Straw adalah film psikologis kriminal Amerika Serikat tahun 2025 yang ditulis, diproduksi, dan disutradarai oleh Tyler Perry. Film ini dibintangi oleh Taraji P. Henson, Sherri Shepherd, Teyana Taylor, Sinbad, Rockmond Dunbar, Ashley Versher, Mike Merrill, dan Glynn Turman. Film ini berkisah mengenai seorang ibu tunggal miskin yang mengalami kesulitan keuangan parah dan mengalami serangkaian peristiwa naas sehingga membuatnya terjebak dalam sebuah kondisi yang memaksanya untuk melakukan aksi kejahatan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Poster film | |
| Sutradara | Tyler Perry |
|---|---|
| Produser |
|
| Ditulis oleh | Tyler Perry |
| Pemeran |
|
| Penata musik | Dara Taylor |
| Sinematografer | Justyn Moro |
| Penyunting | Nick Coker |
Perusahaan produksi | |
| Distributor | Netflix |
Tanggal rilis |
|
| Durasi | 108 menit[1] |
| Negara | Amerika Serikat |
| Bahasa | Inggris |
Straw adalah film psikologis kriminal Amerika Serikat tahun 2025 yang ditulis, diproduksi, dan disutradarai oleh Tyler Perry. Film ini dibintangi oleh Taraji P. Henson, Sherri Shepherd, Teyana Taylor, Sinbad, Rockmond Dunbar, Ashley Versher, Mike Merrill, dan Glynn Turman. Film ini berkisah mengenai seorang ibu tunggal miskin yang mengalami kesulitan keuangan parah dan mengalami serangkaian peristiwa naas sehingga membuatnya terjebak dalam sebuah kondisi yang memaksanya untuk melakukan aksi kejahatan.
Straw dirilis oleh Netflix pada 6 Juni 2025.
Janiyah Wiltkinson adalah seorang ibu tunggal yang tinggal di apartemen yang rusak parah bersama putrinya yang sering sakit, Aria. Suatu pagi, saat mandi, Aria memberi tahu ibunya bahwa semua di sekolah mengejeknya, gara-gara gurunya mengatakan dia tidak mampu membeli makan siang. Sebelum berangkat, Janiyah memberikan uang receh kepada tetangganya yang menggunakan kursi roda, yang membuat tuan tanahnya mengancam akan mengusirnya jika sewa tidak juga dibayar sebelum pukul 10:00 pagi. Setelah mengantar Aria ke sekolah, Janiyah pergi ke tempat kerjanya di supermarket, di mana seorang pembeli melemparkan botol kaca kepadanya setelah dia menolak memproses transaksi WIC untuk barang-barang yang tidak memenuhi syarat. Bosnya yang tidak simpatik memerintahkannya untuk membersihkan pecahan botol yang dilempar tersebut. Saat berada di ruang belakang, Janiyah menerima panggilan dari sekolah. Janiyah mencoba meminta izin, tetapi bosnya dengan enggan mengizinkannya asal dia harus kembali dalam 30 menit. Dia bergegas ke bank untuk menarik sisa saldo tabungannya untuk biaya uang makan siang Aria tetapi dibatalkannya karena antrean yang panjang. Ketika akhirnya tiba di sekolah, dia berhadapan Layanan Perlindungan Anak yang membawa Aria ke pengasuhan anak asuh secara paksa.
Saat mengemudi kembali ke tempat kerja dalam hujan, Janiyah secara tidak sengaja memotong jalur seorang polisi yang sedang tidak bertugas. Petugas tersebut sangat marah dan mengejar Janiyah dan menabrak mobilnya sampai terhenti. Seorang petugas polisi wanita lain yang lewat akhirnya menilangnya karena dokumennya sudah kedaluwarsa. Ketika Janiyah kembali ke tempat kerjanya, dia dipecat, dan bosnya menolak untuk memberikan gajinya. Saat tiba di rumah, dia menemukan bahwa barang-barangnya telah dibuang keluar. Janiyah kembali ke tempatnya bekerja untuk meminta haknya atas gajinya yang belum dibayar hari itu juga kepada bosnya. Di saat yang sama, ada dua perampok bersenjata yang masuk untuk merampok bosnya. Dalam sebuah perseteruan, Janiyah berhasil mengambil senjata dan menembak mati salah satu perampok. Bosnya menuduh Janiyah berkomplot dengan para perampok tersebut untuk melakukan perampokan dan menelepon 911. Panik bercampur marah, Janiyah menembak dan membunuh bosnya, lalu segera pergi dengan hanya membawa cek gaji yang menjadi haknya. Janiyah kemudian ke Bank dekat tempatnya bekerja untuk mencairkan cek tersebut, tetapi ditolak karena tidak punya kartu identitas. Merasa frustrasi, Janiyah menodongkan senjata kepada teller agar mencairkan cek tersebut. Karena karyawan bank sempat menyalakan silent alarm, maka telah tersebar informasi kepada para polisi mengenai aksi Janiyah tersebut yang dianggap sebagai kasus perampokan. Sementara itu, Detektif Raymond dan Grimes, yang tengah berada di rumah Janiyah dalam rangka menyelidiki insiden penembakan yang dilakukannya sebelumnya, segera menuju ke Bank tersebut. Bank dengan segera dikepung oleh banyak polisi. Raymond sebagai seorang yang pernah menjadi negosiator militer, mencoba berbicara dengan Janiyah melalui telepon dan perlahan membangun hubungan di antara mereka. Sementara itu, di dalam bank, seorang teller secara diam-diam menyiarkan langsung situasi di dalam bank melalui handphonenya. Keluh kesah Janiyah yang terekam dengan segera menarik simpati publik sehingga masyarakat berdatangan mendukungnya. Saat dukungan meningkat di luar, polisi mematikan siaran tersebut. Janiyah kemudian menonaktifkan kamera bank yang membuat polisi tidak dapat mengawasi gerak geriknya di dalam bank.
Karena lamanya proses penanganan, pada akhirnya kasus perampokan tersebut diambil alih oleh FBI, di mana FBI menggunakan cara yang cenderung tanpa kompromi terhadap Janiyah. Dalam sebuah percakapan antara Janiyah dengan para karyawan bank, terungkap bahwa ternyata bom di dalam tasnya bukanlah bom beneran, melainkan proyek sains milik anaknya. Salah satu teller, Tessa, menulis pesan di jendela kamar mandi yang mengungkapkan informasi tersebut kepada polisi. Raymond pada akhirnya berhasil menemukan petugas polisi yang sempat menabrak mobil Janiyah sebelumnya dan menahannya. Raymond segera menyampaikan informasi tersebut kepada Janiyah dan memintanya untuk segera menyerah secara damai. Setelah Janiyah mengonfirmasi identitas petugas tersebut, dia segera membebaskan semua sandera, tetapi Nicole memilih untuk tetap bersamanya.
Janiyah kemudian menerima panggilan telepon dari ibunya, yang menungkap bahwa Aria telah meninggal malam sebelumnya akibat serangan epilepsi. Sebuah kilas balik mengungkapkan bahwa kehadiran Aria sepanjang hari itu ternyata hanyalah halusinasi Janiyah. Halusinasi Janiyah berlanjut di mana dia membayangkan tim polisi menyerbu masuk menggunakan gas air mata ke dalam bank dan menembak mati dirinya. Kembali ke kenyataan, pada akhirnya Janiyah bersama Nicole berjalan keluar dari bank dengan damai dan menyerahkan diri. Raymond pun memborgol Janiyah dan memasukkan Janiyah ke dalam mobil.
Film ini ditulis, disutradarai, dan diproduksi oleh Tyler Perry. Angi Bones dan Tony Strickland juga ikut memproduksi film ini untuk Netflix. Film ini syuting di Atlanta.[2]
Pemeran utama film ini adalah Taraji P. Henson, Sherri Shepherd, Teyana Taylor, Glynn Turman, Sinbad, dan Rockmond Dunbar.[3] Pemeran lain yang turut serta adalah Mike Merrill dan Ashley Versher.[4]
Straw tayang perdana secara eksklusif di Netflix pada 6 Juni 2025.[5] Setelah dirilis, Straw dengan cepat mendapatkan popularitas, berhasil masuk dalam daftar Top 10 Netflix selama minggu pertama penayangannya.