Taufik Hidayat adalah mantan atlet bulu tangkis tunggal putra Indonesia yang meraih emas Olimpiade 2004 mengalahkan Shon Seung-mo dari Korea Selatan di babak final, dan Kejuaraan Dunia 2005. Selain itu, ia juga juara Pesta Olahraga Asia 2002 dan 2006. Saat ini, Taufik menjabat sebagai Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Taufik Hidayat | |
|---|---|
| Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga ke-2 | |
| Mulai menjabat 21 Oktober 2024 | |
| Presiden | Prabowo Subianto |
| Menteri |
|
| Informasi pribadi | |
| Negara | Indonesia |
| Lahir | 10 Agustus 1981 Margamulya, Pangalengan, Bandung, Indonesia |
| Tinggi | 176 cm (5 ft 9 in) |
| Berat | 65 kg (143 pon) (143 pon) |
| Pegangan | Kanan |
| Pelatih | Mulyo Handoyo |
| Pasangan | Ami Gumelar (m. 2006) |
| Tunggal putra | |
| Rekor karier | 413 menang, 138 kalah |
| Peringkat tertinggi | 1 (24 Agustus 2000[1]) |
Rekam medali | |
Taufik Hidayat (lahir 10 Agustus 1981) adalah mantan atlet bulu tangkis tunggal putra Indonesia yang meraih emas Olimpiade 2004 mengalahkan Shon Seung-mo dari Korea Selatan di babak final, dan Kejuaraan Dunia 2005. Selain itu, ia juga juara Pesta Olahraga Asia 2002 dan 2006. Saat ini, Taufik menjabat sebagai Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga.
Pada 30 Januari 2009, Taufik mundur dari Pelatnas Cipayung, Setelah itu ia menjadi pemain profesional. Pada November 2012, Taufik membangun sebuah pusat pelatihan bulu tangkis yang bernama Taufik Hidayat Arena (THA), berlokasi di Ciracas, Jakarta Timur. Taufik juga kerap memberi kritik performa timnas, utamanya dari sektor tunggal putra.
Ia telah enam kali menjuarai Indonesia Terbuka: 1999, 2000, 2002, 2003, 2004, dan 2006.
Saat masih muda, ia bergabung dengan klub SGS, klub bulu tangkis di Bandung,Tempat ia berlatih di bawah bimbingan Iie Sumirat.
Pada usia 17 tahun ia memenangkan Brunei Terbuka dan mencapai semifinal Kejuaraan Asia 1998 dan Indonesia Terbuka. Pada tahun 1999, Taufik meraih gelar Indonesia Terbuka pertamanya. Pada tahun yang sama ia juga mencapai final All England dan Singapura Terbuka tetapi kalah di final dari rival beratnya Peter Gade dan seniornya di tim nasional Hariyanto Arbi.
Taufik meraih peringkat nomor satu dunia saat ia masih berusia 19 tahun pada tahun 2000 setelah menjuarai Malaysia Terbuka, Kejuaraan Asia, Indonesia Terbuka dan sekali lagi menjadi runner-up All England dimana ia dikalahkan oleh pemain Tiongkok, Xia Xuanze.
Taufik mengikuti kompetisi tunggal putra pada Olimpiade Musim Panas 2000 di Sydney. Di Olimpiade pertamanya, Ia tersingkir di perempat final oleh Ji Xinpeng dari Tiongkok.[2]
| Babak | Lawan | Skor | Hasil |
|---|---|---|---|
| Babak 64 besar | – | – | Bye |
| Babak 32 besar | 15–5, 14–17, 15–8 | Menang | |
| Babak 16 besar | 15–9, 13–15, 15–3 | Menang | |
| Perempat final | 12–15, 5–15 | Kalah |
Taufik memenangkan medali emas tunggal putra di Olimpiade Musim Panas 2004 dengan mengalahkan Hidetaka Yamada dari Jepang dan Wong Choong Hann dari Malaysia di dua putaran pertama. Taufik mengalahkan Peter Gade dari Denmark 15–12, 15–12 di perempat final dan Boonsak Ponsana dari Thailand 15–9, 15–2 di semifinal. Bermain dalam pertandingan perebutan medali emas, Dia mengalahkan Shon Seung-mo dari Korea Selatan 15–8, 15–7 di final untuk memenangkan medali emas.
| Olimpiade 2004 – Tunggal Putra | ||||
|---|---|---|---|---|
| Babak | Lawan | Skor | Hasil | |
| Babak 32 besar | 15–8, 15–10 | Menang | ||
| Babak 16 besar | 11–15, 15–7, 15–9 | Menang | ||
| Perempat final | 15–12, 15–12 | Menang | ||
| Semifinal | 15–9, 15–2 | Menang | ||
| Final | 15–8, 15–7 | |||
Pada tahun yang sama, Taufik berhasil mempertahankan gelar Indonesia Terbuka dengan mengalahkan Chen Hong 15–9, 15–3 di final dan meraih gelar Kejuaraan Asia keduanya.[3]
Pada bulan Agustus 2005, ia memenangkan gelar tunggal putra di Kejuaraan Dunia dengan mengalahkan peringkat satu dunia Lin Dan dari Tiongkok 15–3, 15–7 di final. Dengan gelar tersebut, ia menjadi pemain tunggal putra pertama yang menyandang gelar Olimpiade dan Kejuaraan Dunia secara berturut-turut.[4]
Taufik meraih medali emas tunggal putra Pesta Olahraga Asia 2006 di Doha. Ia juga memenangkan Kejuaraan Asia 2007, dan medali emas tunggal putra Pesta Olahraga Asia Tenggara 2007 di Nakhon Ratchasima.[5]
Taufik berkompetisi di Olimpiade Musim Panas 2008 tetapi ia tersingkir di babak kedua oleh Wong Choong Hann dari Malaysia.[6]
| Babak | Lawan | Skor | Hasil |
|---|---|---|---|
| Babak pertama | - | - | Bye |
| Babak kedua | 19–21, 16–21 | Kalah |
Untuk keempat kalinya, Taufik mengikuti Olimpiade Musim Panas. Taufik berkompetisi di Olimpiade Musim Panas 2012 tetapi ia tersingkir di babak 16 besar oleh Lin Dan dari Tiongkok.
| Babak | Lawan | Skor | Hasil |
|---|---|---|---|
| Babak Grup | 21–8, 21–8 | Menang | |
| Babak Grup | 22–20, 21–11 | Menang | |
| Babak 16 besar | 9–21, 12–21 | Kalah |
Media populer terkadang fokus pada persaingan yang dirasakan antara Taufik dan pemain Tiongkok Lin Dan, menyebut keduanya sebagai "saingan berat".[7][8][9] Ini terakhir kalinya Taufik mengikuti Olimpiade Musim Panas.
Taufik resmi mengakhiri karier sebagai pebulutangkis profesional pada tanggal 12 Juni 2013. Taufik gantung raket dengan kekalahan di babak pertama ajang Indonesia Terbuka 2013 di Istora Senayan.[10]
Taufik mencatatkan namanya sebagai pemain tunggal putra dengan pukulan smash tercepat yang mencapai 305 km/jam pada Kejuaraan Dunia 2006 di Madrid, Spanyol.[11] Ia juga dikenal dengan pukulan backhand smash tercepat yang mencapai 206 km/jam,[12] banyak pemain lain yang mencoba untuk melakukan hal tersebut, tetapi belum ada yang sebaik Taufik. Taufik juga dapat melakukan pukulan drop shot dan permainan net dengan baik.
Piala Thomas (2000, 2002, 2004, 2006, dan 2008) serta Piala Sudirman (1999, 2001, 2003, dan 2005).
Ia menikahi Ami Gumelar, putri Agum Gumelar dan Linda Amalia Sari. Mereka telah dikaruniai seorang putri pada tanggal 3 Agustus 2007, yang kemudian diberi nama Natarina Alika Hidayat. Kelahiran putrinya ini tepat beberapa hari sebelum ia berangkat ke Kuala Lumpur, Malaysia untuk mengikuti Kejuaraan Dunia. Kemudian, mereka telah dikaruniai seorang putra pada tanggal 11 Juni 2010, yang kemudian diberi nama Nayottama Prawira Hidayat.[13][14]
| Penghargaan | Tahun | Kategori | Hasil | Ref. |
|---|---|---|---|---|
| Penghargaan IBF | 2004 | Pemain Terbaik Eddy Choong | Menang | [16] |
| 2005 | Menang | |||
Tunggal Putra
| Tahun | Tempat | Lawan | Skor | Hasil | Ref |
|---|---|---|---|---|---|
| 2004 | Kompleks Olimpiade Goudi, Athena, Yunani | 15–8, 15–7 | [17] |
Tunggal Putra
| Tahun | Tempat | Lawan | Skor | Hasil | Ref |
|---|---|---|---|---|---|
| 2001 | Palacio de Deportes de San Pablo, Sevilla, Spanyol | 15–11, 5–15, 7–1 mundur | [18] | ||
| 2005 | Arrowhead Pond, Anaheim, Amerika Serikat | 15–3, 15–7 | [19] | ||
| 2009 | Stadion Dalam Ruangan Gachibowli, Hyderabad, India | 16–21, 6–21 | [20] | ||
| 2010 | Stadion Pierre de Coubertin, Paris, Prancis | 13–21, 15–21 | [21] |
Tunggal Putra
| Tahun | Tempat | Lawan | Skor | Hasil | Ref |
|---|---|---|---|---|---|
| 2006 | Taman Olimpiade, Yiyang, Tiongkok | mundur | [22] |
Tunggal Putra
| Tahun | Tempat | Lawan | Skor | Hasil | Ref |
|---|---|---|---|---|---|
| 2002 | Gangseo Gymnasium, Busan, Korea Selatan | 15–7, 15–9 | [23] | ||
| 2006 | Aspire Hall 3, Doha, Qatar | 21–15, 22–20 | [24] |
Tunggal Putra
| Tahun | Tempat | Lawan | Skor | Hasil | Ref |
|---|---|---|---|---|---|
| 1998 | Stadion Nimibutr, Bangkok, Thailand | 15–17, 5–15 | [25] | ||
| 2000 | Istora Senayan, Jakarta, Indonesia | 14–17, 15–2, 15–3 | [26] | ||
| 2002 | Stadion Nimibutr, Bangkok, Thailand | 12–15, 5–15 | [27] | ||
| 2003 | Tennis Indoor Gelora Bung Karno, Jakarta, Indonesia | 5–15, 15–7, 8–15 | [28] | ||
| 2004 | Stadion Bulu Tangkis Kuala Lumpur, Kuala Lumpur, Malaysia | 15–12, 7–15, 15–6 | [29] | ||
| 2007 | Stadion Bandaraya, Johor Bahru, Malaysia | 21–18, 21–19 | [30] |
Tunggal Putra
| Tahun | Tempat | Lawan | Skor | Hasil | Ref |
|---|---|---|---|---|---|
| 1999 | Kompleks Olahraga Hassanal Bolkiah, Bandar Seri Begawan, Brunei |
15–10, 11–15, 15–11 | [31] | ||
| 2007 | Universitas Wongchawalitkul, Nakhon Ratchasima, Thailand |
21–15, 21–9 | [32] | ||
| 2011 | Istora Senayan, Jakarta, Indonesia | 14–21, 19–21 | [33] |
Tunggal Putra
| Tahun | Tempat | Lawan | Skor | Hasil | Ref |
|---|---|---|---|---|---|
| 1997 | Stadion Ninoy Aquino, Manila, Filipina | 15–11, 15–2 | [34] |
Seri Super BWF, diluncurkan pada 14 Desember 2006 dan dilaksanakan pada tahun 2007,[35] adalah serangkaian turnamen bulu tangkis elit, yang disetujui oleh Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF). Seri Super BWF memiliki dua level yaitu Superseries dan Superseries Premier. Musim Superseries menampilkan dua belas turnamen di seluruh dunia, yang diperkenalkan sejak 2011,[36] dengan para pemain sukses diundang ke Final Superseries BWF yang diadakan pada akhir tahun.
Tunggal Putra
| Tahun | Turnamen | Lawan | Skor | Hasil | Ref |
|---|---|---|---|---|---|
| 2007 | Jepang Terbuka | 20–22, 21–19, 19–21 | [37] | ||
| 2008 | Perancis Terbuka | 21–16, 17–21, 7–21 | [38] | ||
| 2009 | Indonesia Terbuka | 9–21, 14–21 | [39] | ||
| 2009 | Jepang Terbuka | 15–21, 12–21 | [40] | ||
| 2009 | Prancis Terbuka | 6–21, 15–21 | [41] | ||
| 2010 | Indonesia Terbuka | 19–21, 8–21 | [42] | ||
| 2010 | Denmark Terbuka | 19–21, 19–21 | [43] | ||
| 2010 | Prancis Terbuka | 21–16, 21–11 | [44] | ||
| 2010 | Hong Kong Terbuka | 19–21, 9–21 | [45] | ||
| 2011 | Malaysia Terbuka | 8–21, 17–21 | [46] |
Grand Prix BWF memiliki dua level, Grand Prix dan Grand Prix Gold. Ini adalah serangkaian turnamen bulu tangkis yang disetujui oleh Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) sejak tahun 2007. Grand Prix Bulu Tangkis Dunia telah disetujui oleh Federasi Bulu Tangkis Internasional (IBF) sejak tahun 1983.
Tunggal Putra
| Tahun | Turnamen | Lawan | Skor | Hasil | Ref |
|---|---|---|---|---|---|
| 1998 | Brunei Terbuka | 12–15, 15–3, 15–9 | [47] | ||
| 1999 | All England | 11–15, 15–7, 10–15 | [48] | ||
| 1999 | Indonesia Terbuka | 17–14, 15–12 | [49] | ||
| 1999 | Singapura Terbuka | 15–13, 10–15, 11–15 | [50] | ||
| 2000 | All England | 6–15, 13–15 | [51] | ||
| 2000 | Indonesia Terbuka | 15–5, 15–13 | [52] | ||
| 2000 | Malaysia Terbuka | 15–10, 17–14 | [53] | ||
| 2001 | Singapura Terbuka | 7–5, 0–7, 7–1, 1–7, 7–4 | [54] | ||
| 2002 | Indonesia Terbuka | 15–12, 15–12 | [55] | ||
| 2002 | Taipei Terbuka | 15–10, 15–8 | [56] | ||
| 2003 | Indonesia Terbuka | 15–9, 15–9 | [57] | ||
| 2004 | Indonesia Terbuka | 15–10, 15–11 | [58] | ||
| 2005 | Singapura Terbuka | 15–9, 15–3 | [59] | ||
| 2006 | Indonesia Terbuka | 21–18, 21–19 | [60] | ||
| 2006 | Jepang Terbuka | 21–16, 16–21, 3–21 | [61] | ||
| 2007 | Taipei Terbuka | 21–18, 6–21, 13–21 | [62] | ||
| 2007 | Makau Terbuka | 21–19, 17–21, 18–21 | [63] | ||
| 2008 | Makau Terbuka | 21–19, 21–15 | [64] | ||
| 2009 | India Terbuka | 21–18, 21–19 | [65] | ||
| 2009 | AS Terbuka | 21–15, 21–16 | [66] | ||
| 2010 | Kanada Terbuka | 21–15, 21–11 | [67] | ||
| 2010 | Indonesia Grand Prix Gold | 26–28, 21–17, 21–14 | [68] | ||
| 2011 | Kanada Terbuka | 13–21, 23–25 | [69] | ||
| 2011 | India Grand Prix Gold | 21–15, 21–18 | [70] |
Tunggal Putra
| Tahun | Turnamen | Lawan | Skor | Hasil | Ref |
|---|---|---|---|---|---|
| 1997 | German Juniors | [71] |
Tunggal Putra
| Tahun | Turnamen | Lawan | Skor | Hasil | Ref |
|---|---|---|---|---|---|
| 2009 | Bay Badminton Championships | 21–15, 21–9 | [72] | ||
| 2011 | Bay Badminton Championships | 21–15, 21–14 | [73] | ||
Ganda Putra
| Tahun | Turnamen | Lawan | Pasangan | Skor | Hasil | Ref |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 2011 | Bay Badminton Championships | 21–18, 21–13 | [74] | |||
Tunggal Putra
| Tahun | Tempat | Lawan | Skor | Hasil | Ref |
|---|---|---|---|---|---|
| 2004 | Palembang, Sumatera Selatan | 15–9, 15–3 | [75] |
Tunggal Putra
| Tahun | Tempat | Lawan | Skor | Hasil | Ref |
|---|---|---|---|---|---|
| 2007 | GOR Bhinneka, Surakarta, Jawa Tengah | 21–19, 9–21, 21–16 | [76] |
Rekor melawan finalis Superseries, semifinalis Kejuaraan Dunia, dan perempat finalis Olimpiade.[77]
| Pemilu | Lembaga legislatif | Daerah pemilihan | Partai politik | Perolehan suara | Hasil | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 2024 | Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia | Jawa Barat II | Partai Gerakan Indonesia Raya | 92.976 | Tidak terpilih | |