Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Siti Danilah Salim

Siti Danilah Salim, akrab dipanggil Tante Du adalah seorang pejuang kemerdekaan dan hak perempuan, penulis dan wartawan pada masa perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Wikipedia article
Diperbarui 27 Agustus 2023

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Siti Danilah Salim
Lahir21 Desember 1897
Tanjungpinang, Riau, Hindia Belanda
Meninggal15 Juli 1989(1989-07-15) (umur 91)
KebangsaanIndonesia
PekerjaanPenulis, wartawan
Dikenal atasPejuang kemerdekaan dan hak perempuan
Suami/istriSjamsuddin Sutan Makmur

Siti Danilah Salim, akrab dipanggil Tante Du (21 Desember 1897 – 15 Juli 1989) adalah seorang pejuang kemerdekaan dan hak perempuan, penulis dan wartawan pada masa perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Latar Belakang

Siti Danilah adalah putri dari pasangan Sutan Mohamad Salim (ayah), seorang kepala jaksa di Riau (Hoofddjaksa Riouw pada masa penjajahan Belanda) yang berasal dari Koto Gadang, Agam, dengan Siti Zainab (ibu). Dua orang saudara Siti Danilah juga dikenal sebagai pejuang kemerdekaan Indonesia, yaitu H. Agus Salim dan Chalid Salim. Setamat dari Europesche Lagere School di Riau, ia melanjutkan pendidikan tinggi di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs Medan. Setamat dari MULO pada usia 17, Siti Danilah bekerja di kantor pos dan bea cukai. Selama tinggal di Medan, ia bekerja di percetakan De Evolutie sebagai juru koreksi.[butuh rujukan]

Perjuangan

Bergabung dengan percetakan De Evolutie memunculkan keminatan ia terhadap dunia literasi. Awalnya, Siti Danilah menulis esai dan puisi berbahasa Belanda dengan nama pena "Kemuning". Tulisan ia dalam bahasa Indonesia pertama kali dimuat dalam Majalah Neratja. Selain berkarier di bidang literasi, ia aktif dalam kegiatan organisasi dan Jong Sumatera Bond. Selama berkiprah di Jong Sumatera Bond, Siti Danilah menulis di majalah Jong Sumatra. Mengikuti suami, Siti Danilah pindah ke Semarang dan mendapatkan pekerjaan di Majalah Pestaka, Suratkabar Bahagia. Ia juga bergabung dengan organisasi Isteri Indonesia dan terpilih sebagai ketua Isteri Indonesia cabang Semarang selama lima tahun. Setelah bercerai dengan suami, Siti Danilah kembali ke Batavia dan menjadi anggota pengurus besar Isteri Indonesia serta ketua cabang Kwitang.[butuh rujukan]

Pada masa pendudukan jepang, , ia bersama suaminya, Sjamsuddin Sutan Makmur mengelola surat kabar Harian Rakyat dengan menggunakan nama samaran Bang Golok. Siti Danilah juga aktif dalam organisasi Perkoempoelan Istri. Pada sekitar tahun 1947 atau masa revolusi kemerdekaan ia menjabat sebagai Wakil Ketua Partai Wanita Rakyat yang diketuai oleh Ibu Mangunsarkoro. Siti Danilah juga mengkritik Soekarno dalam persoalan pernikahan di Majalah Isteri Indonesia.[butuh rujukan]

Kehidupan Pribadi

Pada tahun 1920, Siti Danilah menikah dengan seorang pegawai dan bercerai 18 tahun kemudian. Ia menikah dengan Sjamsuddin Sutan Makmur, seorang jurnalis Cahaya Timur pada masa pendudukan Jepang yang nantinya menjadi menteri Indonesia setelah masa kemerdekaan.[1]

Referensi

  1. ↑ Penerangan, Indonesia Departemen (1955). Kabinet-kabinet Republik Indonesia. Kementerian Penerangan.

Pranala luar

  • "Historiografi Feminisme Indonesia" Academia. Diakses 19/4/2014.
  • "Bukankah Para Jurnalis yang Mempelopori Emansipasi Perempuan di Indonesia?" Diarsipkan 2014-04-19 di Wayback Machine. Kompasiana, 19/4/2012. Diakses 19/4/2014.
  • "Siti Danilah Salim Jurnalis Wanita" "Goparlement', 8/9/2018. Diakses 26/6/2020.
  • "Wartawan yang Terlupa" 'Historia'. Diakses 26/6/2020.


Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Latar Belakang
  2. Perjuangan
  3. Kehidupan Pribadi
  4. Referensi
  5. Pranala luar

Artikel Terkait

Sutan Mohamad Salim

belasan tahun ke Digul, Papua dan Siti Danilah Salim, seorang penulis, jurnalis dan pejuang kemerdekaan dan hak perempuan. Siti Zainab meninggal dunia sewaktu

Dolly Salim

Dolly Salim atau Theodora Athia Salim (26 Juli 1913 – 24 Juli 1990) adalah pelantun pertama Lagu Indonesia Raya pada Kongres Pemuda II tanggal 27 hingga

Sjamsuddin Sutan Makmur

di Sumatera Timur. Pada masa pendudukan Jepang, bersama istrinya, Siti Danilah Salim, ia mengelola surat kabar Harian Rakyat. Sjamsuddin pernah menjabat

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026