Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Chalid Salim

Abdoel Chalid Salim atau Ignatius Franciscus Michael Salim adalah seorang wartawan dan tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia berhaluan kiri. Ia merupakan putra Sutan Muhammad Salim, seorang jaksa dari Koto Gadang, Agam, Sumatera Barat. Dia juga merupakan adik Haji Agus Salim.

Wikipedia article
Diperbarui 17 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Chalid Salim

Abdoel Chalid Salim
Chalid Salim dengan dua adik perempuannya, 1910-an
Lahir(1902-11-24)24 November 1902
Tanjungpinang, Hindia Belanda
Meninggal10 Maret 1985(1985-03-10) (umur 82)
Rijswijk, Zuid Holland, Belanda
KebangsaanIndonesia
Nama lainIgnatius Franciscus Michael Salim
Dikenal atasTokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia, mantan tahanan Diguli

Abdoel Chalid Salim (24 November 1902 – 10 Maret 1985) atau Ignatius Franciscus Michael Salim[1] adalah seorang wartawan dan tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia berhaluan kiri. Ia merupakan putra Sutan Muhammad Salim, seorang jaksa dari Koto Gadang, Agam, Sumatera Barat. Dia juga merupakan adik Haji Agus Salim.

Kehidupan

Setelah meninggalkan bangku sekolah MULO (1923) di Weltevreden, Chalid Salim pergi bekerja ke Lumajang. Setelah itu ia mengikuti saudaranya Jacob Salim di Pontianak. Di sini ia bekerja di kantor advokat dan aktif menulis di mingguan Halilintar Hindia. Kemudian ia pindah ke Medan, dan bekerja sebagai redaktur Pewarta Deli. Tulisannya banyak mengecam kebijakan pemerintah Hindia Belanda, seperti poenale sanctie, hingga kedoknya sebagai aktivis komunis terbongkar. Chalid dipenjara selama setahun di Medan, sebelum akhirnya dibuang ke Boven Digul. Ia mendekam di Digul selama 15 tahun (1928-1943), dan merupakan salah satu tahanan politik yang paling lama mendekam di kamp tersebut.[2] Salim dibaptis oleh Imam C. Meuwese pada 26 Desember 1942, beberapa bulan sebelum ia meninggalkan Tempat Pengasingan Boven Digoel, setelah serangkaian perdebatan panjang dan katekisasi yang diberikan oleh imam Keuskupan Agung Merauke tersebut.[3]

Karya

  • Vijftien Jaar Boven-Digoel Concentratiekamp op Nieuw-Guinea Bakermat van de Indonesische Onafhankelijkheid. Diterjemahkan menjadi "Lima Belas Tahun Digul, Kamp Konsentrasi di Nieuw Guinea, Tempat Persemaian Kemerdekaan Indonesia" (1977)

Catatan kaki

  1. ↑ http://garuda.ristekbrin.go.id/documents/detail/774591%5B%5D
  2. ↑ Yunus Yahya, Peranakan idealis: dari Lie Eng Hok sampai Teguh Karya, KPG, 2002
  3. ↑ Steenbrink 2007, hlm. 251-52.

Referensi

  • Haji Agus Salim, Di Jalan ke Digul, Fadjar Asia, 3 Agustus 1928
  • Azizah Etek, Mursyid A. M., Arfan B; Kelah Sang Demang Jahja Datoek Kajo: Pidato Otokritik di Volkstraad, 1927-1939; LKiS, 2008
  • Majalah Tempo, Kisah dari Siberia Hijau, 24 Oktober 1981
  • Steenbrink, Karel (2007), Catholics in Indonesia, 1903-1942 : A Documented History (dalam bahasa (Inggris)), vol. 2, Brill, ISBN 978-90-67-18260-7 Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)

Pranala luar

  • "Abdoel Chalid Salim (1902-1985): dari Simpatisan PKI ke Kayu Salib" Suryadi, Leiden, Belanda.
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
  • GND
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Belanda
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Kehidupan
  2. Karya
  3. Catatan kaki
  4. Referensi
  5. Pranala luar

Artikel Terkait

Idham Chalid

Politikus Indonesia (1921–2010)

Agus Salim

pahlawan nasional Indonesia

Sutan Mohamad Salim

beberapa orang anak, diantaranya Agus Salim, yang dikenal sebagai pejuang kemerdekaan dan diplomat ulung, serta Chalid Salim, juga seorang pejuang yang pernah

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026