Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Sindrom takotsubo

Sindrom takotsubo atau kardiomiopati takotsubo, juga dikenal sebagai sindrom patah hati, adalah jenis kardiomiopati non-iskemik yang dapat melemahkan otot jantung secara tiba-tiba. Melemahnya otot jantung ini dapat dipicu oleh stres secara emosional, seperti kematian orang yang dicintai, putus cinta, penolakan dari pasangan, atau kecemasan secara terus-menerus. Stresor dapat bersifat fisik seperti perdarahan, sepsis, asma, atau feokromositoma. Namun, telah diteliti lebih lanjut bahwa sindrom takotsubo dapat terjadi tanpa adanya episode stres.

Pelemahan otot jantung yang terjadi secara tiba-tiba
Diperbarui 17 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Sindrom takotsubo
Pelemahan otot jantung secara tiba-tibaTemplat:SHORTDESC:Pelemahan otot jantung secara tiba-tiba
Artikel ini memberikan informasi dasar tentang topik kesehatan. Informasi dalam artikel ini hanya boleh digunakan untuk penjelasan ilmiah; bukan untuk diagnosis diri dan tidak dapat menggantikan diagnosis medis. Wikipedia tidak memberikan konsultasi medis. Jika Anda perlu bantuan atau hendak berobat, berkonsultasilah dengan tenaga kesehatan profesional.
Sindrom takotsubo
Nama lainKardiomiopati takotsubo, sindrom patah hati
Perbedaan kondisi jantung dengan sindrom takotsubo (A) dan dalam kondisi normal (B)
SpesialisasiKardiologi

Sindrom takotsubo atau kardiomiopati takotsubo, juga dikenal sebagai sindrom patah hati,[1] adalah jenis kardiomiopati non-iskemik yang dapat melemahkan otot jantung secara tiba-tiba.[2] Melemahnya otot jantung ini dapat dipicu oleh stres secara emosional, seperti kematian orang yang dicintai, putus cinta, penolakan dari pasangan, atau kecemasan secara terus-menerus. Stresor dapat bersifat fisik seperti perdarahan, sepsis, asma, atau feokromositoma. Namun, telah diteliti lebih lanjut bahwa sindrom takotsubo dapat terjadi tanpa adanya episode stres.[3]

Sindrom ini sering terjadi pada perempuan pasca-menopause.[4] Nama "takotsubo" berasal dari bahasa Jepang (たこつぼ, takotsubo) yang berarti "perangkap gurita", karena ventrikel kiri jantung membentuk menyerupai perangkap gurita ketika dipengaruhi oleh kondisi ini.[5]

Faktor risiko

Stres

Kebanyakan sindrom takotsubo didahului oleh peristiwa yang membuat stres meskipun terdapat kasus tanpa pemicu stres.[6] Beberapa pasien dilaporkan bahwa mereka memiliki kardiomiopati takotsubo setelah mengalami stres secara emosional. Selain itu, beberapa pasien yang memiliki stresor klinis sebelumnya (seperti cedera otak, serangan asma atau eksaserbasi pada penyakit kronis) telah menunjukkan bahwa jenis ini lebih berisiko daripada pemicu stres emosional.[7]

Kelamin

Perempuan, terutama perempuan pasca-menopause, lebih berisiko mengalami sindrom takotsubo.[6] Beberapa peneliti menciptakan teori tentang kemungkinan efek perlindungan estrogen untuk mencegah sindrom ini.[8][9]

Genetik

Hingga saat ini, faktor risiko ini sedang diselidiki jika sifat genetik tertentu yang berkaitan dengan reseptor katekolamin (reseptor pada sel-sel otot jantung) berperan dalam pengembangan sindrom takotsubo.[8]

Referensi

  1. ↑ "Mayo Clinic Research Reveals 'Broken Heart Syndrome' Recurs in 1 of 10 Patients". Medical News Today, MediLexicon International Ltd.
  2. ↑ Zamir, M (2005). The Physics of Coronary Blood Flow. Springer Science and Business Media. hlm. 387. ISBN 978-0387-25297-1.
  3. ↑ Templin, C.; Ghadri, J; Diekmann, J.; Napp, C.; Bataiosu, D.; Jaguszewski, M.; Cammann, V.; Sarcon, A.; Geyer, V.; Neuman, C.; Seifert, B. & Hellermann, J. (2015). "Clinical features and outcomes of takotsubo (stress) cardiomyopathy" (PDF). NEJM. 373 (10): 929–938. doi:10.1056/NEJMoa1406761. PMID 26332547. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  4. ↑ Akashi, Yoshihiro J.; Nef, Holger M.; Lyon, Alexander R. (2015-07). "Epidemiology and pathophysiology of Takotsubo syndrome". Nature Reviews Cardiology (dalam bahasa Inggris). 12 (7): 387–397. doi:10.1038/nrcardio.2015.39. ISSN 1759-5002.
  5. ↑ Akashi YJ, Nef HM, Möllmann H, Ueyama T (2010). "Stress cardiomyopathy". Annu. Rev. Med. 61: 271–86. doi:10.1146/annurev.med.041908.191750. PMID 19686084.
  6. 1 2 Pelliccia, Francesco; Kaski, Juan Carlos; Crea, Filippo; Camici, Paolo G. (2017-06-13). "Pathophysiology of Takotsubo Syndrome". Circulation (dalam bahasa Inggris). 135 (24): 2426–2441. doi:10.1161/CIRCULATIONAHA.116.027121. ISSN 0009-7322.
  7. ↑ Templin, Christian; Ghadri, Jelena R.; Diekmann, Johanna; Napp, L. Christian; Bataiosu, Dana R.; Jaguszewski, Milosz; Cammann, Victoria L.; Sarcon, Annahita; Geyer, Verena (2015-09-03). "Clinical Features and Outcomes of Takotsubo (Stress) Cardiomyopathy". New England Journal of Medicine (dalam bahasa Inggris). 373 (10): 929–938. doi:10.1056/NEJMoa1406761. ISSN 0028-4793.
  8. 1 2 Komamura, Kazuo (2014). "Takotsubo cardiomyopathy: Pathophysiology, diagnosis and treatment". World Journal of Cardiology (dalam bahasa Inggris). 6 (7): 602. doi:10.4330/wjc.v6.i7.602. ISSN 1949-8462. PMC 4110608. PMID 25068020. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link) Pemeliharaan CS1: Format PMC (link)
  9. ↑ Ghadri, Jelena-Rima; Wittstein, Ilan Shor; Prasad, Abhiram; Sharkey, Scott; Dote, Keigo; Akashi, Yoshihiro John; Cammann, Victoria Lucia; Crea, Filippo; Galiuto, Leonarda (2018-06-07). "International Expert Consensus Document on Takotsubo Syndrome (Part I): Clinical Characteristics, Diagnostic Criteria, and Pathophysiology". European Heart Journal (dalam bahasa Inggris). 39 (22): 2032–2046. doi:10.1093/eurheartj/ehy076. ISSN 0195-668X. PMC 5991216. PMID 29850871. Pemeliharaan CS1: Format PMC (link)

Pranala luar

  • Krishnan, Lakshmi; Marchalik, Daniel (8 September 2018). "Understanding Heartbreak: From Takotsubo to Wuthering Heights". The Lancet. 392 (10150): 812. doi:10.1016/S0140-6736(18)32061-0. Diakses tanggal 25 September 2019.
  • Wagner, Judith N. (Fall 2014). "Death by voodoo: truth or tale?". Hektoen International Journal. 6 (4). ISSN 2155-3017.
  • Takotsubo Network – situs untuk profesional and orang yang pernah mengalami sindrom takotsubo.
Klasifikasi
D
  • ICD-10: I42.8
  • ICD-9-CM: 429.83
  • MeSH: D054549
  • DiseasesDB: 33976
Sumber luar
  • eMedicine: article/1513631


Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • GND
Nasional
  • Republik Ceko

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Faktor risiko
  2. Stres
  3. Kelamin
  4. Genetik
  5. Referensi
  6. Pranala luar

Artikel Terkait

Serangan jantung

saja terjadi pada bahu, perut, dan rahang. Suatu serangan jantung selalu merusak otot jantung, tidak seperti angina pectoris. Penyakit jantung merupakan

Penghalang alfa

mengikat. Secara khusus, reseptor alfa1 dapat ditemukan di sebagian besar otot polos vaskular, otot dilator pupil, jantung, prostat, dan otot polos pilomotor

Buaya

familia reptil

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026