Steven Letsoin adalah seorang Gitaris dan Pencipta Lagu Indonesia. Dan merupakan Gitaris Utama dari Black Sweet. Ia berasal dari timur Indonesia bagian selatan, yakni Merauke.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Steven Letsoin | |
|---|---|
| Nama lahir | Stevanus Maria Elias Letsoin |
| Lahir | 7 September 1954 Teri, Kimaam, Merauke |
| Meninggal | 27 Juni 2009(2009-06-27) (umur 54) Teminabuan, Sorong Selatan |
| Pekerjaan | |
| Karier musik | |
| Asal | Merauke |
| Genre | Pop |
| Instrumen | Gitar |
| Tahun aktif | 1981 - 2009 |
| Artis terkait | Black Sweet |
Steven Letsoin adalah seorang Gitaris dan Pencipta Lagu Indonesia. Dan merupakan Gitaris Utama dari Black Sweet. Ia berasal dari timur Indonesia bagian selatan, yakni Merauke.
Steven Letsoin lahir di kampung Teri di salah satu pulau di distrik Kimaam, Merauke pada tanggal 7 September 1954. Steven lahir di sana karena orang tuanya bertugas sebagai guru disalah satu sekolah di Kimaam.[1]
Di awal tahun 1970an Steven merantau ke Fak-fak. Di Fakfak ia tidak saja hidup sebagai perantau tetapi tetap melanjutkan pendidikan dan masuk SPG (Sekolah Pendidikan Guru).
Di kota Pala inilah Steven mulai senang dengan musik. Sampai-sampai ruang kamarnya penuh dengan kaset. Koleksi kasetnya dari artis-artis Indonesia sampai luar negeri. Bukan saja kaset yang dikoleksinya, Aktuil salah satu majalah musik pun menjadi langganannya.
Karena itulah Steven mulai bermain musik. Bersama tiga orang kawannya mereka membentuk band dengan formasi Steven Letsoit (Bass), Ongkorone (Gitar), Bert Namsa (Keyboard), dan Ren Marwa (Drum). Band ini mereka beri nama "The Henggis". Kala itu, The Henggis cukup terkenal di daerah Fakfak dalam beberapa tahun.
Sekitar tahun 1975, Steven Letsoit menyelesaikan SPG-nya. Dalam beberapa waktu ia sudah diterima sebagai guru dan mendapat tempat tugas di Agimuga, Mimika. Namun, tahun 1977, ia berangkat ke Merauke dan tertahan di sana.
Di Merauke Steven membentuk band baru dengan nama "The Mars". Kali ini, ia memegang gitar sekaligus sebagai vokalis. Beberapa lagu hitz dari album Black Brothers, salah satu band asal Jayapura yang baru saja keluar kala itu beliau ikut menyanyikannya di band. Hanya setahun saja di Merauke lantas ia ke Jayapura.
Tahun 1978, Steven berangkat ke Jayapura. Tujuan utamanya bukanlah musik melainkan pendidikan. Di Jayapura beliau mendaftar kuliah di Universitas Cendrawasih mengambil jurusan Sastra Indonesia.
Di Jayapura Steven bertemu dengan Ian Ulukyanan. Ian merupakan kawan lamanya di Fakafak yang sering datang ke rumahnya untuk belajar tentang musik.
Di kampus ada fasilitas musiknya. Dengan senangnya Steven memberi diri menjadi personil band kampus Uncen bersama Ian Ulukyanan, Eddy Pattipeiluhu dan Robby Manengkey. Dengan formasi Steven Letsoin (Gitar), Ian Ulukyanan (vokal), Eddy Pattipeiluhu (keyboard), dan Robby Manengkey (bass) mereka menjadi pengiring Band UNCEN ketika diadakannya acara kampus.
Tim mereka juga menjadi pengiring Band BPD (Bank Pembangunan Daerah) Irian Jaya Barat atau sekarang Bank Papua.
Tahun 1979, adik Steven yang bernama Harry Letsoin datang ke Jayapura untuk kuliah di Universitas Cendrawasih mengambil jurusan Sastra Inggris. Ditahun yang sama juga John Keff masuk kuliah dengan kampus yang beda, yakni Akademi Pimpinan Perusahaan.
Kedatangan Harry Letsoin langsung diintruksi oleh Steven untuk menggantikan Robby Manengkey yang baru saja lepas untuk memainkan bass. Sedangkan John Kleff sebagai sesama rantauan ditarik untuk mengisi drum.
Dengan formasi berempat, yakni Steven Letsoin (gitar), Ian Ulukyanan (vokal), Harry Letsoin (bass) dan John Keff (drum) mereka menjadi pengiring Band Kodam XVII Cenderawasih sampai berangkat ke Jakarta.
Lagu-lagu ciptaan Steven sangat melekat dengan musik Black Sweet dan menjadi hits, seperti Rintihan Sebuah Hati, Mutiara Yang Ku Sayang, Sahabatku Sayangku (1 dan 2), Lembaran Kisah Lalu, Akhir Sebuah Kisah, Memory 3 Februari, Badai Di Awal Kebahagiaan, Hati yang Sedih, Kesangsian Sebuah Hati, Mengapa Harus Terjadi, Everlasting Love, Just You And Me dan lain-lain.
Steven Letsoin menghembuskan nafas terakhirnya pada tanggal 27 Juni 2009 dalam usia 54 tahun di Teminabuan, Sorong Selatan.