Senegalia mellifera adalah pohon berduri yang dapat secara umum dijumpai di Benua Afrika. Nama spesifik dari tanaman ini, yaitu mellifera, merujuk pada bunga dan madu pohon ini yang harum. Kayunya akan menjadi hitam pekat ketika diberi minyak. Pohon ini dikenal dengan nama umum seperti Blackthorn dalam bahasa Inggris dan Swarthaak dalam bahasa Afrikaans dan dikategorikan sebagai spesies yang tidak terancam. Tanaman ini tumbuh terutama di wilayah kering di Afrika dan Semenanjung Arab.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Senegalia mellifera | |
|---|---|
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Plantae |
| Klad: | Tracheophyta |
| Klad: | Angiospermae |
| Klad: | Eudikotil |
| Klad: | Rosidae |
| Ordo: | Fabales |
| Famili: | Fabaceae |
| Genus: | Senegalia |
| Spesies: | S. mellifera |
| Nama binomial | |
| Senegalia mellifera (M. Vahl) Seigler & Ebinger | |
| Subspecies | |
| |
| Jangkauan Senegalia mellifera | |
| Sinonim | |
| |
Senegalia mellifera adalah pohon berduri yang dapat secara umum dijumpai di Benua Afrika. Nama spesifik dari tanaman ini, yaitu mellifera, merujuk pada bunga dan madu pohon ini yang harum. Kayunya akan menjadi hitam pekat ketika diberi minyak. Pohon ini dikenal dengan nama umum seperti Blackthorn dalam bahasa Inggris dan Swarthaak dalam bahasa Afrikaans dan dikategorikan sebagai spesies yang tidak terancam. Tanaman ini tumbuh terutama di wilayah kering di Afrika dan Semenanjung Arab.
Senegalia mellifera adalah semak atau pohon kecil hingga sedang yang berduri, dengan mahkota menyebar atau agak datar, kadang menyerupai payung, dan cabang yang sering tumbuh dekat tanah sehingga membentuk rumpun padat. Batang muda berkulit halus, sedangkan batang tua berwarna abu‑abu gelap atau terang dengan retakan memanjang. Ciri khas pohon ini adalah duri tajam dan melengkung yang tumbuh berpasangan pada ruas-ruas ranting, membuat cabangnya sangat berduri dan sulit dilalui.[1][2]
Daunnya majemuk dua tingkat, dengan foliola kecil berbentuk oval sampai elips yang berwarna hijau segar hingga kebiruan‑abu saat dewasa. Pohon ini berbunga kecil berwarna krem hingga putih yang harum, tersusun dalam kelompok padat, diikuti oleh polong pipih berwarna pucat kekuningan atau cokelat saat matang. Kombinasi duri tajam, daun halus, bunga krem/putih, dan polong pipih membuat Senegalia mellifera mudah dikenali di sabana dan wilayah semi-kering Afrika.[3][4]
Di Afrika, Senegalia mellifera dimanfaatkan sebagai pagar hidup, pakan ternak, dan bahan bangunan untuk gubuk. Bunganya menjadi sumber nektar bagi lebah madu, sementara kayunya banyak digunakan sebagai bahan bakar dan pembuatan arang. Selain itu, pohon ini juga memiliki peran dalam pengobatan tradisional Afrika.[5][6]
Pohon ini merupakan sumber pakan penting bagi sapi dan satwa liar, terutama di wilayah kering. Daun dan cabang muda kaya protein, sehingga menjadi makanan bernutrisi tinggi. Bunganya sering dimakan oleh kudu, sedangkan gajah, badak hitam, jerapah, dan eland juga merumput di sekitarnya. Daunnya juga menjadi bagian penting dari diet kambing di banyak daerah.[7]