Singkawang Timur adalah sebuah kecamatan di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Indonesia, dan satu-satunya kecamatan di Kota Singkawang yang tidak berbatasan dengan laut. Kecamatan ini dibagi menjadi 5 kelurahan, 20 RW dan 62 RT, dengan jumlah pendududuk sebanyak 23.366 jiwa, dan kepadatan penduduk sebanyak 141 jiwa/km².
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Singkawang Timur | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Kalimantan Barat | ||||
| Kota | Singkawang | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | Philipus SH., M.Si[1] | ||||
| Populasi | |||||
| • Total | 23.366 jiwa | ||||
| • Kepadatan | 141/km2 (370/sq mi) | ||||
| Kode pos | 79251 | ||||
| Kode Kemendagri | 61.72.03 | ||||
| Kode BPS | 6172020 | ||||
| Luas | 166,26 km² | ||||
| Kepadatan | 141 | ||||
| Desa/kelurahan | 5 kelurahan | ||||
| |||||
Singkawang Timur adalah sebuah kecamatan di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Indonesia, dan satu-satunya kecamatan di Kota Singkawang yang tidak berbatasan dengan laut. Kecamatan ini dibagi menjadi 5 kelurahan, 20 RW dan 62 RT, dengan jumlah pendududuk sebanyak 23.366 jiwa, dan kepadatan penduduk sebanyak 141 jiwa/km².[2]
Singkawang Timur dibentuk secara resmi melalui Peraturan Daerah Kota Singkawang Nomor 2 Tahun 2003 tentang Pembentukan dan Perubahan Nama Kecamatan di Kota Singkawang, yang merupakan hasil pemekaran dari Kecamatan Tujuhbelas.
Kota Singkawang termasuk sebagai kota yang memiliki beragam Suku, Agama, Ras dan Adat istiadat (SARA) di Indonesia, demikian juga halnya di kecamatan ini. Keberagaman etnis atau suku di Singkawang diwakili tiga suku mayoritas, yaitu Tionghoa (disebut juga dengan "Cina"), Dayak, dan Melayu, sehingga ada muncul julukan CiDaYu (Cina, Dayak, Melayu).[3] Kota Singkawang merupakan kota yang mayoritas penduduknya berasal dari etnis Tionghoa dan kota ini memiliki komunitas Tionghoa terbesar di Indonesia. Ada suku pendatang lain seperti Jawa, Madura, Bugis, Batak, Sunda dan Banjar.[3] Sementara di Singkawang Timur, mayoritas berasal dari suku Dayak, kemudian Melayu, Tionghoa, dan suku pendatang lainnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik kota Singkawang tahun 2021 mencatat, bahwa pemeluk agama di kecamatan ini yakni Kristen 46,08% di mana Katolik sebanyak 33,10% dan Protestan sebanyak 12,98%. Kemudian Islam sebanyak 29,55%, Buddha 24,25%, Konghucu 0,09% dan Hindu 0,03%.[2] Warga etnis Dayak umumnya beragama Kristen, suku Melayu, Jawa, Bugis, mayoritas beragama Islam, dan etnis Tionghoa di Singkawang mayoritas beragama Budha dan Konghucu, dan sebagian Kristen dan Islam.[3] Bahasa yang digunakan pada umumnya adalah bahasa Indonesia atau juga Melayu, Dayak dan bahasa Mandarin.