Polihedron yang ditentukan berdasarkan jarak permukaan

Teorema ketunggalan Alexandrov merupakan teorema kekakuan dalam matematika, yang menjelaskan polihedron cembung berdimensi tiga melibatkan jarak antar titik pada permukaannya. Teorema ini menyiratkan bahwa polihedron cembung dengan jarak yang berbeda satu sama lain juga mempunyai ruang metrik berbeda dari jarak permukaan, dan polihedron tersebut menggambarkan ruang metrik yang berasal dari jarak permukaan polihedron. Teorema ini dinamai dari seorang matematikawan bernama Aleksandr Danilovich Aleksandrov, yang diterbitkan pada tahun 1940-an.[1][2][3]

Pernyataan teorema

Permukaan dari sebuah polihedron cembung dalam ruang Euklides membentuk sebuah ruang metrik, dengan jarak antara dua titik diukur melalui jarak dari lintasan terpanjang dari satu titik ke titik lain di sepanjang permukaan. Dalam lintasan yang paling terpendek, jarak antara pasangan titik sama dengan jarak antara titik yang berpadanan pada sebuah ruas garis dengan jarak yang sama. Lintasan dengan sifat tersebut dikenal sebagai geodesik. Sifat permukaan polihedron ini yang mengatakan bahwa setiap pasangan titik dihubungkan melalui sebuah geodesik, tidaklah benar untuk banyak ruang metrik lain; dan jika hal tersebut benar, maka ruang itu disebut ruang geodesik. Ruang geodesik dibentuk dari permukaan polihedron yang disebut sebagai pengembangan.[3]

Empat heksagon beraturan dapat dilipat dan direkatkan hingga membentuk permukaan oktahedron beraturan.[4] Pada contoh gambar tersebut, titik sudut dari heksagon tidak berada di rusuk oktahedron. Pola penempelan yang sama juga dapat menghasilkan polihedron tak cembung dengan 24 muka berbentuk segitiga.[5]

Polihedron dapat dianggap sebagai sesuatu yang dilipat melalui selembar kertas (jaring dalam polihedron) dan mewarisi geometri yang sama seperti kertas: untuk setiap titik p dalam muka polihedron, terdapat lingkungan terbuka p yang akan mempunyai jarak yang sama sebagai subhimpunan dari bidang Euklides. Pernyataan ini bahkan benar untuk titik di rusuk polihedron: setiap titik p di dalam muka polihedron dapat dimodelkan secara lokal sebagai bidang Euklides yang dilipat di sepanjang garis dan dibenamkan ke dalam ruang dimensi tiga, tetapi lipatannya tidak mengubah struktur lintasan terpendek di sepanjang permukaan. Akan tetapi, titik sudut polihedron mempunyai struktur jarak yang berbeda: geometri lokal dari polihedron titik sudut sama saja dengan geometri lokal pada puncak kerucut. Setiap kerucut dapat dibentuk melalui sebuah lembaran kertas yang datar dengan irisan yang dilepaskan darinya dengan menempelkan ujung-ujung yang terpotong ke tempat dimana irisannya dilepas. Sudut irisan kerucut yang dilepas disebut cacat sudut titik sudut; sudutnya merupakan bilangan positif yang kurang dari 2π. Cacat sudut dari titik sudut polihedron dapat diukur dengan mengurangi sudut muka pada titik sudut 2π. Sebagai contoh, dalam sebuah tetrahedron beraturan, setiap muka sudut bernilai π3, dan masing-masing titik sudut ada tiga, sehingga dengan menguranginya dari 2π memberikan cacat sudut sebesar π di setiap empat titik sudut pada tetrahedron beraturan. Mirip dengan contoh sebelumnya, sebuah kubus mempunyai cacat sudut π2 di setiap delapan titik sudut pada kubus. Teorema Descartes tentang cacat sudut total (yang merupakan bentuk dari teorema Gauss–Bonnet) mengatakan bahwa jumlah cacat sudut dari semua titik sudut selalu tepat bernilai 4π. Singkatnya, pengembangan polihedron cembung disebut geodesik, homeomorfik (ekuivalen secara topologi) menjadi sebuah bola, dan manifold topologi terkecuali untuk jumlah titik kerucut terhingga yang jumlah sudut cacatnya bernilai 4π.[3]

Teorema Alexandrov memberikan gambaran umum tentang penjelasan berikut: Jika sebuah ruang metrik (X, d) adalah geodesik, homeomorfik ke bola, dan merupakan manifold topologi kecuali jumlah titik kerucut terhingga dari cacat sudut positif (yang dijumlahkan menjadi 4π), maka ada polihedron cembung yang pengembangannya merupakan ruang metrik (X, d). Terlebih lagi, polihedron ini didefinisikan secara khusus melalui metrik: setiap dua polihedron cembung dengan metrik permukaan yang sama harus kongruen dengan satu sama lain sebagai himpunan berdimensi tiga.[3]

Keterbatasan

Dua lembar persegi bergabung di sepanjang sisinya, membentuk polihedron datar degenerasi, dengan empat titik cacat sudut π di keempat ujungnya. Hasilnya dapat diisi tanpa adanya peregangan mejadi bentuk yang tak cembung, sehingga menjadikan bentuk ujungnya seperti kerucut semakin terlihat.

Polihedron yang mewakili ruang metrik yang diberikan dapat mengalami kemerosotan. Polihedron ini dapat membentuk sebuah poligon cembung berdimensi dua tertutup ganda (yaitu dihedron) dan bukan polihedron berdimensi tiga penuh. Pada kasus ini, metrik permukaannya terdiri dari dua salinan poligon (dua rusuknya) direkatkan di sepanjang rusuk yang berpadanan.[3][6]

Ikosahedron beraturan mempunyai metrik permukaan yang sama seperti deltahedron takcembung, yang salah satu dari lima limas segitiga didorong ke dalam
Polihedron non-cembung yang dihasilkan dengan menempelkan kubus dengan enam limas persegi, sehingga mukanya berjumlahkan 24. Polihedon tersebut memiliki geometri permukaan yang sama seperti oktahedron beraturan

Walaupun teorema Alexandrov mengatakan bahwa terdapat polihedron cembung tunggal yang permukaannya mempunyai metrik tertentu, teorema ini juga dapat mengatakan untuk terdapat polihedron takcembung dengan metrik yang sama. Contohnya seperti ikosahedron beraturan: jika ada lima segitiga darinya dihilangkan dan diganti dengan lima segitiga kongruen yang membentuk lekukan pada polihedron tersebut, maka hasil metrik permukaannya tetap tidak berubah.[7] Contoh tersebut menggunakan garis lipatan yang sama untuk polihedron cembung dan tidak cembung, tetapi tidak sepenuhnya benar. Sebagai contoh, permukaan oktahedron beraturan dapat dilipat lagi di sepanjang garis lipatan yang berbeda menjadi sebuah polihedron tidak cembung yang memiliki 24 muka segitiga sama sisi. Polihedron tersebut merupakan salah satu contoh Kleetop yang dihasilkan dengan menempelkan limas persegi pada tiap-tiap muka persegi pada kubus. Enam segitiga yang bertemu di tiap titik sudut lainnya dimasukkan dengan cara melipat ulang tersebut, sehingga memiliki nol cacat sudut dan tetapi Euklides lokal. Pada gambar sebuah oktahedron yang dilipat dari enam heksagon, 24 segeitiga tersebut dihasilkan dengan membagi tiap-tiap heksagon menjadi enam segitiga.[5]

Pengembangan suatu polihedron dapat dinyatakan secara konkret melalui kumpulan dari poligon berdimensi dua yang direkatkan di sepanjang rusuknya agar membentuk ruang metrik, dan syarat-syarat teorema Alexandrov mengenai ruang yang dinyatakan dengan cara ini dapat diperiksa dengan mudah. Akan tetapi, rusuk-rusuknya untuk dua poligon yang direkatkan dapat menjadi datar dan berada di dalam muka polihedron yang dihasilkan, bukan berada di rusuk polihedron. (Contoh mengenai penjelasan ini dapat dilihat ilustrasi mengenai empat heksagon yang ditempel membentuk sebuah oktahedron.) Bahkan ketika pengembangan dijelaskan dengan cara di atas, hal tersebut tidak dapat menjelaskan bentuk polihedron yang dihasilkan, bentuk muka apakah yang dimiliki, atau bahkan berapa banyak mukanya yang dimiliki. Bukti asli Alexandrov tidak merujuk ke sebuah algoritma yang membangun polihedron (misalnya dengan memberikan koordinat untuk titik sudutnya) yang membentuk ruang metrik yang diberikan. Pada tahun 2008, Bobenko dan Izmestiev menyediakan algoritma[8] yang dapat mengaproksimasi koordinat dengan akurat dan sembarang dalam waktu polinomial semu.[9]

Hasil yang berkaitan

Salah satu teorema keunikan dan keberadaan pertama kalinya mengenai polihedron cembung adalah teorema Cauchy. Teorema ini mengatakan bahwa sebuah polihedron cembung dinyatakan secara khusus sebagai bentuk dan keterhubungan dari mukanya. Teorema Alexandrov memperkuat pernyataan ini dengan memperlihatkan bahkan jika mukanya dapat dibengkokkan atau dilipat, tanpa perekatan ataupun penyusutan, keterhubungannya tetap menyatakan bentuk polihedron. Selanjutnya, bagian teorema Alexandrov tentang keberadaan polihedron yang memperkuat teorema Cauchy mengenai kekakuan infinitesimal dibuktikan oleh Max Dehn.[3]

Hasil yang serupa mengenai teorema Alexandrov berlaku untuk permukaan cembung mulus, yang mengatakan bahwa sebuah manifold Riemann berdimensi dua, yang seluruh kurva Gauss adalah positif dan totalnya bernilai 4π, dapat diwakili secara khusus sebagai permukaan benda cembung mulus dalam dimensi tiga. Ketunggalan representasi ini merupakan hasil percobaan dari Stephan Cohn-Vossen pada tahun 1927, dengan setiap syarat keberaturan pada permukannya dihilangkan dalam penelitian selanjutnya. Keberadaannya dibuktikan oleh Alexandrov melalui sebuah argumen yang melibatkan limit dari metrik polihedron.[10] Aleksei Pogorelov menyamaratakan kedua hasil tersebut, dan menggambarkan pengembangan benda cembung sembarang dalam dimensi tiga.[3]

Hasil terkait dari Pogorelov lainnya mengenai ruang metrik geodesik yang berasal dari polihedron cembung adalah versi dari teorema tiga geodesik. Teorema ini mengatakan bahwa setiap polihedron cembung setidaknya memiliki tiga kuasigeodesik tertutup sederhana. Kuasigeodesik tersebut berupa kurva yang pada dasarnya merupakan garis lurus lokal kecuali bila melewati titik sudut, dengan kurva-kurvanya harus memiliki sudut kurang dari π pada kedua sisinya.[11]

Pengembangan polihedron hiperbolik ideal dapat digambarkan sebagai polihedron cembung Euklides dalam cara yang serupa: setiap manifold berdimensi dua dengan geometri hiperbolik seragam dan luas yang terhingga, yang secara kombinatorik ekuivalen dengan bola terlubang-hingga, dapat diperoleh sebagai permukaan polihedron ideal.[12]

Rujukan

  1. ↑ Senechal menuliskan pada tahun 1941, sedangkan O'Rourke menuliskan pada tahun 1948. Lihat: Senechal, Marjorie (2013), Shaping Space: Exploring Polyhedra in Nature, Art, and the Geometrical Imagination, Springer, hlm. 62, ISBN 9780387927145. O’Rourke, Joseph (2011), How to Fold It: The Mathematics of Linkages, Origami and Polyhedra, Cambridge University Press, hlm. 134, ISBN 9781139498548.
  2. ↑ Alexandrov, A. D. (2006), Convex Polyhedra, Springer Monographs in Mathematics, Springer, ISBN 9783540263401. Diterjemahkan dalam bahasa Inggris oleh N. S. Dairbekov, S. S. Kutateladze, dan A. B. Sossinsky. Bagian ketunggalan dari teoremanya diulas di Bab 3, dan bagian keberadaannya diulas di Bab 4.
  3. 1 2 3 4 5 6 7 Connelly, Robert (March 2006), "Convex Polyhedra by A. D. Alexandrov" (PDF), SIAM Review, 48 (1): 157–160, doi:10.1137/SIREAD000048000001000149000001, JSTOR 204537, diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2017-08-30
  4. ↑ Khramtcova, Elena; Langerman, Stefan (2017), "Which convex polyhedra can be made by gluing regular hexagons?", Abstracts of the 20th Japan Conference on Discrete and Computational Geometry, Graphs, and Games (PDF), hlm. 63–64, diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2017-09-12, diakses tanggal 2018-02-27
  5. 1 2 Rus, Jacob (2017), "Flowsnake Earth", dalam Swart, David; Séquin, Carlo H.; Fenyvesi, Kristóf (ed.), Proceedings of Bridges 2017: Mathematics, Art, Music, Architecture, Education, Culture, Phoenix, Arizona: Tessellations Publishing, hlm. 237–244, ISBN 978-1-938664-22-9
  6. ↑ O'Rourke, Joseph (2010), On flat polyhedra deriving from Alexandrov's theorem, arXiv:1007.2016, Bibcode:2010arXiv1007.2016O
  7. ↑ Hartshorne, Robin (2000), "Example 44.2.3, the "punched-in icosahedron"", Geometry: Euclid and beyond, Undergraduate Texts in Mathematics, Springer-Verlag, New York, hlm. 442, doi:10.1007/978-0-387-22676-7, ISBN 0-387-98650-2, MR 1761093.
  8. ↑ Bobenko, Alexander I.; Izmestiev, Ivan (2008), "Alexandrov's theorem, weighted Delaunay triangulations, and mixed volumes", Annales de l'Institut Fourier, 58 (2): 447–505, arXiv:math/0609447, doi:10.5802/aif.2358, MR 2410380, S2CID 14879349
  9. ↑ Kane, Daniel; Price, Gregory N.; Demaine, Erik D. (2009), "A pseudopolynomial algorithm for Alexandrov's theorem", dalam Dehne, Frank; Gavrilova, Marina; Sack, Jörg-Rüdiger; Tóth, Csaba D. (ed.), Algorithms and data structures. 11th International Symposium, WADS 2009, Banff, Canada, August 21–23, 2009, Proceedings, Lecture Notes in Computer Science, vol. 5664, Berlin: Springer, hlm. 435–446, arXiv:0812.5030, doi:10.1007/978-3-642-03367-4_38, ISBN 978-3-642-03366-7, MR 2550627, S2CID 453313
  10. ↑ Guan, Pengfei; Li, Yan Yan (1994), "The Weyl problem with nonnegative Gauss curvature", Journal of Differential Geometry, 39 (2): 331–342, MR 1267893
  11. ↑ Pogorelov, Aleksei V. (1949), "Quasi-geodesic lines on a convex surface", Matematicheskii Sbornik (dalam bahasa Rusia), 25 (62): 275–306, MR 0031767
  12. ↑ Springborn, Boris (2020), "Ideal hyperbolic polyhedra and discrete uniformization", Discrete & Computational Geometry, 64 (1): 63–108, doi:10.1007/s00454-019-00132-8, MR 4110530, S2CID 203035718
  • l
  • b
  • s
Matematika tentang lipatan kertas
Lipatan datar
  • Aksioma Huzita–Hatori
  • Lema besar-kecil-besar
  • Lipatan peta
  • Masalah lipatan serbet
  • Origami tanah murni
  • Pola lipatan
  • Sistem Yoshizawa–Randlett
  • Teorema Kawasaki
  • Teorema Maekawa
Lipatan strip
  • Barisan lipatan kertas beraturan
  • Fleksagon
  • Kurva naga
  • Pita Möbius
Struktur 3 dimensi
  • Lentera Schwarz
  • Lipatan Miura
  • Masalah tas kertas
  • Origami kaku
  • Origami modular
  • Sonobe
  • Tekukan Yoshimura
Polihedron
  • Jaring
  • Pemekaran
  • Teorema ketunggalan Alexandrov
  • Polihedron fleksibel (Oktahedron Bricard, Polihedron Steffen)
  • Source unfolding
  • Star unfolding
Macam-macam
  • Metode Lill
  • Teorema melipat dan memotong
Terbitan
  • Geometric Exercises in Paper Folding
  • Geometric Folding Algorithms
  • A History of Folding in Mathematics
  • Origami Polyhedra Design
  • Origamics
Tokoh
  • Roger C. Alperin
  • Margherita Piazzola Beloch
  • Robert Connelly
  • Erik Demaine
  • Martin Demaine
  • Rona Gurkewitz
  • David A. Huffman
  • Tom Hull
  • Kôdi Husimi
  • Humiaki Huzita
  • Toshikazu Kawasaki
  • Robert J. Lang
  • Anna Lubiw
  • Jun Maekawa
  • Kōryō Miura
  • Joseph O'Rourke
  • Tomohiro Tachi
  • Eve Torrence

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Pernyataan teorema
  2. Keterbatasan
  3. Hasil yang berkaitan
  4. Rujukan

Artikel Terkait

Matematika

kajian struktur objek abstrak seperti angka, ruang, fungsi dan hubungan

Sejarah matematika

Asal Muasal Ilmu Matematika.

Keketatan matematika

diterjemahkan sebagai 'kaku' atau 'kekakuan'. Keketatan matematika sering dimaksudkan sebagai standar emas pembuktian matematika. Keketatan matematika memiliki sejarah

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026