Seni siborg, juga dikenal sebagai siborgisme, adalah sebuah gerakan seni yang mulai berkembang pada pertengahan 2000-an di Britania Raya. Gerakan seni ini berakar pada penciptaan dan penambahan indera baru ke tubuh melalui implan sibernetik dan penciptaan karya seni melalui indra baru. Karya seni siborg diciptakan oleh seniman siborg; seniman yang indranya telah ditingkatkan secara sukarela melalui implan sibernetik. Di antara seniman awal yang merintis gerakan seni siborg adalah Neil Harbisson, yang implan antenanya memungkinkannya untuk merasakan warna ultraviolet dan inframerah, dan Moon Ribas yang implan di kakinya memungkinkannya merasakan gempa bumi dan gempa bulan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Bagian dari seri tentang |
| Siborg |
|---|
| Siborgologi |
| Teori |
| Pusat |
| Politik |
| Seni |
Seni siborg, juga dikenal sebagai siborgisme,[1] adalah sebuah gerakan seni yang mulai berkembang pada pertengahan 2000-an di Britania Raya.[2] Gerakan seni ini berakar pada penciptaan dan penambahan indera baru ke tubuh melalui implan sibernetik[3] dan penciptaan karya seni melalui indra baru.[4] Karya seni siborg diciptakan oleh seniman siborg;[5] seniman yang indranya telah ditingkatkan secara sukarela melalui implan sibernetik.[6] Di antara seniman awal yang merintis gerakan seni siborg adalah Neil Harbisson, yang implan antenanya memungkinkannya untuk merasakan warna ultraviolet dan inframerah,[7] dan Moon Ribas yang implan di kakinya[8] memungkinkannya merasakan gempa bumi dan gempa bulan.[9]
Beberapa contoh seniman siborg lain misalnya: