Sumpeno Putro adalah bupati Gunungkidul periode 2010-2015. Sumpeno meninggal akibat serangan jantung hanya berselang 3 bulan setelah dilantik sebagai bupati. Jabatannya digantikan oleh wakil bupati Hj. Badingah, S.Sos.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Sumpeno Putro | |
|---|---|
| Bupati Gunungkidul ke-25 | |
| Masa jabatan 2010–2010 | |
| Presiden | Susilo Bambang Yudhoyono |
| Gubernur | Hamengkubuwana X |
| Wakil | Badingah |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 23 November 1947 Gunungkidul |
| Meninggal | 3 November 2010(2010-11-03) (umur 62) Jakarta |
| Partai politik | PAN |
| Almamater |
|
Sumpeno Putro (23 November 1947 – 3 November 2010) adalah bupati Gunungkidul periode 2010-2015. Sumpeno meninggal akibat serangan jantung hanya berselang 3 bulan setelah dilantik sebagai bupati.[1] Jabatannya digantikan oleh wakil bupati Hj. Badingah, S.Sos.
Sumpeno berasal dari dusun Sanggrahan desa Umbulrejo kecamatan Ponjong. Ia merupakan anak tunggal dari pasangan. Manguntaruno bin Amad Idris dan Sumi binti Karsoredjo.
Dalam Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah kabupaten Gunungkidul tahun 2010, Sumpeno maju menjadi calon bersama Badingah, diusung oleh PAN. Pasangan ini berhasil memenangkan pemungutan suara yang berlangsung pada 23 Mei 2010 dengan mengumpulkan 146.849 suara atau 36.03 %.[2] Keduanya resmi dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Gunungkidul pada 28 Juli 2010 di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari.[3]
Totalnya, Sumpeno menjabat sebagai bupati selama 99 hari saja. Sumpeno meninggal di Jakarta, 3 November 2010 setelah pulang dari mengikuti orientasi kepemimpinan dan penyelenggaraan daerah bagi bupati dan wali kota yang diselenggarakan oleh oleh Badan Diklat Kementerian Dalam Negeri di Pontianak. Jenazahnya dimakamkan di TPU Monggang, Wirik, Umbulrejo, Ponjong pada 4 November 2010.[4]
| Jabatan politik | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Suharto |
Bupati Gunungkidul 2010 - 2010 |
Diteruskan oleh: Badingah |