Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Suara berderak

Suara berderak adalah bunyi abnormal yang dapat terdengar pada paru-paru manusia atau hewan yang mengalami gangguan saluran pernapasan. Bunyi ini muncul sebagai suara klik, berderak, atau gemeretak, terutama selama fase inhalasi, dan dalam beberapa kasus dapat terdengar pada fase ekshalasi. Crackles biasanya hanya terdeteksi melalui auskultasi menggunakan stetoskop. Istilah ini menggantikan istilah sebelumnya, yaitu rales yang digunakan dalam literatur medis lama.

Wikipedia article
Diperbarui 13 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Suara berderak
Nama lainCrepitations, rales
Suara berderak yang terdengar di paru-paru seseorang dengan pneumonia menggunakan stetoskop.
Pelafalan
  • /ˈrɑːlz/ simakⓘ RAHLZ or /ˈrælz/ RALZ[1]
SpesialisasiPulmonologi

Suara berderak (dalam bahasa inggris : crackles) adalah bunyi abnormal yang dapat terdengar pada paru-paru manusia atau hewan yang mengalami gangguan saluran pernapasan.[2] Bunyi ini muncul sebagai suara klik, berderak, atau gemeretak, terutama selama fase inhalasi, dan dalam beberapa kasus dapat terdengar pada fase ekshalasi. Crackles biasanya hanya terdeteksi melalui auskultasi menggunakan stetoskop. Istilah ini menggantikan istilah sebelumnya, yaitu rales yang digunakan dalam literatur medis lama.[3][4][5]

Crackles disebabkan oleh terbukanya saluran napas kecil[6] secara eksplosif dan bersifat diskontinu,[7] nonmusikal,[8] dan singkat. Crackles lebih sering terdengar selama fase inspirasi daripada ekspirasi, tetapi kadang juga terdengar saat ekspirasi.[9]

Crackles dapat terdengar pada individu atau hewan yang mengalami pneumonia, atelektasis, fibrosis paru, bronkitis akut, bronkiektasis, sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS), penyakit paru interstisial, atau pasca torakotomi maupun ablasi metastasis. Edema paru sekunder akibat gagal jantung sisi kiri dan edema paru akibat ketinggian juga dapat menyebabkan crackles.[10]

Terminologi

René Laennec mengadopsi kata yang sudah ada, râles (yang diterjemahkan sebagai “rattles”, “groans”, dan lainnya) untuk menggambarkan bunyi napas tambahan yang kini disebut “crackles”. Ia menggambarkannya dengan contoh sehari-hari yang tidak biasa, seperti “peluit burung kecil”, “gemeretak garam di atas piring panas”, “cooing dari merpati kayu”, namun ia segera menyadari bahwa ia tidak dapat menggunakan istilah tersebut di depan pasien karena terkait dengan le râle de la mort, yang berarti derik kematian, bunyi yang dihasilkan orang yang akan meninggal ketika tidak mampu membersihkan sekresi. Oleh karena itu, di samping tempat tidur pasien, ia menggunakan kata Latin rhonchus, yang awalnya berarti “snore”. Hal ini tidak sepenuhnya dipahami oleh penerjemahnya, John Forbes, sehingga terminologi menjadi membingungkan setelah diterbitkan terjemahan bahasa Inggris karya Laennec pada 1830-an.[11][12] Kesulitan menerjemahkan râle juga dicatat dalam ulasan Inggris terhadap karya Laennec pada 1820.[13]

Terminologi rales dan rhonchi dalam bahasa Inggris tetap bervariasi hingga 1977, ketika American Thoracic Society dan American College of Chest Physicians menetapkan standar.[14] Akibatnya istilah râles ditinggalkan dan crackles menjadi istilah yang direkomendasikan. Istilah rales masih umum ditemukan dalam literatur medis berbahasa Inggris, tetapi pedoman ATS/CHEST merekomendasikan penggunaan crackles.[14][6]

Karakteristik bunyi

Crackles umum digambarkan sebagai halus (fine), sedang (medium), dan kasar (coarse) serta berdasarkan waktu kemunculannya. Fine crackles biasanya muncul di akhir inspirasi, sedangkan coarse crackles muncul di awal inspirasi. Fine crackles lembut, bernada tinggi, dan sangat singkat. Bunyi ini dapat disimulasikan dengan menggulung sehelai rambut di antara jari dekat telinga atau membasahi ibu jari dan jari telunjuk lalu memisahkannya dekat telinga. Fine crackles biasanya mengindikasikan proses interstisial, seperti fibrosis paru atau gagal jantung kongestif. Bunyi fibrosis paru interstisial pernah digambarkan mirip membuka perekat Velcro. Coarse crackles lebih keras, bernada lebih rendah, dan berdurasi lebih lama dibanding fine crackles, biasanya mengindikasikan penyakit saluran napas seperti bronkiektasis.[15] Crackles juga dapat diklasifikasikan sebagai unilateral atau bilateral,[16] serta kering atau basah.[17]

Diagnosis terkait

Crackles sering berhubungan dengan inflamasi atau infeksi pada bronkiolus dan alveolus. Crackles yang tidak menghilang setelah batuk dapat mengindikasikan edema paru atau akumulasi cairan dalam alveoli akibat gagal jantung, fibrosis paru, atau ARDS. Crackles yang berubah setelah batuk dapat mengarah pada bronkiektasis.[18]

Konsistensi antar-pemeriksa

Pada 2016, European Respiratory Society melaporkan penelitian mengenai variasi antarpemeriksa ketika sejumlah dokter mendengarkan rekaman auskultasi. Hasilnya menunjukkan bahwa deskripsi bersifat umum cenderung memiliki tingkat kesesuaian lebih baik dibanding deskripsi yang sangat rinci.[19]

Referensi

  1. ↑ Jones D (2003) [1917], Roach P, Hartmann J, Setter J (ed.), English Pronouncing Dictionary, Cambridge: Cambridge University Press, ISBN 978-3-12-539683-8
  2. ↑ Domínguez-Ruiz M, Reinero CR, Vientos-Plotts A, Grobman ME, Silverstein D, Gomes E, Le Boedec, K Association between respiratory clinical signs and respiratory localization in dogs and cats with abnormal breathing patterns.
  3. ↑ Cahalin LP, Buck LA. Physical Therapy Associated With Cardiovascular Pump Dysfunction and Failure.
  4. ↑ "Crackle - an overview | ScienceDirect Topics". www.sciencedirect.com. Diakses tanggal 2025-11-24.
  5. ↑ "Lung Sounds". Cleveland Clinic (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-24.
  6. 1 2 Forgacs P (March 1978). "The functional basis of pulmonary sounds". Chest. 73 (3): 399–405. doi:10.1378/chest.73.3.399. PMID 630938.
  7. ↑ "Rale". TheFreeDictionary.com.
  8. ↑ "Respiratory Sounds". empendium.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-24.
  9. ↑ Sarkar, Malay; Madabhavi, Irappa; Niranjan, Narasimhalu; Dogra, Megha (2015). "Auscultation of the respiratory system". Annals of Thoracic Medicine. 10 (3): 158–168. doi:10.4103/1817-1737.160831. ISSN 1817-1737. PMC 4518345. PMID 26229557. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  10. ↑ Diseases of the Respiratory System (dalam bahasa Inggris). Elsevier. 2017. hlm. 845–1090. doi:10.1016/B978-0-7020-5246-0.00012-7. ISBN 978-0-7020-5246-0. PMC 7161410.
  11. ↑ Laennec RT (1819). De l'Auscultation Médiate, ou Traité du Diagnostic des Maladies des Poumons et du Coeur [On Mediate Auscultation or Treatise on the Diagnosis of the Diseases of the Lungs and Heart] (dalam bahasa French). Paris: Brosson & Chaudé. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  12. ↑ Laennec RT (1835). A Treatise on the Diseases of the Chest and on Mediate Auscultation. Diterjemahkan oleh Forbes J. New York & Philadelphia: Samuel Wood & Sons; Desilver, Thomas & Co.
  13. ↑ "Laennec's new system of diagnosis", The Quarterly Journal of Foreign Medicine and Surgery and of the Sciences Connected with Them, 2: 51–68, 1820
  14. 1 2 "Report of the ATS-ACCP Ad Hoc Subcommittee on pulmonary nomenclature". ATS News. 3: 5–6. 1977.
  15. ↑ Yeginer, Mete; Kahya, Yasemin P. (2010-09-01). "Probing the existence of medium pulmonary crackles via model-based clustering". Computers in Biology and Medicine. 40 (9): 765–774. doi:10.1016/j.compbiomed.2010.07.004. ISSN 0010-4825.
  16. ↑ "Unilateral crackles". Rightdiagnosis.com.
  17. ↑ Paz, Jaime C.; West, Michele P. (2009). "Chapter 2; Respiratory System". Acute care handbook for physical therapists (Edisi 3rd). St. Louis, Mo.: Saunders/Elsevier. hlm. 56. ISBN 978-1-4160-6948-5.
  18. ↑ "Bronchiolitis - Pediatrics - MSD Manual Professional Edition". MSD Manual Professional Edition (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-24.
  19. ↑ Melbye H, Garcia-Marcos L, Brand P, Everard M, Priftis K, Pasterkamp H (2016). "Wheezes, crackles and rhonchi: simplifying description of lung sounds increases the agreement on their classification: a study of 12 physicians' classification of lung sounds from video recordings". BMJ Open Respiratory Research. 3 (1). doi:10.1136/bmjresp-2016-000136. PMC 4854017. PMID 27158515.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Terminologi
  2. Karakteristik bunyi
  3. Diagnosis terkait
  4. Konsistensi antar-pemeriksa
  5. Referensi

Artikel Terkait

Komunikasi

menyampaikan informasi melalui pertukaran pikiran, pesan atau informasi

Perahu payang

Perahu nelayan dari Malaysia

Belian Bawo

salah satu upacara keagamaan di dunia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026