Untuk musim saat ini, lihat musim badai Atlantik 2025.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini perlu ditulis ulang agar memenuhi standar Wikipedia. |
Artikel atau sebagian dari artikel ini mungkin diterjemahkan dari Musim badai Atlantik di en.wikipedia.org. Isinya masih belum akurat, karena bagian yang diterjemahkan masih perlu diperhalus dan disempurnakan. Jika Anda menguasai bahasa aslinya, harap pertimbangkan untuk menelusuri referensinya dan menyempurnakan terjemahan ini. Anda juga dapat ikut bergotong royong pada ProyekWiki Perbaikan Terjemahan. (Pesan ini dapat dihapus jika terjemahan dirasa sudah cukup tepat. Lihat pula: panduan penerjemahan artikel) |
Untuk musim saat ini, lihat musim badai Atlantik 2025.

Musim badai Atlantik adalah periode dalam satu tahun, dari 1 Juni hingga 30 November, ketika siklon tropis atau subtropis paling mungkin terbentuk di Samudra Atlantik Utara. Tanggal-tanggal ini, yang diterapkan berdasarkan konvensi, mencakup masa ketika sebagian besar siklogensis tropis terjadi di wilayah tersebut. Meskipun demikian, siklogensis tropis atau subtropis tetap dapat terjadi kapan saja sepanjang tahun, dan sering kali memang terjadi.[2]
Secara global, puncak aktivitas klimatologis musim badai berlangsung pada akhir musim panas, ketika perbedaan antara suhu udara dan suhu permukaan laut berada pada nilai maksimum. Dalam konteks Atlantik, puncak aktivitas musim badai terjadi dari akhir Agustus hingga September, dengan titik puncak sekitar tanggal 10 September.[3][4]

Pemahaman bahwa badai Atlantik paling sering terjadi pada periode tertentu dalam setahun telah lama dikenal. Penetapan historis mengenai musim badai Atlantik bervariasi, tetapi umumnya mencakup sebagian bulan-bulan musim panas dan musim gugur.[5] Beberapa deskripsi awal mengenai batas musim ini berteori bahwa waktu bulan purnama atau fase-fase bulan secara keseluruhan dapat digunakan untuk menentukan musim badai dengan lebih tepat.[5][6]
Dalam jilid kedua Voyages and Descriptions (diterbitkan pada 1700), penjelajah dan naturalis Inggris William Dampier mencatat bahwa badai di Laut Karibia biasanya terjadi pada Juli, Agustus, dan September. Para pelaut pada abad ke-18 umumnya menganggap periode dari Juli hingga akhir Oktober sebagai “musim badai” berdasarkan frekuensi badai yang melanda pulau-pulau Karibia dan lintasan kapal-kapal yang melintas Atlantik.[6][7]
Musim badai juga menjadi faktor penting dalam operasi angkatan laut Eropa di kawasan Hindia Barat, sehingga pergerakan logistik harus dipercepat sebelum musim dimulai atau ditunda hingga musim berakhir. Laksamana Inggris Edward Vernon menggambarkan bulan-bulan “musim badai” pada Agustus dan September di wilayah Hindia Barat sebagai periode yang sangat rentan bagi logistik maritim. Ia berpendapat bahwa waktu paling ideal bagi armada Inggris untuk diberangkatkan guna menyerang aset-aset Spanyol di Amerika adalah pada Agustus atau September, antara lain karena kapal-kapal tersebut kemungkinan besar akan terhindar dari badai ketika mencapai Hindia Barat.[8]