Sumpah darah adalah sebuah ritual kuno di Filipina yang dilakukan untuk mengikat persahabatan atau perjanjian, serta untuk mengesahkan sebuah kesepakatan. Para pihak yang terlibat akan melukai tangan mereka dan menuangkan darah ke dalam sebuah cawan berisi cairan, seperti anggur, lalu minum campuran tersebut.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Sumpah darah (Spanyol: Pacto de sangre; Tagalog: Sanduguan) adalah sebuah ritual kuno di Filipina yang dilakukan untuk mengikat persahabatan atau perjanjian, serta untuk mengesahkan sebuah kesepakatan. Para pihak yang terlibat akan melukai tangan mereka dan menuangkan darah ke dalam sebuah cawan berisi cairan, seperti anggur, lalu minum campuran tersebut.
Contoh terkenal dari sumpah darah adalah El Pacto de Sangre atau Sandugo pada tahun 1565 antara penjelajah Spanyol Miguel López de Legazpi dan Datu Sikatuna, kepala suku Bohol. Sumpah darah sebelumnya, yang merupakan yang pertama antara penduduk asli dan bangsa Eropa, terjadi pada 1521 antara navigator Ferdinand Magellan dan Rajah Humabon dari Cebu.[1]
Jenis sumpah darah lain juga dicatat oleh Antonio Pigafetta ketika rombongan mereka singgah di Palawan (setelah kematian Magellan). Ritual tersebut dilakukan antara awak ekspedisi dan seorang datu dari Palawan sebagai simbol niat damai. Datu membuat sayatan kecil di dadanya menggunakan pisau yang dipinjam dari rombongan ekspedisi. Ia kemudian mencelupkan jarinya ke darah tersebut dan menyentuhkannya ke ujung lidah serta dahinya. Awak ekspedisi melakukan hal yang sama untuk mengesahkan sumpah darah itu.[2]
Ritual serupa juga dipraktikkan oleh para anggota baru kelompok revolusioner abad ke-19, Katipunan. Meskipun mereka tidak meminum darahnya, darah tersebut digunakan untuk menandatangani kontrak keanggotaan.
Sumpah darah lain yang relatif lebih baru terjadi pada 1860-an antara sahabat dekat Sultan Jamalul Alam dari Kesultanan Sulu dan Herman Leopold Schück, seorang Prusia pelaut niaga. Schück kemudian menetap di Sulu dan memperkenalkan varietas kopi Kahawa Sug ke kepulauan tersebut.[3]