Sony Sonjaya adalah seorang purnawirawan Kepolisian Negara Republik Indonesia yang saat ini menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi. Ia dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 17 September 2025 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 97/P Tahun 2025.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Artikel ini perlu dikembangkan agar dapat memenuhi kriteria sebagai entri Wikipedia. Bantulah untuk mengembangkan artikel ini. Jika tidak dikembangkan, artikel ini akan dihapus. |
Sony Sonjaya | |
|---|---|
| Wakil Kepala Badan Gizi Nasional | |
| Mulai menjabat 17 September 2025 Menjabat bersama Nanik Sudaryati Deyang, Lodewyk Pusung | |
| Presiden | Prabowo Subianto |
| Kepala | Dadan Hindayana |
Pendahulu Jabatan Baru Pengganti Petahana | |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | Sony Sonjaya 20 Oktober 1967 Bandung, Jawa Barat |
| Kebangsaan | Indonesia |
| Almamater | Akademi Kepolisian (1991) |
| Pekerjaan | Polisi |
| Karier militer | |
| Pihak | |
| Dinas/cabang | |
| Masa dinas | 1991–2025 |
| Pangkat | |
| NRP | 67100512 |
| Satuan | Badan Reserse Kriminal Polri |
Sony Sonjaya (lahir 20 Oktober 1967) adalah seorang purnawirawan Kepolisian Negara Republik Indonesia yang saat ini menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi.[1] Ia dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 17 September 2025 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 97/P Tahun 2025.[2]
Sony lahir di Bandung, Jawa Barat.[3] Ia menempuh pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol) dan lulus pada tahun 1991 sebagai bagian dari angkatan Batalyon Bhayangkara.[4]
Sony memiliki pengalaman panjang di bidang reserse kriminal. Selama bertugas di Polda Aceh, ia pernah menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum pada tahun 2020 dan Direktur Reserse Kriminal Khusus pada tahun 2021.[5] Jabatan terakhirnya di kepolisian adalah Kabagrenopsnal Robinopsnal Bareskrim Polri sebelum akhirnya memasuki masa purna tugas dengan pangkat Inspektur Jenderal.[6]
Sebagai Wakil Kepala BGN, Sony bertanggung jawab atas operasional teknis pemenuhan gizi nasional.[7] Ia juga memimpin Tim Verifikasi BGN untuk memastikan validasi data penerima manfaat program prioritas pemerintah tetap akurat dan transparan.[8]