Black Brothers semula bernama Los Iriantos adalah grup band yang dibentuk pada 1975, beranggotakan enam pemusik asal irian jaya Papua, yakni Hengky MS 'Mirantoneng Sumanti', Benny Bettay (Bass), Jochie Pattipeiluhu (Keyboard/Organ), Amry Kahar (Trumpet), Stevie Mambor, David Rumagesan. Andi Ayamiseba menjadi melengkapi formasi grup band yang beraliran musik pop, rock ini sebagai manager.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Black Brothers | |
|---|---|
| Asal | Jayapura, Papua, Indonesia |
| Genre | |
| Tahun aktif |
|
| Label | Irama Tara |
| Anggota |
|
| Mantan anggota |
|
Black Brothers semula bernama Los Iriantos adalah grup band yang dibentuk pada 1975, beranggotakan enam pemusik asal irian jaya Papua, yakni Hengky MS 'Mirantoneng Sumanti' (Lead Vocal & Guitar), Benny Bettay (Bass), Jochie Pattipeiluhu (Keyboard/Organ), Amry Kahar (Trumpet), Stevie Mambor (Drum & Vocal), David Rumagesan (saksofon & Vocal). Andi Ayamiseba menjadi melengkapi formasi grup band yang beraliran musik pop, rock ini sebagai manager.[1]
Black Brothers adalah grup musik legendaris beraliran progressive rock dan reggae asal Papua (dulu Irian Jaya) yang mencapai puncak kejayaannya pada tahun 1970-an. Mereka tidak hanya dikenal karena musikalitasnya yang tinggi, tetapi juga karena pengaruh politis dan sosialnya yang kuat di kawasan Pasifik. Ditahun 1974 Hengky MS, Yochie, Benny, Stevie mereka berempat main dijayapura, mereka kemudian hijrah ke Jakarta pada tahun 1975 untuk meniti karier bermusik yang lebih menjanjikan. Band ini dimanajeri oleh Andy Ayamiseba, seorang pengusaha berdarah Cina-Papua. Dibawah nakhoda Andy, BB (Black Brothers) menjalin kerjasama dengan Nyo Beng Seng pemilik label rekaman Irama Tara, salah satu label mayor saat itu. Album pertama Black Brothers membuka jalan bagi Black Brother menjadi salah satu grup band papan atas Indonesia. Salah satu lagu ciptaan Hengky MS dalam album tersebut yang berjudul "Kisah Seorang Pramuria" sempat menjadi kontroversi karena dianggap sangat identik dengan Charles Hutagulung. Meskipun diwarnai berbagai kontroversi, mereka tetap terus berkarya dan semakin dikenal oleh penikmat musik Indonesia.
Tanggal 28 Desember 1976, Black Brothers tercatat pernah tampil duel meet musik keras di Istora Senayan dengan SAS Group, trio rock asal Surabaya. Black Brothers membawakan lagu bernuansa Papua berjudul "Huembello" yang dimainkan dengan gaya hard rock. Bersama grup musik Freedom of Rhapsodia dan Grup Bani Adam, mereka tampil di Bandung pada Tahun 1977. Black Brothers memiliki keunikan dalam bermusik, yakni lebih suka membawakan musik bertema hard rock ketika diatas panggung, tetapi cenderung mengusung musik pop dalam album-album yang mereka buat.
Di tahun 1979 Black Brothers mengalami pergantian personil dengan keluarnya Hengky M.S (Lead Vocal & Guitar) dan David Rumagesan (Saksofon & Vocal) Masuk menggantikan pada Vocal adalah (Vocalis dan pemain Bass grup Band Black Papas) Sandy Bettay kemudian diikuti Augustinus Rumwaropen (Guitar dari grup Band Coconuts/Black List) dan kakak beradik Karim & Iskandar Assor pada trombone,trumpet dan saksofon formasi ini disering disebut Black Bros'79.Mereka menghasilkan dua album yaitu album Perdana & Hening
Hengky M.S (Lead Vocal & Guitar) kembali bergabung disaat Black Brothers akan "hijrah" keluar negeri (Papua New Guinea,Vanuatu,Solomon Island,Belanda dan Australia) dengan beranggotakan Hengky M.S(Vocal & Guitar),Yochie pattipeiluhu (Keyboard),Benny Bettay (Bass),Stevie Mambor (Drum & Vocal),August Rumwaropen (Lead Guitar & Vocal),William Ayamiseba (Percusion), Kamir Assor (Trompet). Didekade ini juga Black Brothers sempat mengeluarkan 2 album studio Didalam Kerinduan (1984), Hello (1985) dan beberapa kali mengeluarkan album kompilasi.
Pada awal Mei 2024, diadakan Tribute to Black Brothers di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. Acara yang bertemakan Merajut Kebangsaan ini merupakan bentuk apresiasi kepada The Legends of Black Brothers atas karya-karya mereka selama ini. Konser tersebut menampilkan 12 artis dan sejumlah penyanyi muda dari Papua yang secara khusus menyanyikan lagu-lagu Black Brothers. Iwan Fals muncul di akhir konser membawakan lagu Hari Kiamat, salah satu karya seni dari kelompok Hitam Bersaudara ini. Anggota Black Brothers yang hadir di konser 4 Mei 2024 adalah Amry Kahar yang kebetulan tinggal di Jakarta, serta Jochie Pattipeiluhu yang sengaja "dibawa" dari negeri kincir angin. Sementara itu, Benny Bettay tidak dapat hadir. Penyebabnya tidak mendapatkan izin, karena ia masih repot mengendalikan pesawat saat terparkir di apron bandara. [2]
Selain Iwan Fals, berbagai penyanyi dari Papua juga tampil di panggung megah tersebut, diantaranya Michel Jakarimilena, Depo D'Phenomeno, Dorkas Waroy, Chea Rumagesan, Frans Sisir Rumbino, Dave Solution Baransano, Joan Idol, Nowela, Sundari Soekotjo, Edo Kondologit, dan Papua Original & Orchestra. [3]
2. Wamla, Ibiroma. (2015). Sebuah Kisah Cinta dalam Lagu Black Brothers[pranala nonaktif permanen]. Jayapura. Komunitas Sastra Papua, Kosapa.
3. Wamla, Ibiroma. (2015). Fakta Unik Black Brothers[pranala nonaktif permanen]. Jayapura. Komunitas Sastra Papua, Kosapa.
4. Djunaedi, Fauzie. (2012). Black Brothers Grup Tersohor dari Papua[pranala nonaktif permanen]. Jakarta. Republika.
5. Termpo. (1979). Mempertahankan Identitas Irian[pranala nonaktif permanen]. Jakarta. Majalah Tempo.
6. Upessy, Eienmarch. (2019). 4 Kekuatan Musik Black Brothers[pranala nonaktif permanen]. Jayapura. Komunitas Sastra Papua, Kosapa.
7. Black Brothers, Duta Rock dari Tanah Papua. tirto.id.
8. Anda penggemar Black Brothers? Anda wajib tahu 10 fakta ini! https://jubi.co.id/
9. Selamat jalan Andy Ayamiseba jubi.co.id
9.Menelusuri Jejak Langkah Sang Legenda_Igir_Al Qatiri Dkk (2011)