Dr. Syamsul Balda, S.E., M.B.A., M.Sc., CH, CHt adalah seorang pengusaha dan politikus Indonesia yang pernah menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dalam Pergantian Antar Waktu sisa masa jabatan 1999–2004 menggantikan Nur Mahmudi Ismail yang dilantik menjadi Menteri Kehutanan dan Perkebunan Indonesia di Kabinet Persatuan Nasional.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Syamsul Balda | |
|---|---|
| Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia | |
| Masa jabatan 24 Maret 2000 – 30 September 2004 | |
| Presiden | Abdurrahman Wahid Megawati Soekarnoputri |
| Ketua | Akbar Tandjung |
| Grup parlemen | Fraksi Reformasi (Partai Keadilan Sejahtera) |
| Daerah pemilihan | DKI Jakarta |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 1964 (umur 61–62) |
| Kebangsaan | Indonesia |
| Partai politik | Partai Keadilan (1998–2003) Independen (sejak 2003) |
| Almamater | Universitas Sebelas Maret IPMI Jakarta Universitas Indonesia Iowa State University Ohio State University |
| Profesi | Pengusaha Penulis Politikus |
Dr. Syamsul Balda, S.E., M.B.A., M.Sc., CH, CHt (lahir 1964)[1] adalah seorang pengusaha dan politikus Indonesia yang pernah menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dalam Pergantian Antar Waktu sisa masa jabatan 1999–2004 menggantikan Nur Mahmudi Ismail yang dilantik menjadi Menteri Kehutanan dan Perkebunan Indonesia di Kabinet Persatuan Nasional.
Ia merupakan salah satu pendiri Partai Keadilan yang menjabat sebagai Wakil Presiden dan keluar dari partai tersebut sejak berganti nama menjadi Partai Keadilan Sejahtera. Namun, setelah selesai menjabat sebagai anggota DPR RI, ia menyatakan untuk tidak terlibat kembali dalam dunia politik dikarenakan ia merasa tidak ada partai politik yang sifatnya idealis.[2]
Forum Kader Peduli, berdiri pada September 2008 dan berpusat di Masjid Al Hikmah Mampang Prapatan, tempat PKS pertama kali dideklarasikan. Tokoh penting yang jadi pentolan di forum ini antara lain Yusuf Supendi, salah satu deklarator Partai Keadilan. Namun di balik Yusuf, ada lagi tokoh yang lebih berpengaruh yakni Syamsul Balda, mantan wakil presiden Partai Keadilan. Forum ini ditujukan untuk "membeberkan" "borok" para petinggi PKS saat itu.[3]
Meski telah keluar dari Partai Keadilan (sekarang bernama Partai Keadilan Sejahtera), Syamsul berani mengomentari terkait tuduhan penggelapan uang partai oleh Yusuf Supendi.[4] Ia menyebut Yusuf memiliki bukti dan saksi sehingga dituduh bahwa Yusuf telah menggelapkan uang partai.[5] Bahkan, ia menyebutkan bahwa PKS lebih pragmatis dibanding dengan PK yang lebih idealis. Atas komentar tersebut, PKS menanggapi bahwa ia tidak pantas untuk berkomentar mengenai kasus yang melibatkan Yusuf, dikarenakan Syamsul bukan lagi sebagai kader PKS.[6]