Surodadi adalah desa industri yang terletak di Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Indonesia.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Surodadi adalah desa industri yang terletak di Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Indonesia.
| Desa | |
|---|---|
| Negara | |
| Provinsi | Jawa Tengah |
| Kabupaten | Batang |
| Kecamatan | Gringsing |
| Kode pos | 51281 |
| Kode Kemendagri | 33.25.07.2005 |
| Kepala Desa | Muhlisin |
| Luas | 3,61 km² |
| Jumlah penduduk | 2.918 jiwa (2022) |
| Kepadatan | 808,31 jiwa/km² |
| Berdiri | September 8, 1628 (1628-09-08) 10 Muharram 1038 H 15 Katelu 2539 PM |
| Situs web | https://surodadi-gringsing.desa.id/ |
| Peta | |
|
| |
Keberadaan Desa Surodadi tidak lepas dari cerita rakyat atau pendiri Desa Surodadi Yaitu Mbah Kyai Hasan Khoir, Beliau prajurit dari Mataram. Pada waktu itu Kesultanan Mataram dipimpin oleh Sultan Agung Pada Tahun 1628 M. Pada waktu itu Sultan Agung mengirim pasukan ke Batavia mengikuti pasukan Mataram yang dipimpin oleh Pangeran Tumenggung Bahurekso atau Bupati Kendal saat itu, Sebagai angkatan perang Mataram Utara, setelah di Batavia angkatan perang dari Mataram kalah dan banyak yang tewas dan juga banyak yang selamat termasuk Kyai Hasan Khoir yang pulang kembali ke Kendal. Prajurit yang masih hidup banyak yang lari ke hutan mereka akhirnya mendirikan daerah-daerah atau desa-desa seperti Pangeran Sambong, Kyai Kendil Wesi, Kyai Gentong Lontong, Kyai Krinci, Ki Demang Sulang dan juga mbah Hasan Khoir yang membuka Desa Surodadi.[1]
Desa Surodadi terletak di ujung barat Kecamatan Gringsing tepatnya berada di sebelah barat Jalur Lingkar Alas Roban dan berada di Jalur Pantura dan wilayahnya merupakan Perbukitan. Desa Surodadi merupakan perbatasan dari 3 kecamatan yaitu Gringsing, Banyuputih, dan Tersono. Desa Surodadi dialiri oleh Kali Kuto di bagian selatan.
| Utara | Desa Sawangan |
| Timur | Desa Sentul |
| Selatan | Desa Madugowongjati |
| Barat | Desa Timbang (Banyuputih) dan Desa Satriyan (Tersono) |
Potensi Desa Surodadi terletak pada industri desa, UMKM, pertanian, dan peternakan, serta posisi strategis di jalur Pantura. Desa ini dikenal sebagai desa industri dengan aktivitas ekonomi yang ramai, serta memiliki UMKM yang memberdayakan warga melalui produk seperti keripik dan jamu yang dipasarkan secara daring. Potensi lainnya adalah sektor peternakan, khususnya bebek, yang sistem gaduh (bagi hasil) dan hasilnya menjadi sumber bahan baku UMKM.[2]
Desa ini memiliki ikon populer berupa "ganjel truk" di jalur Pantura yang sudah dikenal sejak puluhan tahun, menunjukkan aktivitas ekonomi dan lalu lintas yang ramai di wilayah tersebut.[3]
Desa Surodadi dikenal sebagai desa industri. Keberadaan kawasan industri sering kali mengindikasikan perkembangan infrastruktur dan ekonomi yang lebih pesat dibandingkan daerah agraris atau pemukiman biasa.[4]
Desa Surodadi terdiri dari 4 dukuh yaitu:
Ada beberapa wilayah dibawah dukuh yaitu:
Desa Surodadi terdiri dari 4 RW dan 10 RT yaitu:
Desa Surodadi di Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, telah menunjukkan perkembangan signifikan yang berfokus pada pembangunan infrastruktur vital dan peningkatan tata kelola pemerintahan desa. Perkembangan terbaru pada tahun 2024 mencakup selesainya rehabilitasi Jembatan "Suromadu" yang krusial bagi akses ekonomi dan sosial warga, serta mendukung akses ke Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).[6]
Selain itu, desa ini mendapatkan pengakuan atas tata kelola keuangannya yang baik, terbukti dengan masuknya Surodadi dalam seleksi perluasan program desa anti korupsi (2024), menunjukkan komitmen kuat terhadap transparansi dan pelibatan masyarakat dalam pembangunan. Secara ekonomi, desa ini terus mempertahankan identitasnya sebagai sentra industri rumahan "ganjel truk" (penyangga roda truk) yang legendaris di jalur Pantura, menjadikannya desa industri yang berprestasi dan menjadi rujukan bagi daerah lain dalam pengelolaan potensi lokal.[7]
Aspek digitalisasi melengkapi perkembangan desa ini, mengukuhkan Desa Surodadi sebagai Juara 1 Desa Digital tingkat Kabupaten Batang. Prestasi ini diraih berkat penerapan sistem layanan surat-menyurat secara online melalui website resmi desa (surodadi-gringsing.desa.id), yang memudahkan warga dan meningkatkan efisiensi administrasi. Transparansi informasi juga ditekankan melalui media sosial dan website, didukung oleh pembentukan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang memastikan komunikasi dua arah antara pemerintah dan warga berjalan lancar dan cepat. Inisiatif digital ini menjadikan Surodadi desa percontohan dalam pemanfaatan teknologi untuk pelayanan publik dan keterbukaan informasi.[8]
Di Desa Surodadi terdapat 6 Sekolah yaitu: