Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Tanoto Foundation

Tanoto Foundation adalah organisasi filantropi independen milik keluarga yang beroperasi di Indonesia, Tiongkok, dan Singapura. Yayasan ini mulai menjalankan kegiatannya pada tahun 1981 dan secara resmi didirikan pada tahun 2001 oleh pengusaha Indonesia Sukanto Tanoto bersama istrinya, Tinah Bingei Tanoto.

Wikipedia article
Diperbarui 21 Januari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Yayasan filantropi asal Indonesia yang fokus pada pendidikan, pemberdayaan, dan penanganan bencanaTemplat:SHORTDESC:Yayasan filantropi asal Indonesia yang fokus pada pendidikan, pemberdayaan, dan penanganan bencana
Artikel ini memiliki beberapa masalah. Tolong bantu memperbaikinya atau diskusikan masalah-masalah ini di halaman pembicaraannya. (Pelajari bagaimana dan kapan saat yang tepat untuk menghapus templat pesan ini)
Artikel ini ditulis menyerupai sebuah rilis pers atau berita dan tergantung pada liputan jurnalistik atau sensasionalisme. Harap mengembangkan artikel ini dengan sumber yang tepercaya untuk memenuhi pedoman gaya Wikipedia.
Artikel ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Tanoto Foundation" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Oktober 2025)
(Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Tanoto Foundation
Tanggal pendirian1981
PendiriSukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto
StatusYayasan
JenisOrganisasi filantropi
Kantor pusatSingapore
Wilayah layanan
Indonesia, China, Singapore

Tanoto Foundation adalah organisasi filantropi independen milik keluarga yang beroperasi di Indonesia, Tiongkok, dan Singapura.[1] Yayasan ini mulai menjalankan kegiatannya pada tahun 1981 dan secara resmi didirikan pada tahun 2001 oleh pengusaha Indonesia Sukanto Tanoto bersama istrinya, Tinah Bingei Tanoto.[2]

Sejarah

Tanoto Foundation berdiri pada tahun 1981 dengan tujuan meningkatkan akses pendidikan dan kesempatan ekonomi bagi masyarakat di Indonesia. Sejak awal, yayasan ini banyak menjalankan program di daerah pedesaan dan bekerja sama dengan pemerintah maupun organisasi internasional.[3]

Pada tahun 2024, yayasan ini mengumumkan pembaruan strategi yang mencakup lima target:[4]

  • Meningkatkan kolaborasi global dan lokal serta pengaruh dalam pengembangan anak usia dini melalui kemitraan strategis antara sektor publik dan swasta, riset, serta inisiatif advokasi.
  • Mengembangkan pemimpin yang berdampak dan berkontribusi positif bagi masyarakat dengan membangun komunitas pemimpin yang mampu menciptakan perubahan.
  • Mempercepat penemuan dan penerapan intervensi medis yang relevan bagi Asia melalui upaya riset medis preventif dan integratif yang berfokus pada penyakit yang banyak ditemukan di kawasan Asia.
  • Mengurangi angka stunting di Indonesia secara signifikan dengan berkontribusi menurunkan prevalensi stunting menjadi di bawah 20% pada tahun 2030.
  • Meningkatkan peringkat Indonesia di sektor pendidikan secara global dengan mendukung upaya agar Indonesia menjadi salah satu dari lima negara dengan peningkatan terbesar dalam sistem pemeringkatan OECD (PISA) pada tahun 2030.

Kegiatan di Indonesia

Pada tahun 2010, Tanoto Foundation meluncurkan program Pelita Pendidikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah pedesaan Indonesia. Program ini bertujuan meningkatkan mutu pembelajaran, kualifikasi dan kompetensi guru, serta penyediaan fasilitas sekolah yang memadai.[5] Pada tahun 2018, Pelita Pendidikan berganti nama menjadi PINTAR dan cakupannya diperluas hingga mencakup sekolah di wilayah perkotaan.

Di Jakarta, Tanoto Foundation membuka RPTRA Acacia (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak) pada tahun 2016. Area seluas 2.400 meter persegi tersebut dilengkapi perpustakaan, taman bermain anak, ruang terbuka hijau, serta fasilitas serbaguna, yang dirancang untuk memperluas akses dan kesempatan bagi pengembangan anak usia dini.[6]

Tanoto Foundation juga dikenal sebagai salah satu penyedia beasiswa pendidikan tinggi terkemuka di Indonesia. Hingga tahun 2018, lebih dari 7.000 mahasiswa di 28 perguruan tinggi telah menerima dukungan melalui program National Championship Scholarship. Pada tahun yang sama, program ini berganti nama menjadi TELADAN. Penerima beasiswa TELADAN mendapatkan pembiayaan biaya kuliah serta mengikuti program pengembangan kepemimpinan tambahan. Sebagai bagian dari fokus program pada pembinaan kepemimpinan, jumlah perguruan tinggi mitra kemudian difokuskan menjadi sembilan.

Pada tahun 2016, Tanoto Foundation menyetujui pendanaan untuk proyek percontohan antara UNDP Indonesia dan pemerintah provinsi Riau guna mengimplementasikan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di tingkat lokal.[7]

Pada tahun 2018, Tanoto Foundation ditunjuk sebagai pemimpin perdana Klaster Pendidikan oleh Filantropi Indonesia, sebuah asosiasi sukarela yang terdiri dari lembaga filantropi dan instansi pemerintah yang dibentuk untuk mendorong kemitraan dalam meningkatkan kualitas sistem pendidikan nasional.

Tanoto Foundation juga berkontribusi dalam respons darurat setelah gempa dan tsunami Sulawesi tahun 2018, dengan menyediakan pesawat untuk membantu tim medis menjangkau wilayah terdampak serta mendonasikan IDR 1 miliar untuk obat-obatan dan kebutuhan lainnya.

Pada tahun 2020, Tanoto Foundation bekerja sama dengan Bank Dunia serta Bill & Melinda Gates Foundation dalam program Indonesia Human Capital Acceleration Multi-Donor Trust Fund (IHCA-MDTF), mendukung upaya pencegahan stunting, peningkatan kualitas pembelajaran, dan pengembangan modal manusia di Indonesia.[8]

Pada tahun 2023, Tanoto Foundation bersama UNESCO menyelenggarakan UNESCO Youth as Researchers and Tanoto Student Research Awards (YAR-TSRA) Knowledge Summit di Jakarta. Acara ini mempertemukan lebih dari seratus mahasiswa sebagai puncak dari program lokakarya selama dua belas minggu yang diadakan YAR-TSRA bekerja sama dengan enam universitas di Indonesia, dengan tujuan mendorong penelitian multidisiplin berbasis data dan rekomendasi kebijakan terkait topik seperti perubahan iklim, pendidikan inklusif, partisipasi anak muda, dan kecerdasan buatan (AI) berkelanjutan.[9]

Kegiatan di Singapura

Di Singapura, kegiatan Tanoto Foundation terutama berfokus pada penyaluran beasiswa pendidikan tinggi, pengembangan infrastruktur pendidikan, pengembangan seni dan budaya, serta pendanaan riset medis.

Pada tahun 2007, yayasan ini membantu mendirikan Tanoto Foundation Centre for Southeast Asian Arts di Nanyang Academy of Fine Arts.[10]

Tanoto Foundation juga mendukung penelitian medis terkait penyakit yang banyak ditemukan pada populasi Asia melalui beberapa inisiatif, antara lain:

  • Hibah sebesar SGD 3 juta pada tahun 2014 kepada SingHealth Duke-NUS untuk mengidentifikasi metode baru dalam mendiagnosis, mengklasifikasi, dan menguji penyakit kardiovaskular, sehingga memungkinkan pencegahan dini bagi individu yang memiliki kecenderungan genetik terhadap penyakit tersebut. Dari hibah sebesar SGD 3 juta ini, SGD 2,5 juta digunakan untuk mendirikan Tanoto Foundation Professorship in Cardiovascular Medicine, yang diberikan kepada Profesor Stuart Cook, sementara SGD 500.000 sisanya mendanai Tanoto Foundation Initiative for Genetics and Stem Cell Research di National Heart Research Institute Singapore (NHRIS).
  • Tanoto Foundation Professorship in Medical Oncology di SingHealth Duke-NUS, yang diberikan kepada Associate Professor Lim Soon Thye dari Oncology Academic Clinical Programme pada tahun 2016. Hibah sebesar SGD 2,5 juta ini ditujukan untuk mendukung penelitian di bidang onkologi medis.
  • Donasi sebesar SGD 2 juta pada tahun 2017 untuk mendukung Viral Research and Experimental Medicine Centre (ViREMiCS) di SingHealth Duke-NUS, yang menggunakan teknik molekuler dan teknologi baru untuk mempercepat uji klinis serta mempercepat ketersediaan obat dan vaksin baru di pasaran.
  • Mendukung Reversing Diabetes Programme pada tahun 2022 bersama NHG Health, yang menargetkan perubahan pola makan dan aktivitas fisik untuk remisi diabetes tanpa obat atau operasi.[11]
  • Menandatangani nota kesepahaman dengan Gates Foundation pada tahun 2025 untuk mengembangkan program bersama di Asia di bidang kesehatan publik, gizi ibu dan anak, pendidikan berkualitas, serta penguatan ekosistem filantropi.[12]

Kegiatan di Tiongkok

Pada tahun 2016, Tanoto Foundation menyumbangkan RMB 100 juta untuk mendanai program pengembangan talenta selama sepuluh tahun antara Tiongkok dan negara-negara yang tergabung dalam Belt and Road Iniative.[13]

Pada tahun 2024, Tanoto Foundation menjadi bagian dari peluncuran China Early Childhood Development (ECD) Collaborative Fund, kolaborasi pertama di Asia yang menghimpun delapan lembaga filantropi untuk menciptakan perubahan langsung dan sistemik bagi jutaan anak usia dini di wilayah kurang terlayani.[14]

Lihat pula

Sukanto Tanoto

Referensi

  1. ↑ "Tanoto foundation". Tanoto Foundation Centre for Southeast Asian Arts.
  2. ↑ "Tanoto Foundation and UNICEF continue partnership to reduce stunting prevalence in Indonesia". UNICEF. 2022-11-28. Diakses tanggal 2025-11-27.
  3. ↑ Tambun, Lourdes Adriana (14 Mei 2016). "Pelita Pendidikan program transforms rural schools". The Jakarta Post. Diakses tanggal 15 September 2025.
  4. ↑ "Forward Together: Empowering Communities, Transforming Lives" (PDF). Tanoto Foundation. Diakses tanggal 2026-01-08.
  5. ↑ "Tanoto Foundation: Giving the rural poor a chance for a better future". The Jakarta Post. Diakses tanggal 2026-01-08.
  6. ↑ "Bangun Ruang Publik Terpadu, Tanoto Foundation Diapresiasi Pemprov DKI Jakarta". Kompas. Diakses tanggal 2026-01-08.
  7. ↑ "Kerjasama dengan Tanoto Foundation, Asian Agri dan UNDP, Wabup Pelalawan Resmikan Pusat Unggulan SPOI". Riau Green. Diakses tanggal 2026-01-08.
  8. ↑ "Kurangi Angka Stunting, Pemerintah Gandeng Bank Dunia, Tanoto Foundation dan Bill and Melinda Gates Foundation". Kompas. Diakses tanggal 2026-01-08.
  9. ↑ "UNESCO and Tanoto Foundation Foster Youth Engagement in Research and Policy Making towards Sustainable Futures". UNESCO. Diakses tanggal 2026-01-08.
  10. ↑ "Tanoto foundation". Nanyang Academy of Fine Arts (NAFA). Diakses tanggal 2028-01-08.
  11. ↑ "The Reversing Diabetes Programme, a collaboration with the Tanoto Foundation, aims to achieve diabetes remission through sustained behavioural changes by targeting dietary patterns and physical activity". NHG Health. Diakses tanggal 2026-01-08.
  12. ↑ "Tanoto Foundation, Gates Foundation Partner for Nutrition Program in Asia". Jakarta Globe. Diakses tanggal 2026-01-08.
  13. ↑ "Tanoto Foundation Donates RMB 100 Million Training Fund to Support 'One Belt, One Road' Programme". PR Newswire. Diakses tanggal 2026-01-08.
  14. ↑ "New milestone: China's first collaborative ECD fund soft launch". Li Foundation. Diakses tanggal 2026-01-08.

Pranala luar

Situs Resmi

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Kegiatan di Indonesia
  3. Kegiatan di Singapura
  4. Kegiatan di Tiongkok
  5. Lihat pula
  6. Referensi
  7. Pranala luar

Artikel Terkait

Sukanto Tanoto

Pengusaha Indonesia yang memulai usaha di industri pengolahan kayu

Anderson Tanoto

sawit pada tahun 2013. Anderson juga menjabat Dewan Pengawas yayasan Tanoto Foundation yang berfokus pada pengembangan pendidikan dan kepemimpinan. Anderson

Bene Dion

pelawak tunggal dan sutradara Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026