Al-Alim al-Allamah Salman Jalil al-Banjari adalah seorang ulama Banjar yang ahli dalam ilmu Falak dan Faraidh. Pada masa itu, hanya 2 orang orang ahli Ilmu Falak yang diakui ketinggian dan kedalamannya, yaitu Salman Jalil dan KH Hanafiah Gobet.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Salman Jalil al-Banjari | |
|---|---|
![]() | |
| Kebangsaan | |
| Dikenal atas | Ulama, Ahli Ilmu Falak |
| Biografi | |
|---|---|
| Kelahiran | Desember 1916 |
| Kematian | 26 Oktober 1999 |
| Tempat pemakaman | Makam K.H. Muhammad Zaini bin Abdul Ghani |
| Data pribadi | |
| Agama | Islam |
| Kegiatan | |
| Pekerjaan | ulama |
Al-Alim al-Allamah Salman Jalil al-Banjari adalah seorang ulama Banjar yang ahli dalam ilmu Falak[1] dan Faraidh. Pada masa itu, hanya 2 orang orang ahli Ilmu Falak yang diakui ketinggian dan kedalamannya, yaitu Salman Jalil dan KH Hanafiah Gobet.[2]
Salman Jalil juga seorang Qhadi Qudhat Kalimantan dan salah seorang tokoh pendiri IAIN Antasari Banjarmasin.
Ia adalah salah seorang guru di Madrasah Darussalam, Martapura di tingkat Tsanawiyah bersama-sama dengan 'Alimul Fadhil H. Sya'rani 'Arif, 'Alimul Fadhil H. Husin Qadri, 'Alimul Fadhil H. Salilm Ma'ruf, dan 'Alimul Fadhil H. Seman Mulya.[3]
Pada masa tuanya, ia berguru kepada Guru Sekumpul Maulana Syekh Muhammad Zaini Abdul Ghani yang dahulu merupakan murid asuhnya. Ini adalah suatu teladan bahwa ia adalah sosok yang rendah hati.
Sekitar tahun 1936–1937 beberapa alumnus Darussalam termasuk Salman Jalil berangkat ke tanah haram untuk memperdalam kajian Islam di sana. Tujuannya adalah supaya Darussalam memiliki ulama yang ahli di bidang keilmuan tertentu, seperti:
Salman Jalil dimakamkan bersebelahan dengan Guru Sekumpul di Komplek Makam Sekumpul yang bersebelahan dengan Mushalla Ar-Raudhah.