Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiDarah sebagai makanan
Artikel Wikipedia

Darah sebagai makanan

Sejumlah budaya mengkonsumsi darah sebagai makanan, yang sering dikombinasikan dengan daging.

Wikipedia article
Diperbarui 15 Agustus 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Darah sebagai makanan
Darah
Kue darah babi
Tempat asalBerbagai negara
Bahan utamaDarah hewan
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini
Sosis darah
Czernina, sajian sup darah asal Polandia
Sajian mi asal Thailand dengan pelengkap daging bebek dan darah bebek yang telah dikentalkan

Sejumlah budaya mengkonsumsi darah sebagai makanan, yang sering dikombinasikan dengan daging.

Dalam beberapa budaya, darah adalah makanan tabu.

Metode penyajian

Blodplättar, pancake dari Swedia

Darah yang dijadikan makanan berasal dari berbagai jenis hewan, umumnya mamalia besar yang diternakkan seperti sapi, babi, domba, dan sebagainya. Di Asia, darah unggas juga umum dikonsumsi (misal Tiết canh asal Vietnam). Darah dapat disajikan sebagai makanan dengan dijadikan sosis, puding, panekuk, sup, hingga dikonsumsi mentah.[1] Di Tibet, darah yak yang dikentalkan merupakan makanan tradisional warga setempat.[2] Masyarakat Inuit mengkonsumsi darah anjing laut secara langsung dengan meminumnya karena diyakini mengembalikan kekuatan para pemburu dan dipercaya mampu menyehatkan badan.[3][4] Masyarakat Maasai juga mengkonsumsi darah sapi secara langsung di perayaan tertentu.[5]

Darah yang akan dijadikan makanan dimasak terlebih dahulu hingga mengental lalu ditambahkan bahan pengisi hingga menjadi padat. Bahan pengisi dapat berupa tepung jagung, suet, daging, dan serealia.

Konsumsi darah pada keagamaan

Gereja Katolik, beserta dengan Ortodoks Timur, Ortodoks Oriental, Lutheran, dan beberapa gereja Anglikan, memercayai bahwa dalam sakramen Ekaristi, para partisipan mengkonsumsi darah dan tubuh Yesus Kristus secara literal.

Penganggapan budaya

Beberapa budaya menganggap darah tabu untuk dijadikan makanan. Dalam agama Abrahamik, kebudayaan Yahudi dan Muslim melarang konsumsi darah.

Referensi

  1. ↑ Davidson, Alan. The Oxford Companion to Food. 2nd ed. UK: Oxford University Press, 2006., p. 81-82.
  2. ↑ Ma Jian, Stick Out Your Tongue Chatto and Windus London, 2006.
  3. ↑ Searles, Edmund. "Food and the Making of Modern Inuit Identities." Food & Foodways: History & Culture of Human Nourishment 10 (2002): 55–78.
  4. ↑ Borré, Kristen. "Seal Blood, Inuit Blood, and Diet: A Biocultural Model of Physiology and Cultural Identity." Medical Anthropology Quarterly 5 (1991): 48–62.
  5. ↑ Craats, Rennay (2005). Maasai. Weigl Publishers. hlm. 25. ISBN 978-1-59036-255-6.

Bacaan tambahan

  • Alan Davidson: The Oxford Companion to Food. 2. Auflage. Oxford University Press, Oxford u.a. 2006, ISBN 0-19-280681-5, Artikel: Blood.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Metode penyajian
  2. Konsumsi darah pada keagamaan
  3. Penganggapan budaya
  4. Referensi
  5. Bacaan tambahan

Artikel Terkait

Makanan kosher

Dengan demikian, makanan kosher dapat diartikan sebagai makanan yang tidak mengandung bahan-bahan non-kosher berdasarkan aturan makan Yahudi atau kashrut

Kadar gula darah

banyaknya jumlah glukosa di dalam darah

Lancelet

digunakan untuk makan, bukan bernapas. Sistem peredaran darahnya membawa makanan ke seluruh tubuhnya, tetapi tidak memiliki sel darah merah atau hemoglobin

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026