Swasmi Purwajanti adalah seorang peneliti di Pusat Penelitian Teknologi Bersih dan Lingkungan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Ia menjadi salah satu anggota kelompok riset nanotekologi lingkungan di BRIN. Kelompok riset ini berfokus pada penelitian dan inovasi nanomaterial, keamanan lingkungan, serta pengolahan limbah menjadi nanomaterial fungsional bernilai ekonomis. Ia merupakan salah satu perempuan Indonesia yang meraih penghargaan atas penelitian ilmiahnya dalam ajang L'Oréal-UNESCO Women in Science 2019 yang diselenggarakan di gedung Kementerian Riset dan Teknologi. Dalam ajang ini, Swasmi menerima penghargaan bersama 3 perempuan Indonesia lainnya, yaitu Widiastuti Karim dari Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Udayana, Bali, Ayu Savitri Nurinsiyah dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dan Osi Arutanti dari LIPI.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Dr. Swasmi Purwajanti, M.Sc. | |
|---|---|
| Kebangsaan | Indonesia |
| Pendidikan | S-3 di Universitas Queensland, S-2 di Newcastle University S-1 di Universitas Diponegoro |
| Pekerjaan | Ilmuwan, Peneliti |
Swasmi Purwajanti adalah seorang peneliti di Pusat Penelitian Teknologi Bersih dan Lingkungan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Ia menjadi salah satu anggota kelompok riset nanotekologi lingkungan di BRIN. Kelompok riset ini berfokus pada penelitian dan inovasi nanomaterial, keamanan lingkungan, serta pengolahan limbah menjadi nanomaterial fungsional bernilai ekonomis.[1] Ia merupakan salah satu perempuan Indonesia yang meraih penghargaan atas penelitian ilmiahnya dalam ajang L'Oréal-UNESCO Women in Science 2019 yang diselenggarakan di gedung Kementerian Riset dan Teknologi.[2] Dalam ajang ini, Swasmi menerima penghargaan bersama 3 perempuan Indonesia lainnya, yaitu Widiastuti Karim dari Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Udayana, Bali, Ayu Savitri Nurinsiyah dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dan Osi Arutanti dari LIPI.[3]
Swasmi memperoleh gelar sarjana dari Universitas Diponegoro dan gelar magister di bidang teknik kimia dari Newcastle University, Inggris. Ia kemudian melanjutkan studi doktoralnya dalam nanomaterial fungsional lanjutan di University of Queensland, Australia, hingga meraih gelar PhD.[4]
Swasmi meneliti ilmu material di University of South Carolina, dengan fokus pada sintesis nanomaterial, khususnya nanokomposit sebagai fotokatalis untuk dekomposisi zat poli- dan perfluoroalkil (PFAS). Penelitiannya memiliki aplikasi praktis yang relevan, mengingat tingginya penggunaan PFAS di berbagai sektor. Karyanya berpotensi berkontribusi dalam mengatasi dampak lingkungan serta dekomposisi efektif senyawa PFAS.[5]
Pada tahun 2022, Swasmi dilantik menjadi Peneliti Ahli Madya oleh Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko.[6]
Sebagai ilmuwan, Swasmi banyak melakukan penelitian dan menulis publikasi yang telah diterbitkan di beberapa jurnal baik nasional maupun internasional. Beberapa jurnal yang ditulis adalah:[7]
| No | Judul Publikasi | Tahun |
|---|---|---|
| 1 | Electrospun PVDF-HFP/MgO Nanofiber Composites: Influence of MgO Nanoparticles Content on Nanostructure, Thermal, Mechanical, and Surface[8] | 2024 |
| 2 | PVC waste-derived nanofiber: Simple fabrication with high potential performance for PM removal in air filtration[9] | 2024 |
| 3 | Green Synthesis of Ag Nanoparticle-Decorated MgO Microspheres by Curcuma xantorrizha Extract and Its Potential Antimicrobial Activity[10] | 2023 |
| 4 | Rational design of functional nanoporous materials to confine water pollutant in controlled nano-space[11] | 2020 |
| 5 | Development of magnesium oxide-based functional nanomaterials for water remediation[12] | 2017 |
Swasmi meraih penghargaan L’Oréal-UNESCO For Women in Science 2019 atas penelitiannya dalam pengembangan super nanoadsorben multi-fungsi berbasis magnesium oksida dari bittern untuk meningkatkan efisiensi dekontaminasi air. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menristek/Kepala BRIN, Bambang P. S. Brodjonegoro, pada Selasa (26/11) di Auditorium Gedung D Kemdikbud. Swasmi dinilai memiliki kontribusi dan dedikasi besar terhadap kemajuan riset dan sains di Indonesia, dengan dampak nyata bagi masyarakat.[13]