Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Subjektivisme

Subjektivisme adalah suatu kategori umum yang meliputi semua doktrin yang menekankan pada unsur subjektif pengalaman yang dialami oleh individu. Selain itu, juga terdapat beberapa pengertian lain tentang subyektivisme berdasarkan beberapa kajian tertentu. Pertama, dalam kajian epistemologi, subjektivisme adalah bentuk doktrin yang membatasi pengetahuan seseorang pada kesadaran pikiran akan keadaannya sendiri. Ajaran tentang persepsi representatif dapat dimasukkan dalam dengan kategori ini. Kedua, dalam kajian metafisika, subjektivisme adalah bentuk doktrin solipsisme dan idealisme subjektif. Ketiga, dalam kajian estetika, subjektivisme adalah bentuk doktrin yang menjelaskan bahwa putusan estetis atau keindahan seseorang tidak lain ialah berasal dari suatu bentuk ekspresi status individual. Ketiga, kajian subjektivisme etis adalah bentuk doktrin yang dikembangkan oleh salah satu tokoh filsafat yaitu Westermarck. Menurut westermarck, apa yang dinyatakan oleh putusan etis sesorang ialah bahwa seseorang yang membuat putusan itu mempunyai sikap setuju atau tidak setuju terhadap subjek yang bersangkutan.

Wikipedia article
Diperbarui 5 Juli 2021

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Subjektivisme adalah suatu kategori umum yang meliputi semua doktrin yang menekankan pada unsur subjektif pengalaman yang dialami oleh individu.[1] Selain itu, juga terdapat beberapa pengertian lain tentang subyektivisme berdasarkan beberapa kajian tertentu. Pertama, dalam kajian epistemologi, subjektivisme adalah bentuk doktrin yang membatasi pengetahuan seseorang pada kesadaran pikiran akan keadaannya sendiri. Ajaran tentang persepsi representatif dapat dimasukkan dalam dengan kategori ini. Kedua, dalam kajian metafisika, subjektivisme adalah bentuk doktrin solipsisme dan idealisme subjektif. Ketiga, dalam kajian estetika, subjektivisme adalah bentuk doktrin yang menjelaskan bahwa putusan estetis atau keindahan seseorang tidak lain ialah berasal dari suatu bentuk ekspresi status individual. Ketiga, kajian subjektivisme etis adalah bentuk doktrin yang dikembangkan oleh salah satu tokoh filsafat yaitu Westermarck. Menurut westermarck, apa yang dinyatakan oleh putusan etis sesorang ialah bahwa seseorang yang membuat putusan itu mempunyai sikap setuju atau tidak setuju terhadap subjek yang bersangkutan.

Rujukan

  1. ↑ Lorens Bagus (1996). Kamus Filsafat. Jakarta: Gramedia. hlm. 1046-1047.
Basis data pengawasan otoritas: Nasional Sunting di Wikidata
  • Republik Ceko
Ikon rintisan

Artikel bertopik filsafat ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Rujukan
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026