Telaga Said merupakan salah satu desa yang ada di kecamatan Sei Lepan, kabupaten Langkat, provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Lokasi ini dikenal sebagai tempat di mana minyak bumi pertama kali ditemukan di Indonesia pada zaman Hindia Belanda.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Telaga Said | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Sumatera Utara | ||||
| Kabupaten | Langkat | ||||
| Kecamatan | Sei Lepan | ||||
| Kode pos | 20773 | ||||
| Kode Kemendagri | 12.05.17.2006 | ||||
| Luas | ... km² | ||||
| Jumlah penduduk | ... jiwa | ||||
| Kepadatan | ... jiwa/km² | ||||
| |||||
Telaga Said merupakan salah satu desa yang ada di kecamatan Sei Lepan, kabupaten Langkat, provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Lokasi ini dikenal sebagai tempat di mana minyak bumi pertama kali ditemukan di Indonesia pada zaman Hindia Belanda.[1]
Penemuan ini berawal pada tahun 1880 saat Aeilko Jans Zijker, seorang ahli perkebunan tembakau pada Deli Tobacco Maatschappij, yang baru saja pindah dari Jawa ke Sumatera Timur menemukan sumur minyak bumi di Telaga Tunggal. Saat melakukan inspeksi, ia menemukan lokasi dengan genangan air bercampur minyak bumi. Sampel dari lokasi tersebut kemudian dibawa ke Batavia untuk dianalisis secara kimia. Hasilnya, sampel dari daerah tersebut memiliki kandungan minyak sebesar 59 %.[1][2]