Taman Alam Gunung Iglit–Baco (MIBNP) adalah kawasan konservasi yang ditelah secara hukum di Filipina dan merupakan Taman Warisan ASEAN yang berlokasi di Pulau Mindoro, di Filipina bagian tengah. Kawasan ini pertama kali didirikan pada tahun 1970 berdasarkan Undang-Undang Republik No. 6148 sebagai taman nasional yang meliputi wilayah seluas 75.445 hektar di sekitar Gunung Iglit dan Gunung Baco di pedalaman Mindoro. Taman ini merupakan habitat dengan populasi terbesar yang tersisa dari tamaraw yang sangat terancam punah. Pada tahun 2003, Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) mencantumkannya sebagai salah satu dari empat taman warisan di Filipina. Taman ini juga telah dinominasikan ke Daftar Sementara Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2006. Pada tahun 2018, taman ini ditetapkan sebagai "Taman Alam" berdasarkan Undang-Undang Republik No. 11038 atau Expanded National Integrated Protected Areas Systems (ENIPAS) Act tahun 2018, yang meningkatkan luas wilayah menjadi 106.656 hektar.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Taman Alam Gunung Iglit–Baco | |
|---|---|
IUCN Kategori IV (Kawasan Pengelolaan Habitat/Spesies) | |
Gunung Iglit di Calintaan | |
![]() | |
| Lokasi | Mindoro, Filipina |
| Kota terdekat | Sablayan, Calintaan, Rizal dan San Jose, Occidental Mindoro Bongabong, Bansud, Gloria, dan Mansalay, Oriental Mindoro |
| Koordinat | 12°54′N 121°13′E / 12.900°N 121.217°E / 12.900; 121.217[[Sistem koordinat geografis|Koordinat]]: <templatestyles src=\"Module:Coordinates/styles.css\"></templatestyles><span class=\"plainlinks nourlexpansion\">[https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&pagename=Taman_Nasional_Gunung_Iglit%E2%80%93Baco¶ms=12_54_N_121_13_E_region:PH_type:landmark <span class=\"geo-default\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\"><span class=\"latitude\">12°54′N</span> <span class=\"longitude\">121°13′E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\"> / </span><span class=\"geo-nondefault\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\">12.900°N 121.217°E</span><span style=\"display:none\"> / <span class=\"geo\">12.900; 121.217</span></span></span>]</span>[[Category:Pages using gadget WikiMiniAtlas]]</span>"},"html":"<span id=\"coordinates\"><a rel=\"mw:WikiLink\" href=\"./Sistem_koordinat_geografis\" title=\"Sistem koordinat geografis\" id=\"mwBg\">Koordinat</a>: <link rel=\"mw-deduplicated-inline-style\" href=\"mw-data:TemplateStyles:r28112010\" about=\"#mwt5\" typeof=\"mw:Extension/templatestyles\" data-mw='{\"name\":\"templatestyles\",\"attrs\":{\"src\":\"Module:Coordinates/styles.css\"},\"body\":{\"extsrc\":\"\"}}' id=\"mwBw\"/><span class=\"plainlinks nourlexpansion\" id=\"mwCA\"><a rel=\"mw:ExtLink\" href=\"https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&pagename=Taman_Nasional_Gunung_Iglit%E2%80%93Baco&params=12_54_N_121_13_E_region:PH_type:landmark\" class=\"external text\" id=\"mwCQ\"><span class=\"geo-default\" id=\"mwCg\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwCw\"><span class=\"latitude\" id=\"mwDA\">12°54′N</span> <span class=\"longitude\" id=\"mwDQ\">121°13′E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\" id=\"mwDg\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwDw\"></span> / <span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwEA\"></span></span><span class=\"geo-nondefault\" id=\"mwEQ\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwEg\">12.900°N 121.217°E</span><span style=\"display:none\" id=\"mwEw\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwFA\"></span> / <span class=\"geo\" id=\"mwFQ\">12.900; 121.217</span></span></span></a></span><link rel=\"mw:PageProp/Category\" href=\"./Kategori:Pages_using_gadget_WikiMiniAtlas\" id=\"mwFg\"/></span>"}' id="mwFw"/> |
| Luas | 106,65562 hektare (263,5518 ekar) |
| Didirikan | 9 November 1970; 1 Juni 1992; 22 Juni 2018 |
| Pengunjung | 322 (in November 2019 sampai Februari 2020) |
| Badan pengelola | Departemen Lingkungan dan Sumber Daya Alam |
Taman Alam Gunung Iglit–Baco (MIBNP) adalah kawasan konservasi yang ditelah secara hukum di Filipina dan merupakan Taman Warisan ASEAN yang berlokasi di Pulau Mindoro, di Filipina bagian tengah. Kawasan ini pertama kali didirikan pada tahun 1970 berdasarkan Undang-Undang Republik No. 6148 sebagai taman nasional yang meliputi wilayah seluas 75.445 hektar (186.430 are) di sekitar Gunung Iglit dan Gunung Baco di pedalaman Mindoro.[1] Taman ini merupakan habitat dengan populasi terbesar yang tersisa dari tamaraw (Bubalus mindorensis, jenis kerbau kecil) yang sangat terancam punah. Pada tahun 2003, Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) mencantumkannya sebagai salah satu dari empat taman warisan di Filipina.[2] Taman ini juga telah dinominasikan ke Daftar Sementara Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2006.[3] Pada tahun 2018, taman ini ditetapkan sebagai "Taman Alam" berdasarkan Undang-Undang Republik No. 11038 atau Expanded National Integrated Protected Areas Systems (ENIPAS) Act tahun 2018, yang meningkatkan luas wilayah menjadi 106.656 hektar (263.550 are).[4][5]

Taman alam ini terletak di wilayah selatan-tengah Mindoro dan secara administratif terbagi di seluruh munisipalitas Sablayan, Calintaan, Rizal, dan San Jose di Mindoro Barat (Occidental Mindoro), serta munisipalitas Bongabong, Bansud, Gloria, dan Mansalay di Mindoro Timur (Oriental Mindoro).[6]
Taman ini memiliki topografi yang kasar, tersusun atas lereng, ngarai sungai, gunung, dan dataran tinggi. Di bagian utara taman, Gunung Baco menjulang hingga elevasi 2.488 meter (8.163 kaki) di atas permukaan laut (dpl). Gunung Iglit mencapai 2.364 meter (7.756 kaki) dan terletak di sebelah selatan Gunung Baco.[3]

Taman ini merupakan rumah bagi setidaknya enam kelompok etnis di pulau tersebut: Batangas, Tagalog, Mangyan, Bisaya, Bikolano, dan Ilocano.[7] Setidaknya lima (5) sub-kelompok Mangyan, meliputi 1) Bangon; 2) Buhid; 3) Hanunuo; 4) Tadyawan; dan 5) TaoBuid, masing-masing dengan bahasa, budaya, dan tradisinya sendiri. Terlebih lagi, kawasan konservasi ini berbagi batas dengan sebagian wilayah adat Suku Taobuid, Buhid, dan Bangon, dengan budaya mereka yang unik dan saling terkait di dalam MIBNP. Komunitas-komunitas ini telah memelihara hubungan yang mendalam dengan lahan selama beberapa generasi, dengan tradisi dan cara hidup mereka saling terkait dengan ritme alamiah taman. Suku Mangyan bergantung pada taman ini untuk mata pencaharian subsisten mereka, di mana mereka terlibat dalam pertanian tradisional dan perburuan untuk pangan. Ada juga area padang rumput yang diubah menjadi lahan penggembalaan, serta area pertanian tebang-bakar "kaingin".[7]