Shaykh Ahmad bin Zayn al-Dín bin Ibráhím al-Ahsá'í (1753–1834), lebih dikenal sebagai Shaykh Ahmad atau al-Ahsá'í, adalah seorang teolog dan yuris Muslim abad ke-19 yang mendirikan mazhab Shaykhí dari Syiah Dua Belas Imam, yang meraih pengikut dari Kekaisaran Persia dan Kekaisaran Utsmaniyah. Ia berasal dari kawasan Al-Ahsa, belajar di Bahrain dan pusat-pusat teologi Najaf dan Karbala di Irak. Menjalani dua puluh tahun terakhir masa hidupnya di Iran, ia meraih perlindungan dan penjagaan dari para pangeran dinasti Qajar.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Shaykh Ahmad | |
|---|---|
Ahmad Ibn Zayn al-Din al-Ahsá’í | |
| Kehidupan pribadi | |
| Lahir | Mei 1753 M |
| Meninggal | 27 Juni 1836 |
| Makam | Pemakaman Jannaṫ al-Baqī‘, Madinah, Hijaz (sekarang Arab Saudi) |
| Era | Dinasti Qajar |
| Kehidupan religius | |
| Agama | Islam |
| Denominasi | Syiah Dua Belas Imam |
| Mazhab | Shaykhí, |
| Muslim leader | |
Shaykh Ahmad bin Zayn al-Dín bin Ibráhím al-Ahsá'í (bahasa Arab: شيخ أحمد بن زين الدين بن إبراهيم الأحسائيcode: ar is deprecated ) (1753–1834), lebih dikenal sebagai Shaykh Ahmad atau al-Ahsá'í, adalah seorang teolog dan yuris Muslim abad ke-19 yang mendirikan mazhab Shaykhí dari Syiah Dua Belas Imam, yang meraih pengikut dari Kekaisaran Persia dan Kekaisaran Utsmaniyah. Ia berasal dari kawasan Al-Ahsa (timur Jazirah Arab), belajar di Bahrain dan pusat-pusat teologi Najaf dan Karbala di Irak.[1] Menjalani dua puluh tahun terakhir masa hidupnya di Iran, ia meraih perlindungan dan penjagaan dari para pangeran dinasti Qajar.[2]