Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Suyab

Suyab, juga dikenal sebagai Ordukent, adalah sebuah kota kuno di Jalur Sutra yang terletak sekitar 50 km di sebelah timur Bishkek, dan 8 km di sebelah barat daya Tokmok, di lembah Sungai Chu, wilayah Kirgizstan modern. Reruntuhan kota ini, bersama situs arkeologi lain yang terkait dengan Jalur Sutra, ditetapkan pada tahun 2014 sebagai bagian dari Situs Warisan Dunia UNESCO Jalur Sutra: Jaringan Rute Koridor Chang'an-Tianshan.

Wikipedia article
Diperbarui 29 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Suyab
Suyab
Suyab di Kirgizstan
Suyab
Letak di peta Kirgizstan
Tampilkan peta Kirgizstan
Suyab di West and Central Asia
Suyab
Suyab (West and Central Asia)
Tampilkan peta West and Central Asia
Nama alternatifOrdukent
LokasiProvinsi Chui, Kirgizstan
Koordinat42°48′18.8″N 75°11′59.6″E / 42.805222°N 75.199889°E / 42.805222; 75.199889[[Sistem koordinat geografis|Koordinat]]: <templatestyles src=\"Module:Coordinates/styles.css\"></templatestyles><span class=\"plainlinks nourlexpansion\">[https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&pagename=Suyab&params=42_48_18.8_N_75_11_59.6_E_type:landmark <span class=\"geo-default\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\"><span class=\"latitude\">42°48′18.8″N</span> <span class=\"longitude\">75°11′59.6″E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\">&#xfeff; / &#xfeff;</span><span class=\"geo-nondefault\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\">42.805222°N 75.199889°E</span><span style=\"display:none\">&#xfeff; / <span class=\"geo\">42.805222; 75.199889</span></span></span>]</span>[[Category:Pages using gadget WikiMiniAtlas]]</span>"},"html":"<span id=\"coordinates\"><a rel=\"mw:WikiLink\" href=\"./Sistem_koordinat_geografis\" title=\"Sistem koordinat geografis\" id=\"mwBA\">Koordinat</a>: <link rel=\"mw-deduplicated-inline-style\" href=\"mw-data:TemplateStyles:r28112010\" about=\"#mwt6\" typeof=\"mw:Extension/templatestyles\" data-mw='{\"name\":\"templatestyles\",\"attrs\":{\"src\":\"Module:Coordinates/styles.css\"},\"body\":{\"extsrc\":\"\"}}' id=\"mwBQ\"/><span class=\"plainlinks nourlexpansion\" id=\"mwBg\"><a rel=\"mw:ExtLink\" href=\"https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&amp;pagename=Suyab&amp;params=42_48_18.8_N_75_11_59.6_E_type:landmark\" class=\"external text\" id=\"mwBw\"><span class=\"geo-default\" id=\"mwCA\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwCQ\"><span class=\"latitude\" id=\"mwCg\">42°48′18.8″N</span> <span class=\"longitude\" id=\"mwCw\">75°11′59.6″E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\" id=\"mwDA\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwDQ\"></span> / <span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwDg\"></span></span><span class=\"geo-nondefault\" id=\"mwDw\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwEA\">42.805222°N 75.199889°E</span><span style=\"display:none\" id=\"mwEQ\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwEg\"></span> / <span class=\"geo\" id=\"mwEw\">42.805222; 75.199889</span></span></span></a></span><link rel=\"mw:PageProp/Category\" href=\"./Kategori:Pages_using_gadget_WikiMiniAtlas\" id=\"mwFA\"/></span>"}' id="mwFQ"/>
JenisPermukiman
Sejarah
DidirikanAbad ke 5-6
DitinggalkanAbad ke-11
Catatan situs
KondisiReruntuhan

Suyab (Persia: سوی آبcode: fa is deprecated ; Hanzi tradisional: 碎葉; Hanzi sederhana: 碎叶; Pinyin: Suìyè; Wade–Giles: Sui4-yeh4 Tionghoa Pertengahan: /suʌiH jiᴇp̚/), juga dikenal sebagai Ordukent (saat ini Ak-Beshim), adalah sebuah kota kuno di Jalur Sutra yang terletak sekitar 50 km di sebelah timur Bishkek, dan 8 km di sebelah barat daya Tokmok, di lembah Sungai Chu, wilayah Kirgizstan modern. Reruntuhan kota ini, bersama situs arkeologi lain yang terkait dengan Jalur Sutra, ditetapkan pada tahun 2014 sebagai bagian dari Situs Warisan Dunia UNESCO Jalur Sutra: Jaringan Rute Koridor Chang'an-Tianshan.[1]

Sejarah

Permukiman para pedagang Sogdia tumbuh di sepanjang Jalur Sutra pada abad ke-5 atau ke-6. Nama kota ini berasal dari Sungai Suyab,[2] yang berasal dari bahasa Persia (dalam bahasa Persia: suy berarti “menuju” + ab berarti “air”, “sungai”).[3] Suyab pertama kali dicatat oleh peziarah Tiongkok Xuanzang yang melakukan perjalanan di wilayah tersebut pada tahun 629:[4][5]

Bepergian 500 li ke barat laut Danau Qing Besar, kami tiba di kota Sungai Suye. Kota ini memiliki lingkar 6 atau 7 li; berbagai pedagang Hu (‘barbar’) dari negara-negara sekitar berkumpul dan tinggal di sini. Tanahnya baik untuk millet merah dan anggur; hutannya tidak lebat, iklimnya berangin dan dingin; penduduknya mengenakan pakaian wol berkualitas. Berjalan dari Suye ke barat, terdapat banyak kota kecil yang terpencar; masing-masing memiliki kepala suku; mereka tidak saling bergantung, tetapi semuanya tunduk kepada Tujue.

Pada masa pemerintahan Tong Yabghu Qaghan, Suyab menjadi ibu kota utama Kekhanan Turk Barat.[6] Sang khagan juga memiliki ibu kota musim panas di Navekat dekat mata air di utara Tashkent di Lembah Talas.[7] Terdapat hubungan simbiosis: orang Sogdia bertanggung jawab atas kemakmuran ekonomi, sementara orang Göktürk mengurus keamanan militer kota.

Setelah kejatuhan kekhanan, Suyab diserap ke dalam Dinasti Tang dan menjadi pos militer antara tahun 648 dan 719. Benteng Tiongkok dibangun di sana pada 679, dan agama Buddha berkembang pesat. Menurut beberapa catatan, penyair besar Li Bai lahir di Suyab.[8] Pengembara asal Tiongkok Du Huan, yang mengunjungi Suyab pada 751, menemukan di antara reruntuhan sebuah biara Buddha yang masih berfungsi, tempat Putri Jiaohe, putri dari Ashina Huaidao, pernah tinggal.[9][10]

Suyab merupakan salah satu dari Empat Garnisun Protektorat Anxi hingga tahun 719, ketika kota itu diserahkan kepada Suluk dari Türgesh, yang ditunjuk oleh istana Tang sebagai “Kaghan yang Setia dan Patuh”.[2][11] Setelah Suluk dibunuh pada 738, kota tersebut segera direbut kembali oleh pasukan Tang, bersama kota Talas.[12] Benteng itu memiliki arti strategis dalam peperangan antara Dinasti Tang dan Kekaisaran Tibet. Pada 766, kota tersebut jatuh kepada penguasa Karluk yang bersekutu dengan Kekhanan Uighur yang baru muncul.

Tentang sejarah Suyab setelah itu, hanya sedikit catatan, terutama setelah Tiongkok menarik Empat Garnisun pada 787. David Nicolle menyatakan bahwa Suyab menyediakan 80.000 prajurit bagi tentara Karluk dan diperintah oleh seorang yang dikenal sebagai “Raja Para Pahlawan”.[13] Hudud al-Alam, selesai pada 983, mencatat Suyab sebagai kota berpenduduk 20.000 jiwa. Diperkirakan kota ini digantikan oleh Balasagun pada awal abad ke-11 dan kemudian ditinggalkan.

Wilayah sekitar Suyab sempat kembali berada di bawah kekuasaan Tiongkok pada masa Dinasti Qing abad ke-18, namun diserahkan kepada Kekaisaran Rusia melalui Perjanjian Tarbagatai pada 1864, bersama dengan Danau Balkhash. Kawasan itu kemudian menjadi bagian dari Oblast Semirechye milik Kekaisaran Rusia; setelah delimitasi nasional di Asia Tengah Soviet selesai pada 1936, Suyab dimasukkan ke Republik Sosialis Soviet Kirgizstan.[14][15]

Situs arkeologi

Pada abad ke-19, reruntuhan di Ak-Beshim diidentifikasi secara keliru sebagai Balasagun, ibu kota Kara-Khitan. Vasily Bartold, yang mengunjungi situs itu pada 1893–1894, juga mendukung identifikasi tersebut.[16] Walaupun penggalian dimulai pada 1938, baru pada 1950-an ditentukan bahwa situs itu telah ditinggalkan sejak awal abad ke-11 dan sehingga reruntuhan ini bukan Balasagun, yang berkembang hingga abad ke-14.[17]

Situs arkeologi Suyab mencakup kawasan seluas sekitar 30 hektare. Sebagai bukti budaya Suyab yang beragam dan dinamis, situs ini mencakup sisa-sisa benteng Tiongkok, gereja Nestorian, osuari Zoroastrian, dan balbal Turki. Situs ini sangat kaya akan temuan patung dan stela Buddha.[18] Selain beberapa kuil Buddha, terdapat pula gereja dan pemakaman Nestorian dari abad ke-7, serta kemungkinan biara abad ke-10 dengan lukisan dinding dan prasasti dalam aksara Sogdi dan Uighur.[19]

Lihat pula

  • Navekat

Referensi

Kutipan

  1. ↑ "Silk Roads: the Routes Network of Chang'an-Tianshan Corridor". UNESCO World Heritage Centre. United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization. Diakses tanggal 17 Apr 2021.
  2. 1 2 Xue (1998), p. 136-140, 212-215.
  3. ↑ Transboundary Chu-Talas
  4. ↑ Ji (1985), p. 25.
  5. ↑ Ye. I. Lubo-Lesnichenko. Svedeniya kitaiskikh pismennykh istochnikov o Suyabe (Gorodishche Ak-Beshim). [Information of Chinese Written Sources about Suyab (Ak-Beshim)]. // Suyab Ak-Beshim. St. Petersburg, 2002. Pages 115-127.
  6. ↑ Great Soviet Encyclopaedia, 3rd ed. Article "Turkic Khaganate".
  7. ↑ Xue (1992), p. 284-285
  8. ↑ Zhongguo fu li hui, Chung-kuo fu li hui. China Reconstructs. China Welfare Institute, 1989. Page 58.
  9. ↑ Forte A. An Ancient Chinese Monastery Excavated in Kirgizia // Central Asiatic Journal, 1994. Volume 38. No. 1. Pages 41-57.
  10. ↑ Cui (2005), p. 244-246
  11. ↑ Zongzheng, Xue (1992), p. 596-597, 669
  12. ↑ Zongzheng, Xue (1992), p. 686
  13. ↑ Nicolle (1990), p. 32.
  14. ↑ "葛剑雄:唐朝是中亚竞争的失败者(图)". ifeng.com. Diakses tanggal 3 April 2020.
  15. ↑ "1864年《勘分西北界约记》,失去44万平方公里,含此五大旅游胜地". 30 Januari 2020. Diakses tanggal 3 April 2020.
  16. ↑ Бартольд В.В. Отчет о поездке в Среднюю Азию с археологической целью ("report on an archaeological campaign in Central Asia"), collected writings, vol. 4
  17. ↑ Г.Л. Семенов. Ак-Бешим и города Семиречья. // Проблемы политогенза кыргызской государственности. ("Ak-Beshi and the cities of Semirechya - problems of politogenesis in the Kyrgyz statehood") – Бишкек: АРХИ, 2003. – с. 218-222.
  18. ↑ Горячева В.Д., Перегудова С.Я. Буддийские памятники Киргизии ("Buddhist monuments of Kyrgyzstan"), pp. 187-188.
  19. ↑ Kyzlasov L.R. Arkheologicheskie issledovaniya na gorodishche Ak-Beshim v 1953-54 gg. [Archaeological Exploration of Ak-Beshim in 1953-54.]. // Proceedings of the Kama Archaeological Expedition. Vol. 2. Moscow, 1959. Pages 231-233.
    Semyonov G.I. Monastyrskoe vino Semirechya [The Wine of Semirechye Monasteries]. // Hermitage Readings in Memory of Boris Piotrovsky. St. Petersburg, 1999. Pages 70-74.

Sumber

  • Cui, Mingde (2005). The History of Chinese Heqin. Beijing: People's Press. ISBN 7-01-004828-2.
  • Nicolle, David (1990). Attila and the Nomad Hordes. Osprey Publishing. ISBN 0-85045-996-6.
  • Ji, Xianlin(1985). Journey to the West in the Great Tang Dynasty. Xi'an: Shaanxi People's Press.
  • Xue, Zongzheng (1998). Anxi and Beiting Protectorates: A Research on Frontier Policy in Tang Dynasty's Western Boundary. Harbin: Heilongjiang Education Press. ISBN 7-5316-2857-0.
  • Xue, Zongzheng (1992). A History of Turks. Beijing: Chinese Social Sciences Press. ISBN 7-5004-0432-8.

Pranala luar

  • Суяб или городище Ак-Бешим ("Suyab, atau permukiman bertembok Ak-Beshim") (dalam bahasa Rusia)
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
  • Kulturenvanteri monument

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Situs arkeologi
  3. Lihat pula
  4. Referensi
  5. Kutipan
  6. Sumber
  7. Pranala luar

Artikel Terkait

Türgesy

pria". Dia mendirikan Kekhanan Turgesy pada 699. Pada 703, Turgesy merebut Suyab dari dinasti Tang. Pada 706 putranya Saqal menggantikannya. Kedua khagans

Migrasi orang-orang Turkik

penyebaran bangsa Turk dan rumpun bahasa Turkik di seluruh Eurasia dan antara abad ke-6 dan ke-11

Sogdia

peradaban kuno dari suatu suku bangsa Iranik dan sebuah provinsi di Kekaisaran Akhemeniyah

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026