Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Sistem pengapian

Sistem pengapian pada motor merupakan sistem pada mesin yang berfungsi menghasilkan percikan bunga api di dalam ruang bakar. Sistem ini diperlukan untuk menghasilkan pembakaran pascakompresi di ruang bakar. Dengan begitu, motor akan bisa bergerak berkat dorongan yang dihasilkan.

Wikipedia article
Diperbarui 16 Februari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini membutuhkan penyuntingan lebih lanjut mengenai tata bahasa, gaya penulisan, hubungan antarparagraf, nada penulisan, atau ejaan. Anda dapat membantu untuk menyuntingnya.

Sistem pengapian pada motor merupakan sistem pada mesin yang berfungsi menghasilkan percikan bunga api di dalam ruang bakar. Sistem ini diperlukan untuk menghasilkan pembakaran pascakompresi di ruang bakar. Dengan begitu, motor akan bisa bergerak berkat dorongan yang dihasilkan.

Motor atau kendaraan roda dua sekarang ini menjadi alat transportasi yang hampir dimiliki oleh semua orang. Karena dapat lebih cepat mencapai tujuan serta lebih hemat jika dibandingkan dengan menggunakan kendaraan umum. Walaupun memiliki keterbatasan dalam jumlah penumpang serta hambatan dalam menghadapi cuaca, motor tetap menjadi pilihan utama.

Berbagai jenis serta merek motor dapat dengan mudah kita temukan saat ini, mulai dari yang menggunakan sistem transmisi manual maupun matic. Setiap orang memiliki pilihan berdasarkan kebiasaan serta pertimbangan lainnya. Namun, saat motor mengalami kendala sering kali kita lebih menyukai menggunakan jasa perbaikan atau bengkel. Saat motor kita mengalami mati atau mogok, kebanyakan orang tidak akan berpikir untuk mengecek sistem pengapiannya. Umumnya orang-orang berpikir bahwa akan lebih mudah jika menyerahkannya ke bengkel. Namun, jika kita mengetahui mengenai sistem pengapian motor, maka akan mudah untuk memperbaikinya sendiri.

Komponen Sistem Pengapian Motor

Memiliki sebuah motor saat ini menjadi sangat penting karena dapat mempermudah dan mempercepat mobilitas kita sehari-hari. Namun, saat motor yang kita miliki tiba-tiba saja tidak mau bergerak, jangan langsung membawanya ke tempat service. Kita dapat melakukan pengecekan sendiri seputar sistem pengapian. Sistem pengapian pada motor sangat penting peranannya karena dapat membuatnya tidak bergerak. Walau terlihat rumit, kita dapat belajar agar mampu memperbaiki jika masalahnya tidak terlalu besar. Agar kita lebih mengetahui jenis dari komponen pada sistem pengapian motor, berikut penjelasannya :

Sistem Pengapian Elektronik (Transistor)

Sebuah sistem pengapian elektronik yang tidak lagi menggunakan penyetelan manual. Sistem pengapian motor elektronik ini memeiliki beberapa jenis yang umum digunakan, yaitu :

  • Sistem TCI (Transistor Coil Ignition), yaitu sebuah sistem pengapian dengan menggunakan IGBT atau yang berdaya besar.
  • Sistem DLI (Distributor Less Ignition), yaitu sebuah sistem yang merupakan pengembangan dari TCI. Sistem pengapiannya sama dengan TCI yaitu menggunakan micro controller.
  • Sistem CDI (Capacitor Discharge Ignition), yaitu sebuah sistem pengapian yang menggunakan SCR ( Silicon Controlled Rectifier ). Sistem yang satu ini yang paling umum ditemukan pada motor produksi tahun 2000-an.

Sistem Pengapian Konvensional

Sebuah sistem yang banyak digunakan pada tahun 90-an. Membutuhkan usaha lebih karena dibutuhkan penyetelan pada celah katup platina. Menjadi sedikit rumit karena jika tidak sesuai, maka tidak akan dapat menghasilkan percikan bunga api. Sistem ini sudah tidak banyak digunakan karena motor produksi sekarang lebih mudah pengoperasiannya. Untuk sebagian orang yang menyukai motor model lama, terbiasa dengan sistem pengapian ini. Meskipun terbilang rumit, tetapi justru menjadi tantangan tersendiri bagi orang yang sangat menyukai dunia otomotif.

Sistem Pengapian Motor Dan Cara Kerjanya

Sistem pengapian atau pembakaran pada kendaraan bermotor sangatlah penting. Umumnya kita lebih mengenal CDI pada motor daripada mobil. Hal ini dikarenakan ukuran komponen dari CDI yang lebih cocok untuk ukuran pada motor. CDI sendiri memiliki dua jenis yang berbeda. Pada jenis pertama, kita akan tetap menemukan platina. Hanya saja, platina pada sistem ini berfungsi sebagai pengalih arus bukan untuk pemutus arus primer. Sedangkan CDI pada jenis kedua, platina digantikan oleh pulse igniter yang bekerja sesuai dengan timing mesin.

Pada CDI versi modern dengan menggunakan pulse igniter, cara kerja pengapiannya pun lebih mudah. Saat kita memutar kunci kontak pada posisi ons, maka akan terjadi aliran arus dari baterai CDI. Setelah itu arus akan melewati converter, sebelum masuk ke CDI unit. Tujuannya agar menaikkan tegangan hingga 300 volt. Dalam kondisi ini mesin belum menyala dikarenakan belum terkirimnya sinyal PWM dari pick up coil untuk melakukan discharging. Dapat dikatakan jika arus dari baterai masih ditahan oleh capasitor. Namun jika mesin mulai berputar, maka sinyal PWM akan dikirim dari pick up coil yang memiliki frekuensi yang sama dengan RPM mesin.

Melalui beberapa tahapan lainnya, RPM mesin yang akan membuat mesin menyala. Meskipun terlihat rumit dan membuat pusing, justru sebenarnya ini lebih mudah dibandingkan dengan menggunakan sistem pengapian motor yang konvensional. Dapat kita ketahui bahwa jika mesin tidak menyala itu disebabkan sistem pengapian.

Penyebab Pengapian Motor Hilang

Dalam sebuah kendaraan seperti sepeda motor terdapat sistem pembangkit listrik yang memiliki fungsi untuk memenuhi kebutuhan listrik pada sepeda motor. Sistem pembangkit listrik yang digunakan pada motor terdiri dari dua macam yakni pembangkit listrik dengan arus bolak-balik dan pembangkit listrik searah.

Pada sistem pengapian sepeda motor, sistem kelistrikan motor pengapian selalu mensuplai percikan api yang dibutuhkan di ruang pembakaran. Percikan api yang dihasilkan sistem pengapian sangat wajar dan tidak dapat menimbulkan kebakaran. Percikan api timbul karena ada perbedaan pada tegangan yang berada pada dua elektrode busi. Akhirnya terjadi sebuah loncatan api kecil saat celah platina busi terbuka. Loncatan api tersebut yang menyebabkan terjadinya pembakaran bensin sepeda motor. Dalam hal ini sebagian pengendara pasti pernah merasakan sepeda motor yang tiba-tiba mogok. Salah satu penyebabnya adalah hilangnya pengapian. Percikan api dalam sistem pengapian ini berfungsi untuk membakar uap bahan bakar yang masuk ke dalam ruang pembakaran. Disinilah sebuah sepeda motor bisa memperoleh daya gerak.

Apabila percikan api hilang otomatis tidak ada proses pembakaran dan mesin pun tidak akan hidup. Untuk mencari masalah hilangnya api harus mendeteksi satu per satu komponen pengapian motor tersebut misalnya mulai dari komponen busi, lalu koil, cdi, sepul, aki dan lainnya. Oleh sebab itu, kita dapat mendeteksi bagian yang mana yang mengalami kerusakan yang mengakibatkan hilangnya api.

Pengecekan pada Busi

Pertama untuk pengecekan sebuah pengapian yang hilang yakni dari komponen busi, di mana busi tersebut berfungsi untuk memercikkan api di ruang pembakaran. Untuk mendeteksinya dapat dilakukan dengan cara lepas busi tersebut kemudian dekatkan busi pada blok mesin kunci kontak posisi ON (menyala) kemudian tekan tombol starter atau dengan kick starter (engkol), apabila busi tersebut memercikkan api berwarna biru artinya busi tersebut tidak ada masalah dan apabila percikan apinya merah gantilah busi tersebut dengan busi baru yang sesuai dengan spesifikasi motor.

Pengecekan pada Koil

Kedua yakni pengecekan pada sebuah koil di mana umumnya koil standar motor jarang sekali mengalami kerusakan. Koil berfungsi untuk melipatgandakan arus listrik dari sepul atau dari accu sebesar 12 volt menjadi ribuan volt yang disalurkan ke busi untuk memercikkan api. Perhatikan kabel positif koil karena bisa saja terlepas atau terputus.

Pengecekan pada CDI

Ketiga yaitu pada CDI komponen ini adalah pusat atau otaknya pada sistem pengapian sama juga dengan halnya koil, CDI bawaan sepeda motor juga jarang mengalami kerusakan kecuali korsleting atau sudah diganti dengan CDI aftermarket. Apabila pakai CDI aftermarket ganti terlebih dahulu dengan CDI standar jika mesin hidup bermasalah ada pada CDI aftermarketnya.

Pengecakan pada Rumah Kontak

Kemudian menuju ke rumah kontak bisa juga menyebabkan hilangnya pengapian pada sepeda motor tersebut jika soketnya terlepas atau ada material didalamnya yang aus, untuk pengecekan gunakan tes pen untuk memastikan kondisinya. Jika memang rusak maka harus ganti dengan yang baru. Mungkin saja untuk memasang kunci rahasia disepeda motor berupa sakelar pemutus arus listrik. Kunci rahasia ini juga bisa menjadi penyebab hilangnya pengapian. Posisi kunci rahasia yang biasanya ditempat yang tersembunyi mungkin terkena air, debu dan kotoran lain sehingga hal ini sakelar kunci rahasia tersebut mengalami kerusakan.

Pengecekan pada Spul

Terakhir yakni bergeser ke bagian sepul yang di mana bagian ini paling jarang rusak dan sumber listrik pada sepeda motor berawal dari sini. Itulah alasan mengapa spul menjadi komponen yang harus dicek. Apabila semua komponen yang telah disebutkan telah diperiksa atau telah diganti dengan yang baru tetapi motor masih saja tidak mau hidup kemungkinan spul yang rusak. Cirinya ada bekas gosong pada gulungan kawatnya. Dengan begitu spul harus segera diganti dengan yang baru.

Referensi

  • Anonim. (tt). Yamaha Technical Academy. Yamaha Motor CO., Ltd.
  • Astra Honda Training Center. (1989). Petunjuk Praktis Penyetelan Sepeda
  • Motor Honda. Jakarta : PT Astra International, Inc. https://www.teknik-otomotif.co.id/
  • Astra Honda Training Center. (1993). Petunjuk Pemeriksaan Peralatan
  • Listrik Honda. Jakarta : PT Astra International, Inc.
  • Auto Training Center. (1994). Pengantar Teori Motorbakar Bensin.
  • Yogyakarta : FPTK IKIP Yogyakarta.
  • Divisi Perawatan Sepeda Motor. (tt). Suzuki FD110CD (Shogun) : Petunjuk
  • Perawatan. PT Indomobil Suzuki International.
  • Honda Technical Service Sub Division. (1991). Honda : Pengantar Teori
  • Motorbakar Bensin. Jakarta : Astra Honda Training Center, PT
  • Astra International, Inc. https://www.teknik-otomotif.co.id/ternyata-ini-penyebab-pengapian-motor/
  • Honda Technical Service Sub Division. (tt). Buku Pedoman Reparasi Honda
  • Astrea Prima. Jakarta : PT Astra International, Inc.
  • Honda Technical Service Sub Division. (tt). Buku Pedoman Reparasi Honda
  • Megapro. Jakarta : PT Astra International, Inc.
  • Honda Technical Service Sub Division. (tt). Buku Pedoman Reparasi Honda
  • Tiger 2000. Jakarta : PT Astra International, Inc.
  • National Service Division. (1996). New Step 1 : Training Manual. PT
  • Toyota-Astra Motor.
  • https://www.teknik-otomotif.co.id/kelistrikan-motor-mati/
  • https://www.teknik-otomotif.co.id/inilah-daftar-panjang-tonjolan-magnet-pickup-pulser-motor/
  • l
  • b
  • s
Mesin Otomotif
Komponen seri Otomobil
Istilah dasar
  • Rasio kompresi
  • Crank
  • Silinder
  • Dead centre
  • Motor diesel
  • Dry sump
  • Engine balance
  • Konfigurasi mesin
  • Kapasitas mesin
  • Detonasi (Engine knocking)
  • Firing order
  • Hydrolock
  • Mesin bensin
  • Power band
  • Redline
  • Spark-ignition engine
  • Stroke
  • Stroke ratio
  • Wet sump
Komponen utama
  • Batang piston (Connecting rod)
  • Crankcase
  • Crankpin
  • Poros engkol (crankshaft)
  • Crossflow cylinder head
  • Crossplane
  • Cylinder bank
  • Blok silinder
  • Cylinder head
  • Roda gila (Flywheel)
  • Head gasket
  • Hypereutectic piston
  • Main bearing
  • Torak (Piston)
  • Ring piston
  • Reverse-flow cylinder head
  • Starter ring gear
  • Sump
Rangkaian katup
  • Cam
  • Cam follower
  • Poros bubungan (Camshaft)
  • Desmodromic valve
  • Hydraulic tappet
  • Multi-valve
  • Overhead camshaft
  • Overhead valve
  • Pneumatic valve springs
  • Poppet valve
  • Pushrod
  • Rocker arm
  • Sleeve valve
  • Tappet
  • Timing belt
  • Timing mark
  • Valve float
  • Variable valve timing
Aspirasi
  • Filter udara
  • Blowoff valve
  • Boost controller
  • Butterfly valve
  • Centrifugal-type supercharger
  • Cold air intake
  • Dump valve
  • Electronic throttle control
  • Forced induction
  • Inlet manifold
  • Intake
  • Intercooler
  • Manifold vacuum
  • Naturally aspirated engine
  • Ram-air intake
  • Scroll-type supercharger
  • Short ram air intake
  • Supercharger
  • Throttle
  • Throttle body
  • Turbocharger
  • Twin-turbo
  • Variable-geometry turbocharger
  • Variable-length intake manifold
  • Warm air intake
Sistem bahan bakar
  • Karburator
  • Injeksi rel bersama
  • Direct injection
  • Filter bahan bakar
  • Injeksi bahan bakar
  • Pompa bahan bakar
  • Tangki bahan bakar
  • Injeksi langsung bensin
  • Indirect injection
  • Pompa injeksi
  • Lean-burn
  • Stratified charge engine
  • Turbo fuel stratified injection
  • Unit injector
Pengapian
  • Contact breaker
  • Magneto
  • Distributor
  • Balast elektronik
  • High tension leads
  • Kumparan pengapian
  • Busi (Spark plug)
  • Wasted spark
Manajemen
listrik dan mesin
  • Air–fuel ratio meter
  • Alternator
  • Automatic Performance Control
  • Baterai mobil (lead–acid battery)
  • Crankshaft position sensor
  • Dynamo
  • Drive by wire
  • Unit kontrol elektronik (Electronic control unit)
  • Engine control unit
  • Engine coolant temperature sensor
  • Glow plug
  • Idle air control actuator
  • MAP sensor
  • Mass flow sensor
  • Oxygen sensor
  • Starter motor
  • Throttle position sensor
Sistem pembuangan
  • Kendali emisi mobil
  • Catalytic converter
  • Diesel particulate filter
  • Exhaust manifold
  • Glasspack
  • Muffler
Pendinginan
  • Air cooling
  • Antibeku (ethylene glycol)
  • Core plug
  • Kipas listrik
  • Sabuk kipas
  • Radiator
  • Thermostat
  • Water cooling
  • Viscous fan (fan clutch)
Komponen lain
  • Balance shaft
  • Block heater
  • Ruang bakar (Combustion chamber)
  • Cylinder head porting
  • Gasket
  • Oli mesin
  • Filter oli
  • Oil pump
  • Oil sludge
  • PCV valve
  • Seal
  • Synthetic oil
  • Underdrive pulleys
  • Portal
  • Kategori
Basis data pengawasan otoritas: Nasional Sunting di Wikidata
  • Jepang

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Komponen Sistem Pengapian Motor
  2. Sistem Pengapian Elektronik (Transistor)
  3. Sistem Pengapian Konvensional
  4. Sistem Pengapian Motor Dan Cara Kerjanya
  5. Penyebab Pengapian Motor Hilang
  6. Pengecekan pada Busi
  7. Pengecekan pada Koil
  8. Pengecekan pada CDI
  9. Pengecakan pada Rumah Kontak
  10. Pengecekan pada Spul
  11. Referensi

Artikel Terkait

Sistem pengapian kondensator

2 sistem pengapian motor AC dan DC

Gunung berapi

gunung yang masih aktif dan dapat memuntahkan lava dan lahar

Kumparan pengapian

Beberapa contoh sistem pengkodean Eropa dalam pengapian: Tegangan sekunder yang menuju distributor pengapian ditandai dengan "Nr. 4" (Kabel bagian atas)

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026