Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Tambangan, X Koto, Tanah Datar

Tambangan merupakan salah satu nagari yang termasuk ke dalam wilayah kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Nagari ini terletak di dekat Batusangkar, ibu kota dari kabupaten Tanah Datar. Nagari Tambangan berada tidak jauh dari Kota Padang Panjang yang hanya terpisah dengan Nagari Jaho, sehingga keduanya menjadi daerah satelit bagi Kota Padang Panjang. Sebagai daerah pedesaan dan dikenal sebagai daerah pertanian, nagari ini juga memiliki Lubuk Soda, sebuah obyek wisata objek wisata pemandian yang terletak tidak jauh dari Kantor Wali Nagari Tambangan.

nagari di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat
Diperbarui 29 Januari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Nagari in Sumatera Barat, 23x15px|border |alt=|link= Indonesia{{SHORTDESC:Nagari in Sumatera Barat, 23x15px|border |alt=|link= Indonesia|noreplace}}
Tambangan
Nagari
Negara Indonesia
ProvinsiSumatera Barat
KabupatenTanah Datar
KecamatanX Koto
Kodepos
-
Kode Kemendagri13.04.01.2001 Suntingan nilai di Wikidata
Luas-
Jumlah penduduk-
Kepadatan-
Situs web-
Peta
Wikipedia | Kode sumber | Tata penggunaan
Koordinat: 0°31′15.600″S 100°24′28.800″E / 0.52100000°S 100.40800000°E / -0.52100000; 100.40800000

Tambangan merupakan salah satu nagari yang termasuk ke dalam wilayah kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Nagari ini terletak di dekat Batusangkar, ibu kota dari kabupaten Tanah Datar. Nagari Tambangan berada tidak jauh dari Kota Padang Panjang yang hanya terpisah dengan Nagari Jaho, sehingga keduanya (Nagari Tambangan dan Nagari Jaho) menjadi daerah satelit bagi Kota Padang Panjang. Sebagai daerah pedesaan dan dikenal sebagai daerah pertanian, nagari ini juga memiliki Lubuk Soda, sebuah obyek wisata objek wisata pemandian yang terletak tidak jauh dari Kantor Wali Nagari Tambangan.[1][2]

Sejarah

Berbicara tentang sejarah nagari Tambangan, hal ini tak bisa terlepas dari Nagari jaho karena orang lebih luas tahunya Nagari Jaho Tambangan, hal ini tentu begitu kentalnya persaudaraan kedua masyarakat nagari sehingga Syekh Muhammad Jamil Jaho (Alm ) memeberikan ijazah kepada murid-muridnya yang menamatkan sekolah di Madrasah Tarbiyah Islamiyah Jaho tetap menanda tangani ijazah tersebut atas nama ulama Nagari Jaho Tambangan, hal ini dapat kita buktikan pada ijazah alumni semasa beliau hidup

Dan pada zaman tersebut adanya salah seorang yang beralamat di nagari Tambangan yang bernama Tuangku Ali Amran dan beliau ini berkecimpung dibidang politik dan cukup dikenal sebagai tokoh Sumatera Tengah, yang juga beliau cukup untuk menggoyahkan pemerintahan belanda yang berkedudukan di Bukittinggi.

Berhubung karena beliau tetap dicari pemerintahan belanda sehingga keamanan dirinya terasa terancam dan beliau melarikan diri kedaerah lampung tepatnya di Tanjung Karang. Beliau melanjutkan kariernya sebagai pemborong dan pada waktu beliau membangun jalan di daerah tersebut berkemungkinan jejak beliau dapat diketahui oleh pemerintahan Belanda sehingga di tabrak mobil dan meninggal seketika itu juga, sehingga jarang lah dari generasi muda yang mengetahuinya yang menyebabkan beliau tidak terdaftar sebagai pejuang

Sebagaimana yang telah dikemukakan di atas, sejarah nagari Jaho dan Tambangan menurut warih nan bajawek adalah sebut urang nan sabaleh, 5 (Lima ) di Jaho dan 6 (enam) di Tambangan yang sekarang menjadi suku di tiap tiap Nagari.

Suku

5 Suku di nagari Jaho yaitu :

  1. Sikumbang
  2. Koto
  3. Guci
  4. Panyalai
  5. Pisang
  • 6 Suku di nagari Tambangan yaitu :
  1. Sikumbang
  2. Koto
  3. Guci
  4. Panyalai
  5. Pisang
  6. Jambak

Karena pada zaman dahulu kala sebagai mana yang disepakati di minang kabau bahwa Nagari yang terua adalah Pariaman Padang Panjang dan sudah ada di angkat 2 (Dua) orang penghulu yaitu Dt.Bandaro Kayo dan Dt Marajo Basa

Berhubung karena manusia berkembang maka atas prakarsa dari dua orang ninik mamak tersebut maka disuruhlah sebanyak 12 (Dua Belas ) orang yang berangkat mencari pemukiman baru dari rombongan yang dua belas tersebut melalui batipuh atas rombongan tersebut terus ke Tambangan tingga sekarang dan lubang tabu yaituny lembah antara bukit pintu rakuangan dengan bukit Gantiang dan bermukimlah rombongan tersebut sebanyak 11 (sebelas ) orang disana dan yang satu orang kehilangan subang anak nya dan kembalilah beliau kesubarang anak sekarang atau kebali gadang dan bermukimlah disana

Dan bagi orang nan sabaleh tersebut ingin lagi untuk mencari pemukiman yang ingin untuk mencari tanah yang basah untuk dapat di jadikan sawah atau ruko dan sebelum berangkat beliau membuat alat untuk manaruko yang dinamakan Jahe (semacam biduak ) untuk membawa tanah dan tabek ( semacam Tembilang ) atas kesepakatan urang nan sabaleh maka rombongan dibagi dua. 5 (lima) berangkat ke Jaho sekarang dengan membawa alat jahe dan 6 (enam ) berangkat ke Tambangan sekarang dengan membawa alat tabak dan sebelum berangkat beliau membuat kesepakatan Barek samo dipikua Ringan Samo di Jinjiang JAHE SAMO DIIRIK-TABAK SAMO DITABAKAN, itulah sebagai sumpah satie urang nansabaleh sehingga nama nagari sekarang Nagari Jaho berasal dari kata-kata Jahe dan nagari Tambangan berasl dari kata kata Tabak

Nagari Tambangan bukanlah Nagari baru tetapi telah tercatat dalam sejarah bahwa Nagari Tambangan adalah sebagai jalan pelintasan perdagangan dari daerah

pedalaman minang Kabau ke Pantai Barat yaitunya Pelabuhan di Pariaman melalui Bukit Ambacang

Dan Tambangan tetap menjadi basis perjuangan melawan belanda dan sangat menjadi fatal yaitu semasa PRRI sekitar tahun 1959 sehingga masyarakat di ungsikan

ke Jaho dan Padang Panjang akibat dari PRRI tersebut banyak anak-anak yang putus sekolah dan nagari Tambangan dibumi hanguskan sehingga satubuah rumahpun tidak ada lagi

Jadi pembangun Nagari Tambangan bolehlah dikatakan semenjak tahun 1961 di bangun dengan semangat kegotong royongan walaupun pada waktu itu makanan di tambah dengan kayu

Referensi

  1. ↑ Sufina, Meri; Nanda, Nanda (2021-01-07). "PERANCANGAN PENGEMBANGAN OBJEK WISATA LUBUAK SODA NAGARI TAMBANGAN KABUPATEN TANAH DATAR SUMATERA BARAT". Rang Teknik Journal. 4 (1): 123–126. doi:10.31869/rtj.v4i1.2226. ISSN 2599-2090.
  2. ↑ Tanjung, Hanny (2020-03-22). "Mengenal Objek Wisata Lubuk Soda, Nagari Tambangan". TopSumbar.co.id. Diakses tanggal 2026-01-29.

Pranala luar

  • l
  • b
  • s
Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat
Nagari
  • Aie Angek
  • Jaho
  • Koto Baru
  • Koto Laweh
  • Pandai Sikek
  • Paninjauan
  • Panyalaian
  • Singgalang
  • Tambangan

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Suku
  3. Referensi
  4. Pranala luar

Artikel Terkait

Kabupaten Tanah Datar

kabupaten di Indonesia

Daftar kecamatan dan nagari di Kabupaten Tanah Datar

daftar kecamatan dan nagari di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten Tanah Datar memiliki 14 kecamatan dan 75 nagari. Luas wilayahnya

Daftar nagari di Sumatera Barat

wilayah adat. Berikut adalah daftar nagari di Sumatera Barat. Kabupaten Agam memiliki 16 kecamatan dan 92 nagari. Luas wilayahnya mencapai 2.226,27 km²

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026