Tata cara kerja baku atau prosedur operasi standar adalah suatu tata cara atau alur terbakukan yang memiliki kekuatan sebagai suatu petunjuk yang bersifat mengikat dan mengarah. SOP disusun sesuai dengan kebutuhan, visi dan misi masing-masing perusahaan atau pertubuhan dengan tujuan yang berbeda-beda.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Tata cara kerja baku atau prosedur operasi standar (Bahasa Inggris: standard operating procedure; disingkat SOP) adalah suatu tata cara atau alur terbakukan yang memiliki kekuatan sebagai suatu petunjuk yang bersifat mengikat dan mengarah. SOP disusun sesuai dengan kebutuhan, visi dan misi masing-masing perusahaan atau pertubuhan dengan tujuan yang berbeda-beda.
Dilihat dari sisi ketatalaksanaannya, penyusunan SOP dalam suatu perusahaan atau bisnis, mempunyai tujuan berikut:
Sebelum menyusun SOP, perusahaan atau pertubuhan sebaiknya sudah melakukan pemetaan proses bisnis, mempunyai struktur pertubuhan dan juga uraian jabatan yang jelas, sehingga dapat memudahkan olah penyusunan SOP.
Setelah perusahaan melakukan pemetaan proses bisnis, dilanjutkan penguraian dalam sesuai dengan bagian-bagian dan format SOP yang telah dipilih sesuai kebutuhan.[1] Selain itu, dalam pembuatan atau penyusunan SOP, perhatikan format yang akan digunakan.
Setiap perusahaan atau pertubuhan menggunakan format yang berbeda-beda, tergantung kebutuhan dan tujuannya masing-masing. Ada yang benar-benar menggunakan salah satu format saja, tapi ada yang menggabungkan dua atau tiga format. Berikut adalah macam-macam Format menyusun SOP:
Ada dua jenis format narasi, yaitu: Narasi sederhana dan narasi berhierarki.
a. Narasi sederhana; format SOP yang dibuat untuk kegiatan yang olahnya pendek, berulang dan tidak memerlukan keputusan.
b. Narasi berhierarki; format SOP yang dibuat untuk menjelaskan olah kegiatan dengam model hierarki.
Format ini digunakan untuk olah kegiatan yang panjang dan melibatkan pengembalian keputusan-keputusan
Format ini digunakan untuk langkah-langkah kerja yang panjang. Dan dalam penjelasannya biasanya disertai dengan gambar-gambar orang yang sedang melakukan kegiatan.
Format SOP yang biasanya digunakan untuk menjelaskan operasi teknis visual. Cocok untuk orang-orang yang lebih mudah memahami dengan melihat dibanding membaca.
Setelah memahami format apa saja yang dapat digunakan dalam menyusun SOP, langkah selanjutnya adalah memahami bagian-bagian yang ada dalam sebuah SOP. Bagian-bagian tersebut adalah:
1. Unsur SOP
2. Atribut
Dalam menyusun SOP, ada banyak hal yang harus diperhatikan agar tidak mendapatkan atau mengalami kesalahan maut di kemudian hari. Berikut adalah contoh kesalahan yang harus diperhatikan dalam penyusunan SOP:[2]