Surah Al-Hijr adalah surah ke-15 dalam al-Qur'an; terdiri atas 99 ayat. Surah ini diawali dengan muqatha'at Alif, Lam, Ra (A-L-R).
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| الحجرcode: ar is deprecated al-Ḥijr | |
|---|---|
| Klasifikasi | Makkiyah |
| Juz | 13–14 |
| Hizb | 27 |
| Jumlah ruku | 6 |
| Jumlah ayat | 99 |
| Jumlah kata | 657 |
| Jumlah huruf | 2.882 |
| Muqaṭṭaʻāt | Alif, Lam, Ra |
Surah Al-Hijr (bahasa Arab: الحجرcode: ar is deprecated , translit. al-Ḥijr, har. 'Bukit Batu') adalah surah ke-15 dalam al-Qur'an; terdiri atas 99 ayat. Surah ini diawali dengan muqatha'at Alif, Lam, Ra (A-L-R).
Berdasarkan asbabunnuzul, surah ini termasuk dalam surah Makiyah, diwahyukan kepada Nabi Islam Muhammad setelah Surah Yusuf, selama masa-masa akhir periode Makkah. Sama seperti surah lainnya, surah ini dimulai dengan memuji Allah. Ayat 4–74 dari surah ini terlestarikan dalam Manuskrip Sana'a lapisan bawah.[1]
Secara garis besar, surah ini dibuka dengan dasar-dasar tauhid, serta peringatan terhadap orang-orang kafir. Secara garis besar surah ini memberikan dukungan atas dakwah bagi Nabi Muhammad, sekaligus memperingatkan kepada siapa saja yang abai terhadap dakwah Muhammad.
Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya.
Ibnu Katsir mengatakan, "Allah Ta'ala berfirman bahwa Dia-lah yang mewahyukan adz-Dzikr (nama lain Al-Qur'an) padanya (Nabi Muhammad), dan Dia memeliharanya dari segala penyelewengan oleh tangan manusia.[2]
Ayat 28–44 mengisahkan penciptaan Adam, manusia pertama dalam kisah penciptaan agama-agama Abrahamik. Saat Adam diciptakan, para malaikat dan makhluk-makhluk-Nya diperintahkan Allah untuk sujud kepada Adam, dan hanya Iblis yang menolak untuk bersujud. Allah pun mengusir Iblis dari Surga dan akan dilaknat sampai Hari Kiamat. Namun Iblis memohon penangguhan atas laknat yang ditimpakan padanya, sehingga Allah memberi izin kepada Iblis untuk menyesatkan manusia dari jalan yang lurus hingga Hari Kiamat.[3]
Nama surah ini secara harfiah berarti "Bukit Batu". Adapun yang dimaksud "bukit batu" di sini diperkirakan adalah Mada'in Shalih, sebuah situs arkeologi pra-Islam, kadang-kadang disebut Al-Hijr, atau "Hegra".[4] Al-Hijr adalah nama sebuah daerah pegunungan yang diyakini pernah didiami oleh kaum Tsamud pada zaman dahulu yang terletak di pinggir jalan antara Madinah dan Syam (Suriah). Nama surah ini diambil dari nama daerah pegunungan itu yang berkaitan dengan nasib penduduknya yaitu kaum Tsamud pada ayat 80 sampai dengan 84, mereka telah dimusnahkan Allah, karena menantang dakwah Nabi Saleh dan berpaling dari ayat-ayat Allah. Dalam surah ini terdapat juga kisah-kisah kaum yang lain yang juga dibinasakan oleh Allah seperti kaum Lut dan kaum Syu'aib. Surah ini juga mengandung pesan bahwa orang-orang yang menentang ajaran rasul-rasul akan mengalami kehancuran.[5][2]
| Surah Sebelumnya: Surah Ibrahim |
Al-Qur'an | Surah Berikutnya: Surah An-Nahl |
| Surah 15 |