Spolia adalah batu yang diambil dari struktur lama dan dialihfungsikan untuk konstruksi baru atau tujuan dekoratif. Hal ini merupakan hasil dari praktik kuno yang tersebar luas (spoliasi) di mana batu yang telah ditambang, dipotong, dan digunakan dalam suatu struktur bangunan diangkut untuk digunakan di tempat lain. Praktik ini menjadi perhatian khusus bagi sejarawan, arkeolog, dan sejarawan arsitektur karena batu nisan, monumen, dan fragmen arsitektur dari zaman kuno sering ditemukan tertanam dalam struktur yang dibangun berabad-abad atau ribuan tahun kemudian. Arkeolog Philip A. Barker memberikan contoh sebuah batu nisan periode Romawi akhir dari Wroxeter yang terlihat telah dipangkas dan mengalami pelapukan saat digunakan sebagai bagian dari dinding eksterior dan, mungkin hingga abad ke-5, diinskripsi ulang untuk digunakan kembali sebagai batu nisan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Spolia (Latin untuk 'barang rampasan'; tunggal: spolium) adalah batu yang diambil dari struktur lama dan dialihfungsikan untuk konstruksi baru atau tujuan dekoratif. Hal ini merupakan hasil dari praktik kuno yang tersebar luas (spoliasi) di mana batu yang telah ditambang, dipotong, dan digunakan dalam suatu struktur bangunan diangkut untuk digunakan di tempat lain. Praktik ini menjadi perhatian khusus bagi sejarawan, arkeolog, dan sejarawan arsitektur karena batu nisan, monumen, dan fragmen arsitektur dari zaman kuno sering ditemukan tertanam dalam struktur yang dibangun berabad-abad atau ribuan tahun kemudian. Arkeolog Philip A. Barker memberikan contoh sebuah batu nisan periode Romawi akhir (kemungkinan abad ke-1) dari Wroxeter yang terlihat telah dipangkas dan mengalami pelapukan saat digunakan sebagai bagian dari dinding eksterior dan, mungkin hingga abad ke-5, diinskripsi ulang untuk digunakan kembali sebagai batu nisan.[1]