Siklogenesis Tropis adalah proses pembentukan dan penguatan siklon tropis di atmosfer. Mekanisme yang memungkinkan terjadinya siklogenesis tropis berbeda secara jelas dari mekanisme yang menghasilkan siklogenesis di wilayah beriklim sedang. Siklogenesis tropis melibatkan perkembangan siklon berinti hangat akibat konveksi yang signifikan dalam kondisi atmosfer yang mendukung.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini perlu ditulis ulang agar memenuhi standar Wikipedia. |
Artikel atau sebagian dari artikel ini mungkin diterjemahkan dari Siklogensis tropis di en.wikipedia.org. Isinya masih belum akurat, karena bagian yang diterjemahkan masih perlu diperhalus dan disempurnakan. Jika Anda menguasai bahasa aslinya, harap pertimbangkan untuk menelusuri referensinya dan menyempurnakan terjemahan ini. Anda juga dapat ikut bergotong royong pada ProyekWiki Perbaikan Terjemahan. (Pesan ini dapat dihapus jika terjemahan dirasa sudah cukup tepat. Lihat pula: panduan penerjemahan artikel) |

Siklogenesis Tropis adalah proses pembentukan dan penguatan siklon tropis di atmosfer.[1] Mekanisme yang memungkinkan terjadinya siklogenesis tropis berbeda secara jelas dari mekanisme yang menghasilkan siklogenesis di wilayah beriklim sedang. Siklogenesis tropis melibatkan perkembangan siklon berinti hangat akibat konveksi yang signifikan dalam kondisi atmosfer yang mendukung.[2]
Siklogenesis tropis memerlukan enam faktor utama: suhu permukaan laut yang cukup hangat (setidaknya 26,5 °C), ketidakstabilan atmosfer, kelembapan tinggi pada lapisan bawah hingga menengah troposfer, gaya Coriolis yang memadai untuk membentuk pusat tekanan rendah, fokus atau gangguan pra-eksisting pada lapisan bawah, serta geseran angin vertikal yang rendah.[3]
Siklon tropis cenderung berkembang pada musim panas, namun telah dicatat terjadi hampir pada setiap bulan di sebagian besar cekungan. Siklus iklim seperti ENSO dan osilasi Madden–Julian memengaruhi waktu dan frekuensi perkembangan siklon tropis.[4][5] Intensitas potensial maksimum merupakan batas intensitas siklon tropis yang sangat berkaitan dengan suhu laut di sepanjang jalurnya.[6]
Rata-rata 86 siklon tropis dengan intensitas badai tropis terbentuk setiap tahun di seluruh dunia. Dari jumlah tersebut, 47 mencapai kekuatan lebih dari 119 km/jam, dan 20 berkembang menjadi siklon tropis intens (setidaknya Kategori 3 pada skala Saffir–Simpson).[7]
Terdapat enam persyaratan utama bagi terjadinya siklogenesis tropis: suhu permukaan laut yang cukup hangat, ketidakstabilan atmosfer, kelembapan tinggi pada lapisan bawah hingga menengah troposfer, gaya Coriolis yang cukup untuk menopang pusat tekanan rendah, fokus atau gangguan pra-eksisting pada lapisan bawah, serta geseran angin vertikal yang rendah.[3] Meskipun kondisi ini diperlukan untuk terbentuknya siklon tropis, pemenuhannya tidak menjamin bahwa siklon tropis akan berkembang.[3]

Biasanya, suhu laut sebesar 26,5 °C (79,7 °F) dengan kedalaman setidaknya 50 meter dianggap sebagai batas minimum untuk mempertahankan sebuah siklon tropis.[3] Suhu perairan yang hangat diperlukan untuk menjaga inti hangat yang menjadi sumber energi sistem tropis tersebut. Nilai ini berada jauh di atas suhu rata-rata permukaan laut global, yaitu 16,1 °C (60,9 °F).[8]
Siklon tropis diketahui dapat terbentuk bahkan ketika kondisi normal tidak sepenuhnya terpenuhi. Misalnya, suhu udara yang lebih rendah pada ketinggian yang lebih tinggi (seperti pada level 500 hPa, atau sekitar 5,9 km) dapat memicu siklogenes tropis pada suhu permukaan laut yang lebih rendah, karena dibutuhkan lapse rate tertentu untuk membuat atmosfer cukup labil bagi terjadinya konveksi. Dalam atmosfer lembap, lapse rate ini bernilai 6,5 °C/km, sedangkan pada atmosfer dengan kelembapan relatif kurang dari 100%, lapse rate yang diperlukan adalah 9,8 °C/km.[9]