Adiantum atau suplir, adalah genus yang terdiri dari sekitar 250 spesies paku-pakuan dalam subfamili Vittarioideae dari famili Pteridaceae, walaupun beberapa peneliti menempatkannya dalam familinya sendiri, Adiantaceae. Nama genus ini berasal dari bahasa Yunani, yang berarti "tidak terbasahi", merujuk pada kemampuan entalnya untuk menepis air tanpa menjadi basah.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Suplir | |
|---|---|
| Paku jari lima barat (Adiantum aleuticum) | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Plantae |
| Klad: | Tracheophyta |
| Divisi: | Polypodiophyta |
| Kelas: | Polypodiopsida |
| Ordo: | Polypodiales |
| Famili: | Pteridaceae |
| Subfamili: | Vittarioideae |
| Genus: | Adiantum L. |
| Spesies tipe | |
| Adiantum capillus-veneris L. | |
| Spesies | |
|
Lihat teks | |
| Sinonim | |
| |
Adiantum[2] atau suplir (jangan disamakan dengan paku limpa rambut dara yang tampak serupa), adalah genus yang terdiri dari sekitar 250 spesies paku-pakuan dalam subfamili Vittarioideae dari famili Pteridaceae,[3] walaupun beberapa peneliti menempatkannya dalam familinya sendiri, Adiantaceae. Nama genus ini berasal dari bahasa Yunani, yang berarti "tidak terbasahi", merujuk pada kemampuan entalnya untuk menepis air tanpa menjadi basah.
Tumbuhan ini memiliki penampilan yang khas, dengan stipe dan rakis yang gelap dan sering kali berwarna hitam, serta jaringan daun berwarna hijau cerah yang sering kali terpotong secara halus. Sori terletak di bawah tepi daun (submarginal), dan tertutup oleh kelepak jaringan daun yang melengkung (refleks) yang menyerupai indusia. Dimorfisme antara ental steril dan fertil umumnya tidak terlalu kentara.
Genus ini umumnya menyukai tempat yang kaya humus, lembap, dan memiliki drainase yang baik, mulai dari tanah dataran rendah hingga dinding batu vertikal. Banyak spesies dikenal tumbuh secara khusus di dinding batu di sekitar air terjun dan area rembesan air.
Keanekaragaman spesies tertinggi terdapat di Andes. Keanekaragaman yang cukup tinggi juga ditemukan di Asia timur, dengan hampir 40 spesies di Tiongkok.
Spesies asli Amerika Utara meliputi A. pedatum (paku jari lima) dan kerabat dekatnya A. aleuticum, yang memiliki ciri khas berupa ental bercabang dua yang memancarkan anak daun hanya di satu sisi. Spesies kosmopolitan A. capillus-veneris (paku rambut Venus) memiliki sebaran asli yang meluas hingga ke benua timur. A. jordanii (Suplir California) adalah spesies asli pantai barat.
Terdapat flora Adiantum yang kaya di Selandia Baru dengan 3 spesies endemik (A. cunninghamii, A. viridescens, dan A. fulvum) dari total 10 spesies yang tercatat. Banyak di antaranya umum ditemukan terutama di bagian barat dan selatan kepulauan tersebut.
| Filogeni Adiantum[4][5] | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
|
Dalam klasifikasi yang klasik, berdasarkan sebaran geografis, anggota-anggota Adiantum dimasukkan dalam suku Adiantaceae.
Serangkaian penelitian mengenai Pteridaceae menggunakan sekuens DNA dari plastid menunjukkan indikasi bahwa Adiantum spp. tidak sepenuhnya terpisah dari jenis-jenis vittarioid anggota Pteridaceae.[6] Ini mendukung pilihan yang diambil Christenhusz et al. (2006) yang memasukkan Adiantum dalam anaksuku Vittarioideae, suku Pteridaceae.[3] Namun, hasil ini tidak didukung oleh penelitian lanjutan yang lebih spesifik, yang menunjukkan kalau Adiantum adalah marga yang monofiletik.[7]
Ada sebanyak lebih dari 200 jenis Adiantum yang menyebar di seluruh dunia (220 - 230 jenis). Pusat keragaman ada di Amerika Selatan, khususnya di kawasan Pegunungan Andes (tercatat 229 spesies dan 5 hibrida alami).[8] Anggota marga ini menyukai daerah-daerah lembap di tebing atau rekahan batu atau tembok yang lembap, dekat aliran air dan teduh. Kebanyakan ditemukan di kawasan basah di perbukitan.[8]
Di Asia Tenggara sendiri diperkirakan ada 10–20 jenis Adiantum.[9] Di kawasan Papuasia ditemukan 12 jenis Adiantum.[9]
Melalui perdagangan dan pemuliaan tanaman hias, jenis-jenis asal Amerika dibawa ke kawasan lain dan kawin silang, seleksi, serta mutasi menyebabkan munculnya berbagai kultivar baru dengan ciri-ciri yang baru.

Suplir tidak memiliki nilai ekonomi penting selain sebagai tanaman hias yang bisa ditanam di dalam ataupun di luar ruang. Tumbuhan ini tidak tahan penyinaran matahari langsung. Suplir menyukai media tumbuh yang gembur, kaya bahan organik (humus), dan selalu lembap, tetapi tidak toleran terhadap genangan. Pemupukan dengan kadar nitrogen lebih tinggi disukainya. Pembentukan spora memerlukan tambahan fosfor dan kalium.[butuh rujukan]
Pemeliharaan suplir sebagai tanaman hias harus memperhatikan penyiraman. Kekeringan yang dialami suplir menyebabkan daun mengering dan menggulung. Hal ini tidak bisa diatasi dengan penyiraman karena daun yang kering tidak bisa pulih. Penanganannya adalah dengan membuang seluruh ental yang kering hingga dekat rimpang dan mengganti media tumbuh. Dalam waktu beberapa hari tunas baru akan muncul apabila perawatan dilakukan dengan benar.[butuh rujukan]
Banyak spesies yang dibudidayakan dalam perdagangan hortikultura. Terdapat sejumlah spesies tropis, termasuk A. raddianum dan A. peruvianum. Baik A. pedatum maupun A. aleuticum tahan terhadap iklim zona 3, dan sejauh ini merupakan anggota genus yang paling tahan dingin. A. venustum juga tahan dingin hingga zona 5. A. capillus-veneris tahan hingga zona 7. Hibrida, seperti Adiantum × mairisii, juga populer.
Daftar ini mungkin tidak lengkap atau menyebut nama spesies yang merupakan sinonim nama spesies lain, tergantung dari versi klasifikasi dan pembaharuan karena studi yang lebih baru.
Media terkait Adiantum di Wikimedia Commons