Dr. Ir. H. Sambari Halim Radianto, S.T., M.Si. adalah Bupati Gresik pada periode 2010-2015 dan periode 2016-2021. Ia dilantik pada 27 September 2010 oleh Gubernur Jawa Timur, Soekarwo di Ruang Mandala Bhakti Praja Lantai IV Gedung Kantor Bupati Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, Kabupaten Gresik.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Sambari Halim Radianto | |
|---|---|
| Bupati Gresik ke-14 | |
| Masa jabatan 17 Februari 2016 – 26 Februari 2021 | |
| Wakil | Mohammad Qosim |
| Masa jabatan 27 September 2010 – 27 September 2015 | |
| Wakil | Mohammad Qosim |
Pengganti Akmal Boedianto (Pelaksana Tugas) | |
| Wakil Bupati Gresik ke-1 | |
| Masa jabatan 2000–2005 | |
| Bupati | Robbach Ma'sum |
Pendahulu Tidak ada, Jabatan pertama Pengganti Sastro Soewito | |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 07 Agustus 1959 Gresik, Jawa Timur |
| Partai politik | Golkar (sampai 2019) |
| Suami/istri | Maria Ulfa Sambari Halim Radianto |
| Anak | Thoriq Majiddanor |
| Almamater | UPN Veteran Jawa Timur Universitas Airlangga Institut Teknologi Pembangunan Surabaya (ITPS) |
| Profesi | Bupati |
Dr. Ir. H. Sambari Halim Radianto, S.T., M.Si. (lahir 7 Agustus 1959) adalah Bupati Gresik pada periode 2010-2015 dan periode 2016-2021. Ia dilantik pada 27 September 2010 oleh Gubernur Jawa Timur, Soekarwo di Ruang Mandala Bhakti Praja Lantai IV Gedung Kantor Bupati Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, Kabupaten Gresik.[1][2]
Sebelum menjadi bupati, Sambari pernah menjabat sebagai wakil bupati Gresik pada periode 2000-2005 pada masa kepemimpinan bupati Robbach Masum. Kemudian, ia bersama pasangannya Mohammad Qosim memenangi pilkada dan mengalahkan lima pasangan lainnya yaitu Husnul Khuluq-Musyafak Noer, Sastro Suwito-M Samwil, Bambang Suhartono-Abdullah Qoni' (Bani), Mujitabah-Suwarno, Mohammad Nashihan-Syamsul Maarif pada tahun 2010. Pada tahun 2016, ia kembali dan Moh Qosim kembali memenangkan pilkada kedua kalinya dan mengalahkan dua pasangan lainnya yakni Husnul Khuluq-Achmad Rubaie, Achmad Nur Hamim-Junaedi.[3]
Sambari menamatkan pendidikan sekolah dasar di SD Negeri Sidomoro 1 Gresik. Kemudian, ia melanjutkan pendidikan menengah di SMP Negeri 1 Gresik dan SMA Negeri 2 Surabaya. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan sarjana di UPN Veteran Jawa Timur dan Institut Teknologi Pembangunan Surabaya (ITPS) . Setelah lulus sarjana, ia melanjutkan pendidikan magister dan doktor di Universitas Airlangga.
Sambari lahir dan besar dari keluarga miskin di Desa lowayu, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik. Orang tuanya bekerja sebagai buruh tani. Pada usianya yang ke-14 hari, ia ditinggal wafat oleh ayahnya. Sambari pernah terlambat masuk sekolah karena ketiadaan biaya. Dia menempuh pendidikan sekolah dasar (SD) pada usia 11 tahun. Kendati kendala ekonomi, Sambari aktif mengikuti berbagai kegiatan di sekolah seperti pramuka, OSIS, sampai organisasi kepemudaan seperti karang taruna. Bahkan, ia pernah menjabat ketua AMPI dan KNPI di Kabupaten Gresik.[4]
Sebelum menjadi bupati, Sambari memulai karier politiknya sebagai anggota DPRD Kabupaten Gresik dari partai Golkar pada tahun 1997. Selama menjabat sebagai bupati, Sambari telah membangun banyak infrastruktur di Kabupaen Gresik. Pembangunan itu meliputi Stadion Gelora Joko Samudro (Gejos), monumen atau landmark di sejumlah jalur protokol, gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP), rumah sakit, dan lainnya. Pembangunan itu berasal dari dana APBD Kabupaten Gresik.[4][5] Dibandingkan dengan tahun 2010 yaitu Rp923 miliar, dana APBD Kabupaten Gresik berhasil meningkat tiga kali lipat menjadi Rp3,42 triliun. Kemudian, pendapatan asli daerah (PAD) awal yang sebesar Rp160,9 miliar meningkat lima kali lipat menjadi Rp799,8 miliar.[4]
Sambari aktif menulis makalah dan buku yang jumlahnya lebih dari sepuluh buah, di antaranya yaitu:
Sambari pernah mendapatkan penghargaan dari Radar Surabaya Award 2024 sebagai Bapak Pembangunan.[5]
| Didahului oleh: Robbach Masum |
Bupati Gresik 27 September 2010 - 26 Februari 2021 |
Diteruskan oleh: Fandi Akhmad Yani |