Suara berderak adalah bunyi abnormal yang dapat terdengar pada paru-paru manusia atau hewan yang mengalami gangguan saluran pernapasan. Bunyi ini muncul sebagai suara klik, berderak, atau gemeretak, terutama selama fase inhalasi, dan dalam beberapa kasus dapat terdengar pada fase ekshalasi. Crackles biasanya hanya terdeteksi melalui auskultasi menggunakan stetoskop. Istilah ini menggantikan istilah sebelumnya, yaitu rales yang digunakan dalam literatur medis lama.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Suara berderak | |
|---|---|
| Nama lain | Crepitations, rales |
| Suara berderak yang terdengar di paru-paru seseorang dengan pneumonia menggunakan stetoskop. | |
| Pelafalan | |
| Spesialisasi | Pulmonologi |
Suara berderak (dalam bahasa inggris : crackles) adalah bunyi abnormal yang dapat terdengar pada paru-paru manusia atau hewan yang mengalami gangguan saluran pernapasan.[2] Bunyi ini muncul sebagai suara klik, berderak, atau gemeretak, terutama selama fase inhalasi, dan dalam beberapa kasus dapat terdengar pada fase ekshalasi. Crackles biasanya hanya terdeteksi melalui auskultasi menggunakan stetoskop. Istilah ini menggantikan istilah sebelumnya, yaitu rales yang digunakan dalam literatur medis lama.[3][4][5]
Crackles disebabkan oleh terbukanya saluran napas kecil[6] secara eksplosif dan bersifat diskontinu,[7] nonmusikal,[8] dan singkat. Crackles lebih sering terdengar selama fase inspirasi daripada ekspirasi, tetapi kadang juga terdengar saat ekspirasi.[9]
Crackles dapat terdengar pada individu atau hewan yang mengalami pneumonia, atelektasis, fibrosis paru, bronkitis akut, bronkiektasis, sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS), penyakit paru interstisial, atau pasca torakotomi maupun ablasi metastasis. Edema paru sekunder akibat gagal jantung sisi kiri dan edema paru akibat ketinggian juga dapat menyebabkan crackles.[10]
René Laennec mengadopsi kata yang sudah ada, râles (yang diterjemahkan sebagai “rattles”, “groans”, dan lainnya) untuk menggambarkan bunyi napas tambahan yang kini disebut “crackles”. Ia menggambarkannya dengan contoh sehari-hari yang tidak biasa, seperti “peluit burung kecil”, “gemeretak garam di atas piring panas”, “cooing dari merpati kayu”, namun ia segera menyadari bahwa ia tidak dapat menggunakan istilah tersebut di depan pasien karena terkait dengan le râle de la mort, yang berarti derik kematian, bunyi yang dihasilkan orang yang akan meninggal ketika tidak mampu membersihkan sekresi. Oleh karena itu, di samping tempat tidur pasien, ia menggunakan kata Latin rhonchus, yang awalnya berarti “snore”. Hal ini tidak sepenuhnya dipahami oleh penerjemahnya, John Forbes, sehingga terminologi menjadi membingungkan setelah diterbitkan terjemahan bahasa Inggris karya Laennec pada 1830-an.[11][12] Kesulitan menerjemahkan râle juga dicatat dalam ulasan Inggris terhadap karya Laennec pada 1820.[13]
Terminologi rales dan rhonchi dalam bahasa Inggris tetap bervariasi hingga 1977, ketika American Thoracic Society dan American College of Chest Physicians menetapkan standar.[14] Akibatnya istilah râles ditinggalkan dan crackles menjadi istilah yang direkomendasikan. Istilah rales masih umum ditemukan dalam literatur medis berbahasa Inggris, tetapi pedoman ATS/CHEST merekomendasikan penggunaan crackles.[14][6]
Crackles umum digambarkan sebagai halus (fine), sedang (medium), dan kasar (coarse) serta berdasarkan waktu kemunculannya. Fine crackles biasanya muncul di akhir inspirasi, sedangkan coarse crackles muncul di awal inspirasi. Fine crackles lembut, bernada tinggi, dan sangat singkat. Bunyi ini dapat disimulasikan dengan menggulung sehelai rambut di antara jari dekat telinga atau membasahi ibu jari dan jari telunjuk lalu memisahkannya dekat telinga. Fine crackles biasanya mengindikasikan proses interstisial, seperti fibrosis paru atau gagal jantung kongestif. Bunyi fibrosis paru interstisial pernah digambarkan mirip membuka perekat Velcro. Coarse crackles lebih keras, bernada lebih rendah, dan berdurasi lebih lama dibanding fine crackles, biasanya mengindikasikan penyakit saluran napas seperti bronkiektasis.[15] Crackles juga dapat diklasifikasikan sebagai unilateral atau bilateral,[16] serta kering atau basah.[17]
Crackles sering berhubungan dengan inflamasi atau infeksi pada bronkiolus dan alveolus. Crackles yang tidak menghilang setelah batuk dapat mengindikasikan edema paru atau akumulasi cairan dalam alveoli akibat gagal jantung, fibrosis paru, atau ARDS. Crackles yang berubah setelah batuk dapat mengarah pada bronkiektasis.[18]
Pada 2016, European Respiratory Society melaporkan penelitian mengenai variasi antarpemeriksa ketika sejumlah dokter mendengarkan rekaman auskultasi. Hasilnya menunjukkan bahwa deskripsi bersifat umum cenderung memiliki tingkat kesesuaian lebih baik dibanding deskripsi yang sangat rinci.[19]