Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiSumpah darah
Artikel Wikipedia

Sumpah darah

Sumpah darah adalah sebuah ritual kuno di Filipina yang dilakukan untuk mengikat persahabatan atau perjanjian, serta untuk mengesahkan sebuah kesepakatan. Para pihak yang terlibat akan melukai tangan mereka dan menuangkan darah ke dalam sebuah cawan berisi cairan, seperti anggur, lalu minum campuran tersebut.

ritual kuno Filipina
Diperbarui 20 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Sumpah darah
The Blood Compact (1886), lukisan tentang Pacto de Sangre atau Sandugo karya Juan Luna

Sumpah darah (Spanyol: Pacto de sangre; Tagalog: Sanduguan) adalah sebuah ritual kuno di Filipina yang dilakukan untuk mengikat persahabatan atau perjanjian, serta untuk mengesahkan sebuah kesepakatan. Para pihak yang terlibat akan melukai tangan mereka dan menuangkan darah ke dalam sebuah cawan berisi cairan, seperti anggur, lalu minum campuran tersebut.

Contoh terkenal dari sumpah darah adalah El Pacto de Sangre atau Sandugo pada tahun 1565 antara penjelajah Spanyol Miguel López de Legazpi dan Datu Sikatuna, kepala suku Bohol. Sumpah darah sebelumnya, yang merupakan yang pertama antara penduduk asli dan bangsa Eropa, terjadi pada 1521 antara navigator Ferdinand Magellan dan Rajah Humabon dari Cebu.[1]

Jenis sumpah darah lain juga dicatat oleh Antonio Pigafetta ketika rombongan mereka singgah di Palawan (setelah kematian Magellan). Ritual tersebut dilakukan antara awak ekspedisi dan seorang datu dari Palawan sebagai simbol niat damai. Datu membuat sayatan kecil di dadanya menggunakan pisau yang dipinjam dari rombongan ekspedisi. Ia kemudian mencelupkan jarinya ke darah tersebut dan menyentuhkannya ke ujung lidah serta dahinya. Awak ekspedisi melakukan hal yang sama untuk mengesahkan sumpah darah itu.[2]

Ritual serupa juga dipraktikkan oleh para anggota baru kelompok revolusioner abad ke-19, Katipunan. Meskipun mereka tidak meminum darahnya, darah tersebut digunakan untuk menandatangani kontrak keanggotaan.

Sumpah darah lain yang relatif lebih baru terjadi pada 1860-an antara sahabat dekat Sultan Jamalul Alam dari Kesultanan Sulu dan Herman Leopold Schück, seorang Prusia pelaut niaga. Schück kemudian menetap di Sulu dan memperkenalkan varietas kopi Kahawa Sug ke kepulauan tersebut.[3]

Lihat pula

  • Sumpah darah (ritual)

Referensi

  1. ↑ Sandugo Festival Bohol Philippines www.philippinecountry.com Diakses Desember 2006.
  2. ↑ Pigafetta, Antonio (1906). "Primo Viaggio Intorno Al Mondo". Dalam Emma Helen Blair; James Alexander Robertson (ed.). The Philippine Islands, 1493-1898, Volume XXXIII, 1519-1522. Arthur H. Clark Company.
  3. ↑ Bueno, Anna (11 November 2016). "The untold heritage of Sulu's fascinating coffee culture". CNN Philippines. Diarsipkan dari asli tanggal 21 Desember 2018. Diakses tanggal 21 Desember 2018.
Ikon rintisan

Artikel bertopik budaya ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Lihat pula
  2. Referensi

Artikel Terkait

Sayatan dorsal

Sebagai sebuah praktik kuno, hal ini telah menjadi adat tradisional di kalangan sejumlah masyarakat, khususnya orang Filipina dan Penduduk Kepulauan Pasifik

Sriwijaya

Kerajaan 671-1025 di Asia Tenggara

Aksara Kawi

aksara Jawa kuno

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026