Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiTambolongan, Bontosikuyu, Kepulauan Selayar
Artikel Wikipedia

Tambolongan, Bontosikuyu, Kepulauan Selayar

Tambolongan adalah sebuah desa yang berada di Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia

desa di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan
Diperbarui 14 Maret 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Desa in Sulawesi Selatan, 23x15px|border |alt=|link= Indonesia{{SHORTDESC:Desa in Sulawesi Selatan, 23x15px|border |alt=|link= Indonesia|noreplace}}
Tambolongan Ibukota = Matalalang ( Lappe )
Desa
[[File:Kepala Desa = Makkawaru 2013- Sekarang

Sekretaris Desa = Andi Aswin Jumlah Dusun : 5 1. Dusun Lappe 2. Dusun Lemba 3. Dusun Batupalangka 4. Dusun Tangnga Tangnga 5. Dusun Kampung Munte|250px|Peta lokasi Desa Tambolongan

Ibukota = Matalalang ( Lappe )]]
Peta lokasi Desa Tambolongan Ibukota = Matalalang ( Lappe )
Negara Indonesia
ProvinsiSulawesi Selatan
KabupatenKepulauan Selayar
KecamatanBontosikuyu
Kode pos
92855
Kode Kemendagri73.01.05.2010 Suntingan nilai di Wikidata
Luas713 ha
Jumlah penduduk1187
Kepadatan1,5

Tambolongan adalah sebuah desa yang berada di Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia

Sejarah pemimpin

Pada masa sebelum kemerdekaan Tambolongan di pimpin oleh seorang Opu yang bergelar Gallarang atau Galla' Lolo . pada masa Hindia Belanda wilayah Daratan Selayar di bagi menjadi 10 - 14 Regen/ Distrik / wilayah Opu yang dikepalai Kepala Regent/ Kepala Distrik / Opu sedangkan untuk wilayah Kepulauan di bagi menjadi beberapa wilayah Onderdistrik yang pemimpin nya bergelar Gallarang untuk Tambolongan, Kayuadi, Rajuni, dan Kalaotoa , Punggaha untuk Jampea, dan Karaeng Untuk Bonerate , semua Kepala Regen dan Kepala Onderdistrik di bawah pengawasan Controlleur Belanda di Benteng. Untuk Selayar wilayah Daratan Gallarang bertanggung jawab kepada Kepala Regent / Opu berbeda dengan Wilayah Kepulauan yang langsung berada di bawah controller.Tambolongan beberapa kali mengalami perubahan struktur hierarki pemerintahan di Zaman Belanda di antaranya pada tahun 1920 wilayah Gallarang Tambolongan di naikkan statusnya menjadi Onderdistrik yang di kepalai oleh Seorang Gallarang atau Kepala Onderdistrik bergelar Karaeng kemudian menjadi Distrik pada tahun 1937 .Di mana yang menjadi Gallarang atau Opu atau Karaeng terakhir adalah dari Tambolongan adalah Abdul Karim Patta Opu Daeng Sumanna Karaeng Tambolongan Tu Tinrowa Ri Bundu'na/ RI Kabaranianna yang gugur di Batupalangka saat menghadapi sekelompok Gerombolan DI/TII yang hendak melakukan penjarahan di Tambolongan. Saat itu wilayah Gallarang Tambolongan meliputi Pulau Bahuluang dan Pulau Polassi. Pasca kemerdekaan tahun 1958 Selayar di bagi menjadi 17 distrik salah satunya distrik Tambolongan yang meliputi wilayah bekas Keopuan Tambolongan yakni Pulau Bahuluang, Pulau Tambolongan, dan Pulau Polassi dengan kepala Distrik pertama pasca dihapus nya sistem pemerintahan Swapraja bernama Djakarta kemudian setelah Distrik di hapuskan di ganti menjadi Kecamatan, beberapa Distrik di wilayah Selayar bagian selatan dan Pulau di sekitarnya seperti Distrik Balla Bulo , Distrik Laiyolo, Distrik Barang- Barang , dan Distrik Tambolongan ( meliputi Pulau Polassi dan Pulau Bahuluang juga ) di satukan menjadi satu kecamatan yakni kecamatan Bontosikuyu. Setelah Kecamatan Bontosikuyu terbentuk, bekas Distrik Tambolongan yakni Pulau Tambolongan, Pulau Polassi, dan Pulau Bahuluang menjadi Desa Tambolongan . Desa Tambolongan tetap dipimpin oleh para bangsawan atau Opu yang terpelajar walaupun Swapraja telah dihapuskan dengan kepala Desa pertama bernama Opu Sikki' . Kemudian yang menjadi kepala Desa kedua Patta Sinrang Karaeng Monsong , setelah itu kepala Desa ketiga berlatar belakang ABRI Darat juga menantu dari Opu Sikki' yakni Baso' Opu , setelah Baso' Opu meninggal dunia ia di gantikan oleh Andi Arman Mappatoba Karaeng Batara .pada tahun 2001 untuk pertama kalinya di adakan pemilihan kepala desa secara langsung oleh rakyat ( bukan lagi berdasarkan darah Opu ) dan pada saat itu Pulau Polassi bukan lagi wilayah dari desa Tambolongan. Jadi wilayah Tambolongan tinggal Pulau Tambolongan dan Pulau Bahuluang . Adapun yang terpilih waktu itu adalah Daeng Matola kemudian pada tahun 2007 Abdul Majid Daengmatika terpilih di mana pada saat itu Pulau Bahuluang bukan lagi wilayah desa Tambolongan tetapi beralih masuk ke wilayah desa appatanah . Kemudian pada tahun 2013 Makkawaru terpilih menjadi kepala Desa Tambolongan dan pada tahun 2019 terpilih kembali . Berikut daftar pemimpin Tambolongan dari Zaman Keopuan tahun 1900 an hingga sekarang 1. Opu Tenritipang Karaeng Tambolongan ( Gallarang dan Kepala Onderdistrik) 2. Opu Bicak Daeng Bicara Karaeng Tambolongan ( Gallarang dan Kepala Onderdistrik) 3. Abdul Karim Patta Opu Daeng Sumanna Karaeng Tambolongan ( Gallarang Tambolongan dan Kepala Distrik dari tahun 1937 sampai 1958 ) 4. Djakarta ( Kepala Distrik Tambolongan 1958 - ..... ) 5. Opu Sikki' ( Kepala Desa ) 6. Patta Sinrang Karaeng Monsong ( Kepala Desa) 7. Baso' Opu ( Kepala Desa ) 8. Andi Arman Mappatoba Karaeng Batara ( Kepala Desa ) 9. Daengmatola ( Kepala Desa 2001-2007 ) pemilih pertama kali di adakan 10. Abdul Majid Daeng Matika ( Kepala Desa 2007-2013 ) 11. Makkawaru ( Kepala Desa 2013-2019 dan 2019 - sekarang )


situs sejarah dan jejak Opu di Tambolongan

Komplek pemakaman Kuta yang terletak di Kampung Bau, Dusun Kampung Munte, Desa Tambolongan adalah komplek makam sebagian para Opu, meskipun tidak semua Opu di makamkan disana . Kuta pada masa pra kemerdekaan dahulu terdapat tiga buah rumah adat tempat tinggal para Opu sebagai penguasa lokal . Pengaruh Opu dari Kuta Tambolongan tidak hanya sebatas di wilayah Tambolongan tetapi juga sampai ke daratan Selayar, karena adanya hubungan darah dan satu rumpun keluarga dengan Opu Opu lain di wilayah Selayar. Tercatat salah seorang Opu dari Kuta yang bernama Muhammad Ruttung Karaeng Malewa Karaeng Lewa ( Opu Bakka'Laiyolo) yang menjadi Gallarang di Laiyolo, Baringan, dan saring Bolo . Muhammad Ruttung Karaeng Malewa adalah sepupu satu kali dari Andi Mulia Karaeng Palili Alang yang menjabat sebagai Opu Laiyolo atau Kepala Regent Laiyolo ( setingkat Kabupaten zaman Hindia Belanda) . Muhammad Ruttung Daeng Malewa juga dipercaya mengemban jabatan sebagai Asisten Regen Laiyolo kala itu . Muhammad Ruttung Daeng Malewa juga sepupu satu kali dengan Opu Buki' . Beberapa Peninggalan pusaka Opu Kuta Tambolongan saat ini di wariskan kepada keturunan keturunan nya baik berupa keris Sapukala sebagai tanda penguasa suatu wilayah .

Tragedi Tambolongan Berdarah

Tragedi Tambolongan berawal dari keberatan warga atas aktivitas nelayan dari Pulau Polassi, perairan Taka Nambo, Sulsel, yang kerap menggunakan bom untuk menangkap ikan.

Warga Pulau Tambolongan akhirnya memutuskan melindungi daerahnya. Hingga Selasa, 15 November 2005 silam, puluhan warga yang menggunakan enam perahu mengadang armada nelayan dari Pulau Polassi, yang dipimpin oleh Firman, sekitar pukul 13.00 WITA.

Terjadi perkelahian antarwarga. Bom yang akan digunakan untuk melawan warga Tambolongan, meledak di kapal milik Firman sendiri. Firman tewas dalam kejadian itu. Esoknya, Rabu (16/11), sekitar pukul 11.00 WITA, tim dari Polres Selayar yang dipimpin AKP Indra Lukprianto menuju ke Pulau Tambolongan, menggunakan kapal patroli polisi milik Polsek Pasimarannu. Tim itu mengunjungi tiga warga yang terkena bom milik Firman, lalu menuju ke rumah Firman di Polassi. Pada Kamis (17/11), dua rekan Firman diperiksa.

Minggu (20/11), sekitar pukul 08.00 WITA, satu peleton anggota Polres Selayar serta personel Polisi Air Polda Sulsel, kembali mendatangi Pulau Tambolongan. Pukul 16.00 WITA, kedua kapal yang dipimpin Kapolres Selayar, AKBP Bayu Eka Ridarianto berlabuh di barat Pulau Tambolongan.

Tapi sekitar pukul 16.25 WITA, tiba-tiba terdengar bunyi tembakan secara beruntun. Berlanjut dengan ditangkapnya 39 warga. Pakaian-pakaian mereka dilucuti dan tangan diikat tali. Pukul 17.15 WITA, aparat melempar kaca jendela rumah Mudain, sebelum masuk ke rumah itu. Tak berapa lama aparat di dalam rumah, terdengar suara tembakan dan teriakan dari dalam rumah.

Mudain gugur di tempat, tubuhnya diseret keluar, dinaikkan ke dalam gerobak, dibawa ke tepi pantai. Keluarga dan warga Tambolongan hanya dapat menyaksikan kejadian itu.

Sampai sekarang Mudaian lebih dikenal Daeng Muda adalah ikon kepahlawanan di Desa Tambolongan

Pariwisata

Di Desa Tambolongan terdapat pantai yakni Pantai Opu Ujung di Dusun Kampung Munte dan Pantai Batu Ka'daro Oto' di Dusun Lemba. Lalu di Desa Tambolongan terdapat Pantai Manyipi' di Dusun Batupalangka dan Pantai Batupalangka Barat di Dusun Batupalangka. Ada juga Bukit Bonto Pa'benderaang di Dusun Kampung Munte dan Bukit Teletubbies di Dusun Lappe'. Terdapat sebuah muara bernama Muara Binanga yang membentang dari Dusun Tangnga-Tangnga dan Dusun Batupalangka.

Referensi

  • l
  • b
  • s
Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan
Desa
  • Appatanah
  • Bahuluang
  • Binanga Sombaiya
  • Harapan
  • Laiyolo
  • Laiyolo Baru
  • Lantibongan
  • Lowa
  • Patikarya
  • Patilereng
  • Polassi
  • Tambolongan

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Pariwisata
  2. Referensi

Artikel Terkait

Kabupaten Kepulauan Selayar

kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan

Daftar kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan

artikel daftar Wikimedia

Sulawesi Selatan

provinsi di Pulau Sulawesi, Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026