Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiJamaluddin Al-Afghani
Artikel Wikipedia

Jamaluddin Al-Afghani

Sayyid Muhammad bin Safdar al-Husayn, dikenal sebagai Sayyid Jamal-Al-Din Al-Afghani, atau Al-Jamal Asadābādī-Din, lahir di desa Asadābād dekat Hamadān, Iran terdapat sumber lain mengatakan bahwa Asadabadi sebenarnya lahir di Asadabad, daerah provinsi Kunar di Afganistan, merupakan aktivis politik, nasionalis Islam, pencetus, perintis Islamisme dan Pan Islamisme pernah bertempat tinggal di Afganistan, Indonesia, Iran, Mesir, dan Kesultanan Ottoman pada abad ke-19. adalah salah satu pencetus Pan Islamisme, digambarkan sebagai pribadi yang "lebih memperjuangkan kaum muslim terhadap dominasi politik Barat dibandingkan masalah teologi ." banyak menulis dalam majalah al-'Urwat al-Wuthqa

Wikipedia article
Diperbarui 12 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Jamaluddin Al-Afghani
Jamāl-al-dīn Asadābādī.

Sayyid Muhammad bin Safdar al-Husayn (1838 - 1897) [1](Persia: سید محمد بن صفدر حسینی), dikenal sebagai Sayyid Jamal-Al-Din Al-Afghani, (Persia: سید جمال الدین الافغاني) atau Al-Jamal Asadābādī-Din (Persia: جمال الدین اسدآبادی), lahir di desa Asadābād dekat Hamadān, Iran [2] terdapat sumber lain mengatakan bahwa Asadabadi sebenarnya lahir di Asadabad, daerah provinsi Kunar di Afganistan,[3][4] merupakan aktivis politik, nasionalis Islam, pencetus, perintis Islamisme dan Pan Islamisme pernah bertempat tinggal di Afganistan, Indonesia, Iran, Mesir, dan Kesultanan Ottoman pada abad ke-19. adalah salah satu pencetus Pan Islamisme,[5][6] digambarkan sebagai pribadi yang "lebih memperjuangkan kaum muslim terhadap dominasi politik Barat dibandingkan masalah teologi ." banyak menulis dalam majalah al-'Urwat al-Wuthqa

Al-Jamal Asadābādī-Din berusaha memecah tembok eksklusif kaum Muslimin dan membawa mereka memasuki dunia lebih terbuka. Afghani tetap optimis meskipun menghadapi realitas adanya kemajemukan bangsa, budaya dan agama. Baginya agama itu sendiri, khususnya agama rumpun Semitik - Yahudi, Kristen dan Islam - bukan menjadikan faktor perpecahan. Menurutnya perpecahan hanya terjadi bila dieksploitasi oleh kepentingan-kepentingan semata, orang yang berkepentingan. menurut Jamal al-Din perpecahan di kalangan penganut agama lebih banyak dicetuskan oleh para pedagang agama, Merekalah yang menimbulkan isu perselisihan dan memperniagakannya di warung agama masing-masing untuk mengambil keuntungan peribadi.[7]

Lihat pula

  • Pan Arabisme
  • Pan Islamisme

Referensi

  1. ↑ Britannica Encyclopædia, Online Edition 2007 - link Diarsipkan 2008-01-23 di Wayback Machine.
  2. ↑ N.R. Keddie, "Afghāni, Jamāl al-dīn", Encyclopædia Iranica, Online Edition 2005-2007
  3. ↑ From Reform to Revolution, Louay Safi, Intellectual Discourse 1995, Vol. 3, No. 1 LINK Diarsipkan 2007-02-12 di Wayback Machine.
  4. ↑ Historia, Le vent de la révolte souffle au Caire, Baudouin Eschapasse, LINK Diarsipkan 2007-01-29 di Wayback Machine.
  5. ↑ Ludwig W. Adamec, Historical Dictionary of Islam (Lanham, Md.: Scarecrow Press, 2001), p. 32
  6. ↑ Jamal al-Din al-Afghani Jewish Virtual Library
  7. ↑ Muhammad Zaki Badawi, The Reformers of Egypt: A Critique of Al-Afghani, Abduh and Ridha, ISBN 0-85664-651-2 ISBN 978-0-85664-651-5

Pranala luar

  • Seyyed Jamaluddin Asadabadi, the Founder of the Pan-Islamic Front
  • Sayed Jamaluddin Afghani's Biography.
  • Bashiri, Iraj, Bashiri Working Papers on Central Asia and Iran, 2000.
  • Black, Antony (2001). The History of Islamic Political Thought. New York: Routledge. ISBN 0-415-93243-2.
  • Cleveland, William (2004). A History of the Modern Middle East. Boulder, CO: Westview Press. ISBN 0-8133-4048-9.
  • "Jamal ad-Din al-Afghani." Encyclopædia Britannica. 2005. Encyclopædia Britannica Online. 5 Oct. 2005<http://search.eb.com/eb/article-9043289>.
  • Keddie, Nikki Ragozin. Sayyid Jamal al-Din al-Afghani: A Political biography. Berkeley: University of California Press, 1972.
  • Watt, William Montgomery (1985). Islamic Philosophy and Theology. Edinburgh: Edinburgh University Press. ISBN 0-7486-0749-8.
  • Mehrdad Kia, Pan-Islamism in Late Nineteenth-Century Iran, Middle Eastern Studies, Vol. 32, No. 1, pp. 30–52 (1996).
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
  • GND
  • FAST
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Australia
  • Republik Ceko
  • Belanda
  • Norwegia
  • Kroasia
  • Swedia
  • Polandia
  • Israel
Akademik
  • CiNii
Orang
  • Trove
  • Deutsche Biographie
  • DDB
Lain-lain
  • IdRef
  • İslâm Ansiklopedisi
  • Yale LUX


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh Islam ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Lihat pula
  2. Referensi
  3. Pranala luar

Artikel Terkait

Rasyid Ridha

mengembangkan gagasan modernisme Islam yang awalnya digagas oleh Jamaluddin al-Afghani dan Muhammad Abduh. Ridha mempelajari kelemahan-kelemahan masyarakat

Muhammad Abduh

belajar tentang filsafat dan logika di Universitas Al-Azhar, Kairo, dan juga murid dari Jamaluddin al-Afghani, seorang filsuf dan pembaru yang mengusung gerakan

Modernisme Islam

gerakan Islam bercabang dari Sunni

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026