Simbalae adalah kelurahan di kecamatan Loea, Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Indonesia.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Simbalae | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Sulawesi Tenggara | ||||
| Kabupaten | Kolaka Timur | ||||
| Kecamatan | Loea | ||||
| Kodepos | 93752 | ||||
| Kode Kemendagri | 74.11.02.1002 | ||||
| Kode BPS | 7411060009 | ||||
| Luas | Km² | ||||
| Jumlah penduduk | jiwa | ||||
| Kepadatan | ... jiwa/km² | ||||
| |||||
Simbalae adalah kelurahan di kecamatan Loea, Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Indonesia.
Kelurahan Simbalae, sebagai bagian dari program Kampung Keluarga Berkualitas,[1] memiliki gambaran umum yang mencakup berbagai aspek penting bagi pengembangan wilayah dan kesejahteraan masyarakatnya. Secara astronomis, kelurahan ini terletak di koordinat 4°3′53.78″S 121°51′3.71″E, memberikan gambaran posisi geografis yang spesifik. Secara geografis, Kelurahan Simbalae berbatasan dengan beberapa desa, yaitu Plasma Jaya di utara, Mataosu di timur, Kukutio/Kastura di selatan, dan Puudongi/Peoho di barat, yang memberikan konteks spasial terhadap wilayah sekitarnya.
Wilayah Kelurahan Simbalae memiliki luas total 3.890 hektar, yang terbagi menjadi berbagai penggunaan lahan, termasuk perkebunan, pertanian, pekarangan, pemukiman, dan lahan pengembangan. Kelurahan ini terbagi menjadi empat dusun, yaitu Dusun I (Jati Mulya), Dusun II (Suka Maju), Dusun III (Tanggeau), dan Dusun IV (Mekar Sari), masing-masing dengan luas dan struktur administratifnya sendiri.
Dari segi demografi, Kelurahan Simbalae memiliki jumlah penduduk 453 jiwa pada tahun 2020, dengan mayoritas penduduk berjenis kelamin laki-laki dan didominasi oleh suku Jawa. Mata pencaharian utama penduduk adalah petani dan pekerja perusahaan swasta. Program Keluarga Berencana (KB) juga menjadi bagian penting dari upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, dengan terbentuknya Kampung KB pada tahun 2017.
Potensi dan sumber daya yang dimiliki Kelurahan Simbalae menjadi modal penting dalam pelaksanaan program pembangunan. Faktor pendukung seperti dukungan pemerintah desa, lintas sektoral, dan masyarakat, serta adanya program-program seperti KB MKJP, Poktan, dan DASHAT, menjadi kekuatan utama. Namun, tantangan seperti tingkat pengetahuan kader yang belum maksimal dan ego sektoral juga perlu diatasi.
Visi Kelurahan Simbalae adalah "Menciptakan Sumber Daya Manusia Yang Beriman, Berkarakter dan Berdaya Saing Untuk Pengelolaan Sumber Daya Alam Desa Tanggeau Secara Berkelanjutan Berbasis Kearifan Lokal," yang diwujudkan melalui misi-misi yang berfokus pada peningkatan kesadaran masyarakat, ketahanan keluarga, pemberdayaan keluarga, kesehatan, pendidikan, gotong royong, sanitasi, dan pengelolaan sumber daya alam.
Kantor Sekretariat DPRD Kabupaten Kolaka Timur, yang berlokasi di Kelurahan Simbalae, Kecamatan Loea,[2] merencanakan pembangunan pos jaga guna meningkatkan keamanan dan ketertiban di lingkungan kantor. Proyek ini dilatarbelakangi oleh kurang memadainya fasilitas pos jaga yang ada, sehingga akses masuk ke kantor DPRD menjadi kurang terkontrol.[3]
Untuk mewujudkan pembangunan pos jaga tersebut, Sekretariat DPRD Kabupaten Kolaka Timur akan melaksanakan kegiatan "Belanja Modal Bangunan Gedung Kantor (Perencanaan Pos Jaga Kantor Setwan)" pada tahun anggaran 2024. Kegiatan ini meliputi perencanaan teknis yang akan dikerjakan oleh konsultan perencanaan melalui pengadaan jasa konsultansi.