Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Bedaya Srigati

Bedaya Srigati adalah tarian yang tumbuh dan berkembang di Desa Babadan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Tarian ini menjadi bagian dalam pelaksanaan Upacara Ganti Langse di Palereman Alas Ketangga Srigati, mulai dari mengganti kain hingga penyerahan kain mori lama, yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya oleh masyarakat setempat. Bedaya Srigati merupakan tari bedaya yang disusun di luar keraton. Tarian tersebut disusun oleh Imam Joko Sulistyo pada 2010 dan mulai ditarikan di Pesanggrahan Srigati pada 2011. Tema yang diangkat dalam penyusunan tari ini adalah cerita tentang Pesanggrahan Srigati, yang dipercaya sebagai tempat peristirahatan Prabu Brawijaya V ketika Kerajaan Majapahit diserbu oleh bala tentara Kerajaan Demak pimpinan Raden Patah. Brawijaya V di tempat itu melepaskan semua tanda kebesaran kerajaan, yaitu jubah, mahkota, dan benda pusaka, tetapi semua itu raib.

tari Tradisional
Diperbarui 16 Maret 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Bedaya Srigati
Bedaya Srigati.

Bedaya Srigati adalah tarian yang tumbuh dan berkembang di Desa Babadan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Tarian ini menjadi bagian dalam pelaksanaan Upacara Ganti Langse di Palereman Alas Ketangga Srigati, mulai dari mengganti kain hingga penyerahan kain mori lama, yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya oleh masyarakat setempat. Bedaya Srigati merupakan tari bedaya yang disusun di luar keraton (Kesunanan Surakarta dan Kesultanan Ngayogyakarta). Tarian tersebut disusun oleh Imam Joko Sulistyo pada 2010 dan mulai ditarikan di Pesanggrahan Srigati pada 2011. Tema yang diangkat dalam penyusunan tari ini adalah cerita tentang Pesanggrahan Srigati, yang dipercaya sebagai tempat peristirahatan Prabu Brawijaya V ketika Kerajaan Majapahit diserbu oleh bala tentara Kerajaan Demak pimpinan Raden Patah. Brawijaya V di tempat itu melepaskan semua tanda kebesaran kerajaan, yaitu jubah, mahkota, dan benda pusaka, tetapi semua itu raib.[1]

Lihat pula

  • Portal Budaya
  • flagPortal Indonesia
  • Bedaya Ketawang
  • Bedaya Kuwung-Kuwung
  • Bedaya Samparan Matah Ati
  • Palereman Alas Ketangga Srigati

Rujukan

  1. ↑ Ardyanti, Alwida; Romandoni, Hendrisa Rizqie; Mushofiroh, Uun Unzila; Setiono, Zahra Aurista; Darmadi (2022). "Mengulas Filosofi Alas Ketonggo Srigati (Petilasan Prabu Brawijaya V) di Desa Babadan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi (Kajian Filosofi dan Nilai Budaya)". Innovative: Journal Of Social Science Research. 2 (1): 731–737. ISSN 2807-4238.

Pranala luar

  • Ganti Langse, Tradisi Budaya di Petilasan Brawijaya.
  • Mitos Tarian Bedaya Srigati di Alas Ketangga Ngawi.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Lihat pula
  2. Rujukan
  3. Pranala luar

Artikel Terkait

Suku Karo

salah satu kelompok etnik Batak

Tari Serampang 12

tari tradisional Melayu

Jawa Barat

provinsi di Pulau Jawa, Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026