Sitaare Zameen Parcode: hi is deprecated adalah film drama komedi olahraga berbahasa Hindi yang disutradarai oleh R. S. Prasanna, dan diproduseri oleh Aamir Khan dan Aparna Purohit. Film ini menjadi semacam penerus spiritual dari film Aamir Khan tahun 2007 berjudul Taare Zameen Par, yang dibintangi oleh Aamir Khan bersama Genelia Deshmukh. Film ini merupakan remake resmi dari film Spanyol tahun 2018 berjudul Champions, yang berkisah mengenai seorang pelatih bola basket yang diskors, lalu harus menjalani hukuman kerja sosial dengan melatih tim pemain disabilitas untuk mempersiapkan diri mengikuti sebuah turnamen.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Sitaare Zameen Par | |
|---|---|
Poster penayangan di bioskop | |
| Sutradara | R. S. Prasanna |
| Produser |
|
| Skenario | Divy Nidhi Sharma |
| Cerita | David Marqués (Cerita orisinal) |
Berdasarkan | Champions oleh Javier Fesser |
| Pemeran |
|
| Penata musik | Lagu: Shankar–Ehsaan–Loy Musik Latar: Ram Sampath |
| Sinematografer | G. Srinivas Reddy |
| Penyunting | Charu Shree Roy |
Perusahaan produksi | Aamir Khan Productions |
| Distributor |
|
Tanggal rilis |
|
| Durasi | 158 menit[1][2] |
| Negara | India |
| Bahasa | Hindi |
| Anggaran | ₹122 crore[3] |
Pendapatan kotor | ₹266.49 crore[4] |
Sitaare Zameen Parcode: hi is deprecated (terj. har. 'Bintang-Bintang di Bumi') adalah film drama komedi olahraga berbahasa Hindi yang disutradarai oleh R. S. Prasanna, dan diproduseri oleh Aamir Khan dan Aparna Purohit. Film ini menjadi semacam penerus spiritual dari film Aamir Khan tahun 2007 berjudul Taare Zameen Par, yang dibintangi oleh Aamir Khan bersama Genelia Deshmukh.[5][6][7] Film ini merupakan remake resmi dari film Spanyol tahun 2018 berjudul Champions,[8] yang berkisah mengenai seorang pelatih bola basket yang diskors, lalu harus menjalani hukuman kerja sosial dengan melatih tim pemain disabilitas untuk mempersiapkan diri mengikuti sebuah turnamen.[9]
Film ini diumumkan pada Oktober 2023.[10] Pengambilan gambar utama dilakukan di India selama empat bulan sebelum akhirnya selesai pada Juni 2024.[11][12]
Sitaare Zameen Par dirilis pada 20 Juni 2025.[13] Film ini menghasilkan ₹266 crore dari seluruh dunia dan menjadi film Hindi terlaris kelima pada tahun 2025 dan menjadi film India terlaris kesepuluh di tahun 2025.[14][15]
Gulshan Arora, seorang asisten pelatih basket yang sombong, ambisius, dan penuh ego. Karena keegoisannya, ia bahkan telah tidak hidup serumah dengan istrinya, Suneeta Arora. Ia bekerja di tim basket profesional, tapi kariernya hancur saat ia kehilangan kendali emosi dan memukul pelatih seniornya akibat perbedaan pendapat. Akibat insiden itu, Gulshan diskors. Tak berhenti di situ, ia tertangkap mengemudi dalam keadaan mabuk dan menabrak mobil polisi. Alih-alih penjara, hakim menghukumnya dengan layanan masyarakat selama tiga bulan dengan melatih tim basket khusus untuk orang dengan disabilitas intelektual agar siap mengikuti turnamen nasional. Tim yang dilatihnya adalah Tim Sitaare yang berisi orang-orang yang menderita autisme, sindrom down, sindrom tourette dan disabilitas kognitif lainnya. Gulshan awalnya sangat keberatan dan mencoba untuk menolak tugas tersebut, tetapi setelah diancam dengan hukuman penjara atau hukuman sebagai petugas kebersihan di rumah sakit, Gulshan dengan terpaksa tetap melatih tim tersebut. Saat latihan dimulai, Gulshan menghadapi kekacauan total. Timnya seringkali tidak bisa memahami instruksinya, tidak disiplin, bertingkah seperti anak-anak bahkan menghancurkan lampu gedung. Pesimisme Gulshan memuncak setelah Hargovind, satu-satunya pemain yang bisa bermain basket tiba-tiba keluar dari tim. Kesabarannya terus menerus diuji, sampai dia mulai mengamati dan mempelajari apa saja kekurangan, latar belakang setiap anggota timnya. Gulshan cukup terkejut mengetahui bahwa anggota timnya ternyata tidak sebodoh yang dia kira. Seiring waktu, Gulshan mulai memahami bagaimana potensi dari tiap pemainnya dengan mulai beradaptasi dengan cara pelatihannya. Interaksi sehari-hari dengan pemain-pemain tersebut mengajarkannya pelajaran hidup: kesabaran, empati, dan nilai keberagaman.
Di pertandingan pertamanya, tim Sitaare berhasil memenangkan pertandingan melalui tembakan bebas Satbir. Setelah pertandingan, Gulshan menggunakan tikus sebagai pancingan untuk mengatasi rasa trauma Guddu terhadap air. Kemenangan kecil ini menjadi awal dari ikatan yang lebih dalam antara Gulshan dan timnya. Di pertandingan berikutnya, seorang anggota baru perempuan bernama Golu Khan bergabung. Golu adalah tipe pemain yang tidak segan-segan menghajar lawannya demi memenangkan pertandingan. Perilaku tim Sitaare dalam perjalanan saat pertandingan tandang dianggap menganggu kenyamanan supir bis dan para penumpang, sehingga membuat mereka diturunkan di jalan. Mengetahui bahwa permasalahan tersebut akan selalu muncul bila mereka terus menggunakan angkutan umum, Gulshan mendatangi Suneeta dan meminta bantuannya untuk mencarikan mobil van dan menjadi supir untuk timnya. Setelah melewati pertandingan demi pertandingan, hubungan antara Gulshan, para anggota tim dan Suneeta semakin dekat. Usaha mereka membuahkan hasil ketika mereka lolos ke semifinal turnamen. Hargovind diam-diam menonton mereka bertanding dari bangku penonton dan menemui Gulshan setelah pertandingan. Gulshan memintanya untuk bermain untuk tim di final, yang disanggupi oleh Hargovind. Hubungan Gulshan dan Suneeta yang kembali baik dirusak kembali ketika Suneeta menyampaikan bahwa dia sangat menginginkan anak, sementara Gulshan tetap menolak untuk memiliki anak. Menjelang pertandingan final, tim Sitaare dinyatakan tidak bisa berangkat karena telah kehabisan dana untuk biaya perjalanan ke Mumbai. Gulshan pun memohon bantuan Suneeta untuk menyamar menjadi seorang polisi dan memeras bos salah satu anggota tim (Kareem) yang mempekerjakan Kareem di luar batas normal jam kerja, menggajinya hanya separuh dari upah minimum serta sering memperlakukannya secara buruk. Sebagai uang tutup mulut, Gulshan meminta agar bos tersebut membiayai biaya hotel dan pesawat untuk pertandingan final timnya di Mumbai. Sesampainya di Mumbai, Gulshan akhirnya berhasil mengatasi fobia lamanya terhadap lift setelah dipaksa oleh anak-anak didiknya. Di luar dugaan, Gulshan menginap di hotel yang sama dengan ibunya yang sebelumnya pamit padanya akan menemui gurunya keluar kota. Gulshan dikejutkan oleh kenyataan bahwa ternyata ibunya menjalin hubungan romantis dengan juru masak keluarga mereka.
Pertandingan final yang dinanti-nantikan pun tiba. Di awal, pertandingan berjalan timpang, di mana tim Sitaare tertinggal jauh. Berkat intruksi Gulshan, tim Sitaare mulai berhasil menyusul ketertinggalannya. Pada saat mendekati detik-detik akhir pertandingan dan tim Sitaare hanya tertinggal 1 poin, Kareem membawa bola ke tengah lapangan dan melakukan tembakan terbalik khasnya tetapi bola gagal masuk, sehingga tim lawan dinyatakan sebagai pemenang. Kekalahan tersebut ternyata tidak mematahkan semangat para pemain Sitaare. Alih-alih putus asa, para pemain malah merayakannya bersama tim lawan mereka. Gulshan pada akhirnya menyadari bahwa selama ini dirinyalah yang serba kurang kalau dibandingkan dengan semua anggota tim yang dilatihnya, karena mereka jauh lebih bisa menghargai dan menjalani kehidupan dibandingkan dirinya. Sepulang dari pertandingan final tersebut, pelatih senior yang pernah dipukul Gulshan menginformasikan bahwa dia telah merekomendasikan Gulshan sebagai pelatih baru dari tim basket profesional Delhi untuk menggantikan dirinya yang pensiun musim depan. Gulshan kemudian bertemu dengan pelatih baru yang menggantikannya melatih tim Sitaare dan berpamitan dengan semua anggota tim yang telah menunggunya di gedung latihan.
Di hari pernikahan ibunya, semua anggota tim Saatare datang dan merayakannya. Sementara itu Suneeta terlihat di pesta telah hamil besar mengandung anak pertamanya bersama Gulshan.
Film orisinalnya, yaitu film Spanyol Champions (2018) terinspirasi dari tim bola basket Aderes di Burjassot (di provinsi Valencia), yang dibentuk untuk orang-orang dengan disabilitas intelektual, dan berhasil memenangkan dua belas kejuaraan bola basket Spanyol antara tahun 1999 hingga 2014;[17] serta kisah nyata pelatih bola basket asal Amerika, Ron Jones. Pada tahun 1980-an, Jones dihukum karena mengemudi di bawah pengaruh alkohol dan dijatuhi hukuman kerja sosial sebagai pelatih kepala tim bola basket untuk penyandang disabilitas intelektual. Jones kemudian menerbitkan kisah tersebut dalam buku B-Ball: the Team that Never Lost a Game (1990), yang diadaptasi menjadi film televisi berjudul One Special Victory oleh Stuart Cooper pada tahun 1991.
Pada Oktober 2023, diumumkan bahwa Genelia Deshmukh akan beradu akting bersama Aamir Khan dalam film Sitaare Zameen Par, yang juga menandai kolaborasi pertama mereka.[18] Pengambilan gambar utama dimulai pada Februari 2024.[19] Pengambilan gambar dilakukan di Mumbai,[20] dilanjutkan ke New Delhi[21][22] sebelum berpindah ke Vadodara.[23] Proses syuting selesai pada Juni 2024.[24]
Lagu-lagu dalam film ini digubah oleh Shankar–Ehsaan–Loy dengan lirik yang ditulis oleh Amitabh Bhattacharya. Musik latar film ini digubah oleh Ram Sampath. Singel pertama, "Good for Nothing", dirilis pada 22 Mei 2025.[25] Singel kedua, "Sar Aankhon Pe Mere", dirilis pada 29 Mei 2025.[26]
| No. | Judul | Penyanyi | Durasi |
|---|---|---|---|
| 1. | "Good for Nothing" | Shankar Mahadevan, Amitabh Bhattacharya | 3:28 |
| 2. | "Sar Aankhon Pe Mere" | Arijit Singh, Shariva Parulkar | 4:05 |
| 3. | "Sitaare Zameen Par" (Title Track) | Shankar Mahadevan, Siddharth Mahadevan, Divya Kumar | 3:59 |
| 4. | "Shubh Mangalam" | Shankar Mahadevan, Amitabh Bhattacharya | 2:57 |
| Durasi total: | 14:29 | ||
Pada 5 Mei 2025, para pembuat film mengumumkan bahwa film ini akan dirilis pada 20 Juni 2025,[27] bersama dengan versi sulih suara dalam bahasa Tamil dan Telugu.[28][29] Khan kemudian mengumumkan bahwa film ini hanya akan tayang di bioskop dan tidak tersedia di layanan streaming,[30] sebuah keputusan yang disambut baik oleh Asosiasi Multiplex India.[31]
Khan juga menolak untuk melakukan dua pemotongan pada film yang disarankan oleh Central Board of Film Certification.[32] Film tersebut akhirnya lolos sensor dengan peringkat UA13+ setelah lima perubahan dilakukan, termasuk penambahan kutipan dari Perdana Menteri Narendra Modi dalam pernyataan pembuka.[33] Film ini juga menjadi yang pertama menampilkan dan mengintegrasikan semua fitur aksesibilitas utama secara bersamaan, termasuk teks tertutup (closed captions), deskripsi audio, dan bahasa isyarat India.[34]
Setelah masa tayang di bioskop berakhir, Khan mengadakan konferensi pers di mana ia mengumumkan bahwa film tersebut tidak akan dirilis di platform OTT, melainkan akan tayang langsung di YouTube mulai 1 Agustus 2025, dengan harga ₹100 di India. Film ini juga tersedia untuk ditonton di Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Australia, Jerman, Indonesia, Filipina, Singapura, dan Spanyol, dengan penyesuaian harga sesuai pasar masing-masing.[35] Khan akhirnya meminta maaf karena telah berbohong tentang rilis digital, yang kemudian memicu beragam tanggapan.[36]