Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Spektroskopi astronomi

Spektroskopi astronomi adalah cabang dari astronomi observasional yang mempelajari sifat dan komposisi objek langit berdasarkan analisis spektrum cahaya yang mereka pancarkan, serap, atau pantulkan. Teknik ini telah menjadi alat utama dalam memahami struktur, gerak, dan komposisi kimia bintang, galaksi, nebula, dan objek langit lainnya.

Wikipedia article
Diperbarui 21 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Garis Fraunhofer pada spektrum Matahari
BidangAstronomi observasional
TujuanMenentukan komposisi, suhu, kecepatan, dan sifat fisik objek langit
Penemu awalJoseph von Fraunhofer · Angelo Secchi · William Huggins
Instrumen utamaSpektrograf · Spektrometer · Prisma · Kisi difraksi
  • l
  • b
  • s

Spektroskopi astronomi adalah cabang dari astronomi observasional yang mempelajari sifat dan komposisi objek langit berdasarkan analisis spektrum cahaya yang mereka pancarkan, serap, atau pantulkan. Teknik ini telah menjadi alat utama dalam memahami struktur, gerak, dan komposisi kimia bintang, galaksi, nebula, dan objek langit lainnya.

Sejarah

Penggunaan spektroskopi dalam astronomi bermula pada awal abad ke-19, saat Joseph von Fraunhofer menemukan garis-garis gelap dalam spektrum Matahari, yang kini dikenal sebagai garis Fraunhofer. Pada pertengahan abad ke-19, astronom seperti William Huggins dan Angelo Secchi mulai menggunakan spektroskopi untuk mengklasifikasikan bintang dan mendeteksi elemen kimia di dalamnya.[1]

Prinsip Kerja

Spektroskopi astronomi bekerja dengan memecah cahaya dari objek langit menjadi spektrum komponennya menggunakan alat seperti prisma atau grating difraksi. Spektrum ini kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi garis emisi atau absorpsi, yang menunjukkan adanya unsur-unsur kimia tertentu.

Dengan menganalisis pergeseran spektral (seperti efek Doppler), astronom juga dapat menentukan kecepatan radial suatu objek relatif terhadap Bumi.[2]

Jenis Spektrum

Tiga jenis spektrum utama dalam spektroskopi astronomi:

  • **Spektrum kontinu** – dipancarkan oleh benda padat atau gas panas.
  • **Spektrum garis emisi** – dipancarkan oleh gas panas yang diencerkan.
  • **Spektrum garis absorpsi** – dihasilkan saat cahaya melewati gas yang lebih dingin.

Aplikasi

Spektroskopi digunakan dalam berbagai studi astronomi, antara lain:

  • Menentukan komposisi kimia bintang dan planet ekstrasurya.
  • Mengukur pergeseran merah galaksi untuk memperkirakan kecepatan dan jaraknya.
  • Mendeteksi kecepatan rotasi bintang dan lubang hitam.
  • Mengklasifikasikan tipe spektrum bintang.
  • Mengukur suhu dan tekanan atmosfer benda langit.

Instrumen

Beberapa instrumen spektroskopi penting:

  • Spektrograf Echelle
  • Spektrometer inframerah
  • Spektrograf multi-objek
  • Spektrometer pada teleskop luar angkasa seperti Hubble Space Telescope dan James Webb Space Telescope

Lihat pula

  • Spektrum elektromagnetik
  • Efek Doppler
  • Klasifikasi spektrum bintang
  • Fotometri astronomi

Referensi

  1. ↑ Kaler, J.B. (1997). Stars and their Spectra. Cambridge University Press. ISBN 978-0521596517.
  2. ↑ Carroll, B. W., & Ostlie, D. A. (2017). An Introduction to Modern Astrophysics. Cambridge University Press. ISBN 978-1108422161.

Pranala luar

  • Cosmos – Spektroskopi di Swinburne Astronomy
  • ESA – Spectroscopy in Space
  • Kitt Peak Spectroscopy – NOIRLab
  • ESPRESSO instrument – ESO
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Nasional
  • Latvia
Lain-lain
  • Ensiklopedia Ukraina Modern

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Prinsip Kerja
  3. Jenis Spektrum
  4. Aplikasi
  5. Instrumen
  6. Lihat pula
  7. Referensi
  8. Pranala luar

Artikel Terkait

Astronomi

ilmu alam yang berhubungan dengan kajian benda-benda langit

Spektroskopi

ilmu yang mempelajari materi dan atributnya

Spektroskopi fotoakustik

pengukuran dari efek penyerapan energi elektromagnetik dengan metode deteksi akustik

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026