İznik adalah sebuah munisipalitas dan distrik di Provinsi Bursa, Turki. Kota ini memiliki luas wilayah sekitar 753 km2, dan populasi sekitar 44.236 (2022). Kota ini berdiri di lokasi kota kuno Nikea, yang menurunkan nama "İznik". Kota ini dibangun di atas cekungan subur di ujung timur Danau İznik, yang diapit oleh jajaran bukit di utara dan selatan. Kota ini hanya berjarak 90 kilometer di tenggara Istanbul jika menarik garis lurus, tetapi berjarak 200 km jika menempuh jalur darat mengitari Teluk İzmit. Kota ini berjarak sekitar 80 km dari Bursa melalui jalur darat.
İznik adalah sebuah munisipalitas dan distrik di Provinsi Bursa, Turki. Kota ini memiliki luas wilayah sekitar 753km2,[2] dan populasi sekitar 44.236 (2022).[1] Kota ini berdiri di lokasi kota kuno Nikea, yang menurunkan nama "İznik". Kota ini dibangun di atas cekungan subur di ujung timur Danau İznik, yang diapit oleh jajaran bukit di utara dan selatan. Kota ini hanya berjarak 90 kilometer (56 mil) di tenggara Istanbul jika menarik garis lurus, tetapi berjarak 200km (124 mil) jika menempuh jalur darat mengitari Teluk İzmit. Kota ini berjarak sekitar 80km (50 mil) dari Bursa melalui jalur darat.
İznik telah menjadi pusat distrik provinsi Bursa sejak tahun 1930. Sebelumnya kota ini menjadi bagian dari distrik Kocaeli pada tahun 1923–1927, lalu menjadi munisipalitas di distrik Yenişehir (terhubung ke Bilecik sebelum tahun 1926) pada tahun 1927–1930.
Tembok-tembok kuno yang mengelilingi Nikea masih bertahan hingga saat ini, meskipun telah dilubangi di beberapa tempat untuk mempermudah akses jalan. Di dalam area yang dikelilingi tembok tersebut berdiri Masjid Ayasofya, yang dahulu menjadi lokasi Konsili Nicea Kedua diadakan pada tahun 787 M. Kota ini terkenal dengan ubin dan tembikar İznik.
Tembok Iznik di Gerbang YenişehirHagia Sophia di İznikIznik Süleyman Paşa MedresesiUbin Iznik di dalam Masjid Selimiye di EdirneMuseum Iznik di Dapur Umum Nilüfer HatunBagian luar kompleks EşrefoğluMasjid Şeyh Kutbuddin dengan mausoleum
Objek wisata
Sejumlah monumen bersejarah didirikan oleh orang-orang Utsmaniyah pada awal periode penaklukan antara tahun 1331 hingga 1402, ketika kota Nikea dijarah oleh Timur Lenk. Monumen-monumen yang masih berdiri pada saat ini adalah:
İznik awalnya dikelilingi oleh tembok-tembok sepanjang 5km (3mi) dengan tinggi sekitar 10m (33ft) dan dikelilingi oleh sistem parit ganda di bagian yang menghadap darat. Di antara tembok-tembok tersebut berdiri lebih dari 100 menara. Gerbang-gerbang besar yang dibangun pada tiga sisi tembok yang menghadap daratan menjadi satu-satunya pintu masuk ke dalam kota. Bagian barat tembok menjulang cukup besar di sisi danau sehingga tidak mudah dikepung pada bagian daratan. Saat ini, tembok-tembok tersebut telah runtuh, tetapi masih cukup banyak bagian tembok yang tersisa untuk menyediakan rute berjalan kaki yang menyenangkan.[3]
Masjid Yeşil (Masjid Hijau), dibangun pada tahun 1378–1391 atas perintah Çandarlı Kara Halil Hayreddin Pasha, Wazir Agung pertama dari Kesultanan Utsmaniyah. Masjid ini terletak di dekat Danau Lefke yang berada di sisi timur kota. Masjid ini sempat rusak pada tahun 1922 selama Perang Yunani–Turki, namun dipugar pada tahun 1956–1969.[4][5]
Hagia Sophia, juga dikenal sebagai Aya Sofya, [6] (Yunani: Ἁγία Σοφίαcode: el is deprecated , "Kebijaksanaan Suci") adalah bekas gereja era Bizantium yang dibangun oleh Kaisar Yustinianus I di tengah-tengah kota ini pada abad ke-6. Di sinilah Konsili Nicea Kedua, salah satu pertemuan para uskup Kristen, diadakan pada tahun 787 M. Setelah pembangunan kembali yang kontroversial, sekarang menjadi Masjid Ayasofya (Turki: Ayasofya Cami).[7]
Masjid Hacı Özbek (1333). Masjid ini dibangun hanya tiga tahun setelah penaklukan Utsmaniyah. Serambi di sisi barat bangunan dihancurkan pada tahun 1940 untuk memperlebar jalan.[8]
Dapur Umum Nilüfer Hatun (Nilüfer Hatun Imareti) dibangun pada tahun 1388 dan sempat ditinggalkan selama bertahun-tahun, tetapi kemudian dipugar pada tahun 1955 dan sekarang menjadi museum.[9]
Madrasah Suleyman Pasha (dibangun pada pertengahan abad ke-14). Tempat ini menjadi salah satu dari dua madrasah yang masih ada di kota ini. Madrasah ini dipugar pada abad ke-19 dan kembali dipugar pada tahun 1968.[10]
Mausoleum Çandarlı Hayreddin Pasha (dibangun pada abad ke-14). Ruang utamanya berisi lima belas sarkofagus, sementara ruang bawahnya berisi tiga sarkofagus lagi, termasuk sarkofagus negarawan Utsmaniyah-Tunisia Hayreddin Pasha. Mausoleum ini terletak di sebuah pemakaman di luar gerbang Lefke yang berada di sebelah timur kota.[11]
Tanur. Masih tersisa beberapa jejak kecil dari tungku yang digunakan untuk membuat tembikar dan ubin yang pernah membuat İznik terkenal.
Beberapa monumen bertahan hingga pada abad ke-20, tetapi kemudian hancur selama Perang Yunani–Turki (1919–1922). Monumen-monumen tersebut antara lain:
Gereja Koimesis (dibangun pada abad ke-6 hingga ke-8, tetapi dibangun kembali setelah gempa bumi tahun 1065). Satu-satunya gereja di kota ini yang tidak diubah menjadi masjid.[12] Gereja ini dihiasi dengan mosaik-mosaik Bizantium abad ke-11 yang kini hanya tersisa dalam bentuk dokumentasi foto.[13][14]
Masjid Eşrefzâde Rumi (abad ke-15). Eşrefzâde Rumi menikah dengan putri Hacı Bayram-ı Veli, lalu mendirikan mazhab sufi dan setelah kematiannya pada tahun 1469–70 makamnya menjadi tempat ziarah.[4] Masjid tersebut telah dipugar dan makamnya dihiasi dengan ubin Iznik.[15]
Masjid dan Mausoleum Seyh Kutbeddin (pada abad ke-15). Masjid dan mausoleum tersebut telah dibangun kembali.[16][17]
↑Kastrinakis, Nikos (16 June 2005), "Nicaea (Byzantium), Dormition Church", Encyclopaedia of the Hellenic World, Asia Minor, Foundation of the Hellenic World, diakses tanggal 20 September 2014
Defrémery, C.; Sanguinetti, B.R., ed. (1854). Voyages d'Ibn Batoutah, Volume 2 (dalam bahasa Arabic and French). Paris: Société Asiatic. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
Dunn, Ross E. (2005). The Adventures of Ibn Battuta. University of California Press. ISBN0-520-24385-4. First published in 1986, ISBN0-520-05771-6.
Gibb, H.A.R., ed. (1962). The Travels of Ibn Baṭṭūṭa, A.D. 1325–1354 (Volume 2). London: Hakluyt Society.
Mango, Cyril (1959). "The date of the narthex mosaics of the Church of the Dormition at Nicaea". Dumbarton Oaks Papers. 13: 245–252. doi:10.2307/1291137. JSTOR1291137.
Raby, Julian (1989). "İznik, 'Une village au milieu des jardins'". Dalam Petsopoulos, Yanni (ed.). Iznik: The Pottery of Ottoman Turkey. London: Alexandra Press. hlm.19–22. ISBN978-1-85669-054-6.