Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiTangguh keris
Artikel Wikipedia

Tangguh keris

Berikut adalah tangguh-tangguh keris Jawa beserta beberapa empu terpandangnya menurut Wirasoekadga, pandai besi dari Karaton Surakarta Hadiningrat. Beberapa nama mungkin digolongkan pada tangguh yang berbeda menurut rujukan lain.Pajajaran, dengan empu-empu sebagai berikut.

Wikipedia article
Diperbarui 21 Juli 2024

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Berikut adalah tangguh-tangguh keris Jawa beserta beberapa empu terpandangnya menurut Wirasoekadga, pandai besi dari Karaton Surakarta Hadiningrat.[1] Beberapa nama mungkin digolongkan pada tangguh yang berbeda menurut rujukan lain.

  • Pajajaran, dengan empu-empu sebagai berikut.
    • Ki Keleng
    • Ki Kuwung
    • Ki Loning
    • Ki Angga
    • Empu ing Pagelen [Bagelen ?]
    • Ki Sikir dukun Tapan
    • Siungwanara, sewaktu mengabdi pada bupati Arya Banyak Wide
  • Tuban
    • Ki Panekti
    • Ki Suratman
    • Ki Modin
    • Ki Galahita
    • Ki Bekel Jati
    • Ki Supadriya
    • Ni Mbok Sambra[2]
    • Jirak
  • Madura
    • Ki Kasa
    • Ki Macan
    • Ki Kacang
    • Ki Luju Madura
  • Blambangan
    • Ki Mendung
    • Ki Tembarok
    • Ki Supagati
    • Pangeran Pitrang
  • Majapahit (tidak sama dengan "keris majapahit"!)
    • Ki Supadriya
    • Ki Supagati
    • Ki Jaka Supa
    • Ki Jigja
    • Angga-Cuwiri
    • Ki Singkir Wanabaya
    • Empu-empu anggota perkumpulan (empu-empu Pekelun)
    • Kuripan
  • Sedayu (sekarang dekat Bantul)
    • Pangeran Sedayu (alias Empu Supa)
    • murid-murid Pangeran Sedayu
  • Jenu (dekat Jipang, Kabupaten Blora)
    • Adipati Jenu (Jaka Sura)
  • Tirisdayu
    • Ki Siki
  • Setrabanyu di Matesih
    • Ki Setra
  • Madiun
    • Ki Kodhok ("Ki Supa Anom")
    • sahabat-sahabat Ki Kodhok
  • Demak
  • Cirebon
  • Kudus
  • Pajang
    • Ki Umyang
    • sahabat-sahabat Ki Umyang
  • Pajang–Mataram (dikenal juga sebagai Mataram Senopatèn)
    • Ki Arya Japan
  • Mataram (dari era Sultan Agung dan seterusnya)
    • Ki Umayi
    • Ki Legi
    • Ki Guling
    • Ki Nom
    • Pangeran Sendhang
  • Ngentha-entha[3]
  • Kartasura
    • Ki Lujuguna
    • Ki Macan
  • Surakarta (dibagi menjadi lima zaman: Pakubuwana IV (PB IV), PB V, Mangkubumen, PB IX, dan PB X, dengan empu masing-masing).
    • Brajaguna
    • Brajasetika
    • Ki Tirtadangsa
    • R.Ng. Jayasukadga (dua zaman)
    • R.Ng. Japan
    • R.Ng. Singawijaya
    • R.Ng. Brajasetama
    • R.Ng. Wirasukadga
    • Ki Mangunwalela

Keris-keris dari luar Jawa juga memiliki gaya masing-masing. Keterbatasan rujukan membuat khazanah variasi keris Nusantara luar Jawa belum dapat dipaparkan secara layak.

Di Sumatra dikenal berbagai gaya pembuatan keris. Beberapa sentra keris yang ada di Sumatra yang memiliki kekhasan adalah sebagai berikut.

  • Aceh/Gayo
  • Minang
  • Riau/Bangkinang
  • Palembang
  • Bangka Belitung
  • Lampung

Keris Semenanjung Malaya dan Brunei juga memiliki langgam tersendiri.

Di Sulawesi keris umumnya berasal dari kawasan barat daya pulau, yang terkenal adalah keris gaya Bugis. Dari Nusa Tenggara dikenal keris gaya Bali dan Sumbawa.

Yang paling berbeda adalah keris Moro/Filipina. Wujudnya sangat mudah dibedakan dari keris Nusantara lainnya.

Referensi

  1. ↑ Wirosoekadga, Mas Ngabehi. tanpa tahun. Serat Panangguhing Duwung. Sadu Budi. Surakarta. Hal. 7–31.
  2. ↑ dimasukkan dalam tangguh Pajajaran menurut Waluyodipuro, R.T. tanpa tahun. Seserepan bab Dhuwung tuwin ubarampe saha lalajenganipun. Penerbit Inaltu. Surakarta. Hal. 88.
  3. ↑ Oleh pustaka lain disamakan dengan Yogyakarta.


Ikon rintisan

Artikel bertopik senjata ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Referensi

Artikel Terkait

Keris

senjata tradisional khas asal Jawa

Ki Empu Djeno Harumbrodjo

(disebut juga tangguh) keris itu sendiri. Untuk menciptakan model (tangguh) Blambangan, Empu Djeno perlu membuat 16 lipatan, sedangkan untuk tangguh Mataram

Museum Keris Nusantara

museum di Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026