Situs Pasir Angin adalah salah satu situs arkeologi yang berada di Desa Cemplang, Kecamatan Cibungbulan, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Lokasi Situs Pasir Angin terdapat di bukit kecil dengan ketinggian kurang lebih 210 meter di atas permukaan laut dan ukuran bukit kurang lebih 500 m² membujur dari barat daya menuju timur laut. Situs ini merupakan salah satu situs yang pernah dihuni oleh manusia pada masa logam awal atau pada masa perundagian. Di Indonesia diperkirakan berlangsung selama tahun 600 sampai 200 tahun Sebelum Masehi. Periode ini diputuskan berdasarkan analisis C-14 terhadap arang yang ditemukan di situs ini. Dari dua belas jenis arang yang telah dikirim Australia National University di Kota Canberra, empat buah yang dijadikan contoh telah menghasilkan tanggal absolut yang berkisar antara 1000 tahun sebelum Masehi sampai 1000 Masehi. Berdasarkan perkiraan itu, masa yang dapat disimpulkan adalah kurang lebih selama 2000 tahun. Situs ini menjadi sangat penting karena sudah berlangsung selama prasejarah, proto sejarah, dan masa sejarah. Situs ini pernah diteliti oleh para ahli dalam kurun waktu 1970 sampai 1973, dan 1975 oleh Tim Pusat Penelitian Arkeologi Nasional)yang pimpinan oleh R.P. Soejono. Hasil dari ekskavasi menemukan bahwa artefak-artefak yang ada tersebut terbuat dari batu, tanah liat, besi, perunggu, obsidian, kaca, dan gerabah.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Situs Pasir Angin adalah salah satu situs arkeologi yang berada di Desa Cemplang, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.[1] Lokasi Situs Pasir Angin terdapat di bukit kecil dengan ketinggian kurang lebih 210 meter di atas permukaan laut dan ukuran bukit kurang lebih 500 m² membujur dari barat daya menuju timur laut. Situs ini merupakan salah satu situs yang pernah dihuni oleh manusia pada masa logam awal atau pada masa perundagian. Di Indonesia diperkirakan berlangsung selama tahun 600 sampai 200 tahun Sebelum Masehi. Periode ini diputuskan berdasarkan analisis C-14 terhadap arang yang ditemukan di situs ini. Dari dua belas jenis arang yang telah dikirim Australia National University di Kota Canberra, empat buah yang dijadikan contoh telah menghasilkan tanggal absolut yang berkisar antara 1000 tahun sebelum Masehi sampai 1000 Masehi.[2] Berdasarkan perkiraan itu, masa yang dapat disimpulkan adalah kurang lebih selama 2000 tahun. Situs ini menjadi sangat penting karena sudah berlangsung selama prasejarah, proto sejarah, dan masa sejarah. Situs ini pernah diteliti oleh para ahli dalam kurun waktu 1970 sampai 1973, dan 1975 oleh Tim Pusat Penelitian Arkeologi Nasional)yang pimpinan oleh R.P. Soejono. Hasil dari ekskavasi menemukan bahwa artefak-artefak yang ada tersebut terbuat dari batu, tanah liat, besi, perunggu, obsidian, kaca, dan gerabah.[1]
Benda-benda arkeologi yang berhasil ditemukan di Situs Pasir Angin antara lain tongkat perunggu, kapak, kapak perunggu berbentuk candrasa, corong dengan bentuk tangkai mirip ekor burung seriti, manik-manik batu dan kaca, beliung persegi, bandul kalung perunggu, ujung tombak, alat-alat obsidian, kapak besi, dan gerabah. Semua benda tersebut ditemukan di sekitar monolit dan benda-benda ini dianggap peninggalan prasejarah unik, karena hampir semua benda menghadap ke arah timur sejajar dengan bidang datar monolit.[2]