Museum Keris Nusantara merupakan sebuah museum yang dibangun oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman sejak 2013 lalu diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo pada tanggal 9 Agustus 2017. Museum Keris berada di Jl. Bhayangkara No.2 tepatnya di lokasi eks gedung Rumah Sakit Jiwa Mangunjayan, dan direncanakan akan menyatu dengan ruang terbuka hijau (RTH) di kawasan Stadion R Maladi Sriwedari. Museum Keris dibangun dengan program Tugas Pembantuan, yang pelaksanaannya dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Gaya atau nada penulisan artikel ini tidak mengikuti gaya dan nada penulisan ensiklopedis yang diberlakukan di Wikipedia. |
museum | |
|---|---|
| Tempat | |
Koordinat: 7°34′7.72″S 110°48′39.06″E / 7.5688111°S 110.8108500°E / -7.5688111; 110.8108500 | |
| Negara berdaulat | Indonesia |
| Provinsi di Indonesia | Jawa Tengah |
| Negara | Indonesia |
| Sejarah | |
| Pembuatan | 9 Agustus 2017 |
| Peresmian | 9 Agustus 2017 |
| Informasi tambahan | |
| Kode pos | 57141 |
| Zona waktu | |
Museum Keris Nusantara merupakan sebuah museum yang dibangun oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman sejak 2013 lalu diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo pada tanggal 9 Agustus 2017. Museum Keris berada di Jl. Bhayangkara No.2[1] tepatnya di lokasi eks gedung Rumah Sakit Jiwa Mangunjayan, dan direncanakan akan menyatu dengan ruang terbuka hijau (RTH) di kawasan Stadion R Maladi Sriwedari. Museum Keris dibangun dengan program Tugas Pembantuan, yang pelaksanaannya dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta (sekarang Dinas Kebudayaan)[2]
Museum Keris Nusantara menyimpan sekitar 409 koleksi keris berbagai jenis dan ukuran. Museum ini juga mengkoleksi 38 tombak dan benda-benda pusaka bersejarah lainnya, dilengkapi dengan video visual mengenai perjalanan keris di indonesia dan juga ruangan sebagai pusat pembelajaran keris bagi pengunjung. Keris sudah di tetapkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya non bendawi.[3] Terdapat juga beberapa senjata tradisional dari luar Jawa [4] Dari keseluruhan koleksi keris, terdapat 233 keris dan tombak yang dipajang. Sisanya disimpan dan akan dipajang secara bergiliran setiap tiga bulan.[5]
Ruang Museum Keris Nusantara terdiri dari 4 lantai, lantai 1 atau Wedharing Wacana mulai dari Pintu Utama, Loket, Informasi, Kantor dan Ruang Audio. Lantai 2 Purwaning Wacana memiliki Ruang Pamer, Ruang Bermain Anak, Ruang Restorasi Keris, dan Perpustakaan. Lantai 3 Cipta Adiluhung terdapat Ruang Diorama, dan Rest Area, serta Lantai 4 yaitu Ruang Kreativitas dan Storage.[6]
Beranjak memasuki ruangan di lantai pertama museum, pengunjung bisa mengisi daftar tamu sebagai administrasi. Selain itu, ada pula papan informasi penyebaran senjata di dunia.
Naik ke lantai II yang diberinama purwaning wacana, tempat ini adalah sumber literasi bab perkerisan. Sejumlah keris hibah dipajang berdampingan dengan informasi tentang eksistensi keris di masyarakat dan pengertian anatomi keris. Di setiap keris yang terpajang, pengelola juga memasang keterangan berupa jenis, dhapur, pamor, tangguh, warangka, pendhok, mendak, ukiran, serta asal koleksi.
Jika dijabarkan, dhapur adalah ragam bentuk atau tipe keris. Pamor artinya pengertian gambaran tertentu berupa garis, lengkung, lingkaran, noda, titik, atau motif pada permukaan bilah keris.Tangguh berarti taksiran atau perkiraan zaman dan tempa pembuatan bilah keris serta gaya pembuatannya. Untuk jenis keris, sebutannya adalah luk alias memiliki lekuk dan bener yang bentuknya lurus. Selain itu ada kadga dan bethok yang berbentuk mirip pisau.
Beranjak ke lantai III, pengunjung bisa melihat diorama proses pembuatan keris pada masa Candi Borobudur dan Candi Sukuh. Ada pula gambaran rangkaian sesaji pembuatan keris yang dahulu dilakukan oleh para empu. Diorama yang sangat nyata itu seakan membuat pengunjung menyaksikan pembuatan keris sebenarnya.
Tengok pula patung pria berpakaian adat Jawa yang menampilkan tata krama dan tata busana saat membawa keris. Di setiap aktivitas, keris diletakkan di titik berbeda. Terakhir di lantai IV menjadi tempat penyimpanan artefak keris. Di lantai ini pula terpajang keris hibah Masyarakat Perkerisan Indonesia untuk Presiden Joko Widodo. Keris tersebut ber-luk lima sebagai simbol pancasila. Warangka-nya berwarna merah sebagai penanda kebangsawanan.[7]
Anggota tim kurator Museum Keris Nusantara, Agus Triatmodjo, mengungkapkan beberapa koleksi keris di museum tersebut merupakan karya masterpiece yang diperkirakan berusia ratusan tahun. "Di sini ada yang dibuat sejak abad 8-9. Ada tangguh Budha, Singosari, Majapahit. Mataram juga banyak di sini," ungkap Agus. Keris-keris tersebut secara keseluruhan merupakan hibah dan pinjaman dari masyarakat. Nama pemberi hibah dicantumkan dalam keterangan keris.[5]