Yang Berbahagia Tan Sri Dato' Syed Jaafar Albar merupakan tokoh politik Malaysia yang berasal dari negara bagian Johor. Lahir di Hindia Belanda dari keturunan Arab Hadhrami, ia pindah ke Singapura saat berusia 14 tahun, yang pada waktu itu masih merupakan bagian dari Malaya Britania Raya. Ia dikenal sebagai tokoh yang membela partai Organisasi Bangsa Melayu Bersatu (UMNO) dan memiliki pandangan radikal mengenai Ketuanan Melayu. Ia pernah menjabat sebagai sekretaris jenderal UMNO pada tahun 1960-an, sebelum pada akhirnya mengundurkan diri setelah Singapura lepas dari Federasi Malaysia.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Artikel ini memiliki beberapa masalah. Tolong bantu memperbaikinya atau diskusikan masalah-masalah ini di halaman pembicaraannya. (Pelajari bagaimana dan kapan saat yang tepat untuk menghapus templat pesan ini)
|
Syed Jaafar Albar | |
|---|---|
| سيد جعفر البار سيد حسن البارcode: ms is deprecated | |
| Ketua Pemuda Organisasi Bangsa Melayu Bersatu ke-6 | |
| Masa jabatan 1976–1977 | |
| Presiden | Abdul Razak Hussein |
| Anggota Parlemen Malaysia dapil Panti | |
| Masa jabatan 1974–1977 | |
Pendahulu Konstituensi dibentuk Pengganti Saadun Muhammad Noh | |
| Anggota Parlemen Malaysia dapil Johore Tenggara | |
| Masa jabatan 1959–1974 | |
Pendahulu Konstituensi dibentuk Pengganti Konstituensi dibubarkan | |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | (1914-08-21)21 Agustus 1914 Hindia Belanda (kini Indonesia) |
| Meninggal | 14 Januari 1977(1977-01-14) (umur 62) Muar, Johor, Malaysia |
| Makam | Makam Pahlawan, Masjid Negara, Kuala Lumpur |
| Partai politik | |
| Anak | Syed Hamid Albar |
| Pekerjaan | Politikus |
Yang Berbahagia Tan Sri Dato' Syed Jaafar Albar (21 Agustus 1914 – 14 Januari 1977) merupakan tokoh politik Malaysia yang berasal dari negara bagian Johor. Lahir di Hindia Belanda dari keturunan Arab Hadhrami, ia pindah ke Singapura saat berusia 14 tahun, yang pada waktu itu masih merupakan bagian dari Malaya Britania Raya.[1] Ia dikenal sebagai tokoh yang membela partai Organisasi Bangsa Melayu Bersatu (UMNO) dan memiliki pandangan radikal mengenai Ketuanan Melayu. Ia pernah menjabat sebagai sekretaris jenderal UMNO pada tahun 1960-an, sebelum pada akhirnya mengundurkan diri setelah Singapura lepas dari Federasi Malaysia.
Syed Jaafar Albar dicap 'ultra Malay' oleh Lee Kuan Yew dari Singapura karena kelantangan dia memperjuangkan nasib orang Melayu khususnya di Singapura. Dia dikritik hebat kerana tidak menerima konsep 'Malaysian Malaysia' yang diperjuangkan oleh DAP.
Syed Jaafar Albar disindir sebagai DKA iaitu 'Darah Keturunan Arab' dan sama statusnya dengan pendatang lain seperti Cina dan India di Malaysia, tidak layak mendapat taraf keistimewaan Melayu sebagaimana tercantum Pasal 153, Perlembagaan Persekutuan Malaysia.
Pada 17 Januari 1958, ketika berumur 43 tahun, dia dilantik sebagai pegawai Kantor Malaysia di London. Sebelum itu dia telah menjadi Sekretaris Jenderal UMNO dari 1952 hingga 1958.
Anak dia, Syed Hamid Albar, pernah menjadi Menteri Luar Negeri Malaysia dan juga aktif di politik.