Sukaraja adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kecamatan Sukaraja adalah salah satu kecamatan yang paling cepat berkembang di Kabupaten Bogor.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Sukaraja | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Barat | ||||
| Kabupaten | Bogor | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | Drs.R.MAKMUN NAWAWI,M.Si | ||||
| Populasi | |||||
| • Total | - jiwa | ||||
| Kode Kemendagri | 32.01.04 | ||||
| Kode BPS | 3201130 | ||||
| Luas | - km² | ||||
| Desa/kelurahan | 14 | ||||
| |||||
Sukaraja (aksara Sunda: ᮞᮥᮊᮛᮏ) adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kecamatan Sukaraja adalah salah satu kecamatan yang paling cepat berkembang di Kabupaten Bogor.
Sebagian besar penduduk kecamatan Sukaraja adalah Suku Sunda dengan Bahasa Sunda menjadi bahasa mayoritas di seluruh desa/kelurahan. Kecuali di Desa Cilebut Barat, Cilebut Timur & Pasir Jambu yang mayoritas menuturkan Bahasa Betawi Ora, sedangkan di Desa Cimandala, Bahasa Sunda dan Bahasa Betawi dituturkan secara berimbang.[1]
Sebelum tahun 1995, kecamatan ini merupakan bagian dari Kecamatan Kedunghalang, yang terdiri dari 21 desa, yaitu:[2][3]
Pada tahun 1995, beberapa desa di Kecamatan Kedunghalang dimasukkan ke Kota Bogor. Desa Kedung Halang, Cibuluh, Ciluar, Ciparigi, Cimahpar, dan Tanah Baru dimasukkan ke Kecamatan Bogor Utara. Desa Katulampa dimasukkan ke Kecamatan Bogor Timur. Desa Kedung Badak, Kedung Jaya, dan Kedung Waringin dimasukkan ke Kecamatan Tanah Sareal.
Selain itu, Kecamatan Kedunghalang menerima penambahan dua desa dari Kecamatan Semplak, yaitu: Desa Cilebut Barat dan Desa Cilebut Timur. Pada saat itu juga Kecamatan Kedunghalang diubah namanya menjadi Kecamatan Sukaraja, dengan beribu kota di Desa Sukaraja.[4]