Di Pondok Pesantren Darul 'Ulum (Rejoso) ini berdiri sebuah SMA yang bernama SMA DARUL ULUM 2 Unggulan BPPT Jombang dan terdaftar menjadi salah satu CIS di Indonesia dengan ID 113 dan setiap tahunnya mengadakan dua kali sertifikasi Cambridge.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Artikel ini memiliki beberapa masalah. Tolong bantu memperbaikinya atau diskusikan masalah-masalah ini di halaman pembicaraannya. (Pelajari bagaimana dan kapan saat yang tepat untuk menghapus templat pesan ini)
|
Artikel ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan. |
| SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT rejoso Peterongan Jombang | |
|---|---|
| Alamat | |
Desa Rejoso, Kecamatan Peterongan , | |
| Telepon/Faks. | +62 321 865265 |
| Situs web | http://www.smulandu2-jbg.sch.id/ |
| Informasi | |
| Jenis | Pondok pesantren |
| Afiliasi | Islam |
| Didirikan | 1994 |
| Lain-lain | |
| Alumni | IKALUNG (Ikatan Alumni Unggulan) |
| Moto | |
Di Pondok Pesantren Darul 'Ulum (Rejoso) ini berdiri sebuah SMA yang bernama SMA DARUL ULUM 2 Unggulan BPPT Jombang dan terdaftar menjadi salah satu CIS (Cambridge International School) di Indonesia dengan ID 113 dan setiap tahunnya mengadakan dua kali sertifikasi Cambridge.[1]
Keberadaan SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT Jombang bermula bertempat di Jl. Slamet Riyadi kota Jombang (1979-1994), sekolah ini kemudian direlokasi di komplek lingkungan pondok pesantren Darul Ulum Rejoso Peterongan Jombang (1994-2005).[2] sejak dimulainya pembangunan sekolah ini memang didesain untuk menghadapi era globalisasi dan juga bekerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi atau biasa disebut BPPT. Di samping itu, sekolah ini mengadopsi 3 kurikulum sekaligus, yaitu: kurikulum Pondok Pesantren Darul 'Ulum (rejoso), kurikulum nasional, dan kurikulum cambridge
SMA ini adalah sekolah umum yang telah menerapkan kurikulum adaptif sejak berdirinya, yaitu mengadaptasikan Kurikulum Nasional dengan kurikulum Pondok Pesantren dengan tujuan untuk mencetak peserta didik yang tidak hanya unggul dalm Iptek saja namun juga memiliki keunggulan dalam Imtaq dan Akhlakul Karimah.
Seiring dengan semakin berkembang pesatnya persaingan di era globalisasi ini, maka sekolah ini juga harus mampu menyiapkan peserta didiknya agar tetap bisa menjadi generasi Islam yang mampu bersaing di setiap lini perkembangan zaman ini, untuk itu sejak sekitar dua tahun yang lalu, yakni sejak ditetapkannya sekolah ini sebagai salah satu sekolah di Indonesia untuk menjadi Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional, sekolah ini mengembangkan kurikulumnya dengan mengadaptasikan tiga kurikulum sekaligus, yaitu Pondok Pesantren, Nasional, dan kurikulum Cambridge yang pada sasarannya adalah mencetak generasi baru yang unggul dalam Imtaq, Akhlakul Karimah, dan Iptek dalam skala nasional maupun internasional.
Dengan penerapan tiga kurikulum tersebut, maka setiap lulusan sekolah ini diharapkan selain mampu menguasai tiga kurikulum tersebut juga secara formal akan mengantongi tiga ijazah yaitu Ijazah Pondok Pesantren, Ijasah Umum Nasional, dan Sertifikat Cambridge, yang nantinya akan digunakan sebagai bekal untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya baik di dalam maupun di luar negeri.
Untuk mempermudah peserta didiknya mengikuti Sertifikasi Cambridge dan memperoleh berbagai pengetahuan baru secara berkesinambungan, seperti pembinaan guru secara online maupun langsung, maka Atas seijin Majelis Pimpinan Pondok Pesantren Darul 'Ulum (Rejoso), sekolah ini mengajukan diri sebagai Centre Cambridge.
Berdasarkan inspeksi yang dilakukan langsung oleh perwakilan Cambridge University ke sekolah, sekolah ini dinyatakan memenuhi segala persyaratan untuk menjadi Centre Cambridge, dan melalui berbagai proses lanjutan, akhirnya pada akhir agustus 2007, dengan datangnya plakat, piagam, dan segala perlengkapan pendampingnya, SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT RSBI Jombang berhasil menjadi salah satu CIC (Centre International Cambridge) yang ada di Indonesia.
Sebagai CIC, sekolah ini berhak melaksanakan ujian Sertifikasi Cambridge secara langsung di sekolah, berkomunikasi online secara intensif melalui CIE DIRECT (alat komunikasi antara CIE dan CIC dengan password khusus), diberikan program CAMEO sebagai basedata seluruh program yang dilaksanakan oleh CIC, forum komunikasi guru yang dibidangi langsung dalam TEACHING SUPPORTING TEACHERS sehingga guru-guru bisa mendapatkan bimbingan langsung maupun secara online.
Pada periode ujian October/November, pertama kalinya sekolah ini mengikutkan peserta didiknya untuk Ujian sertifikasi Cambridge yang juga pertama kalinya sekolah ini melaksanakan ujian sertifikasi sejak menjadi CIC. Untuk pelaksanaan ini akan dikuti oleh 20 siswa/siswi dari 5 bidang studi yaitu Mathematics, Physics, Chemistry, Biology, and English as a Second Language pada level IGCSE (International General Certification of Secondary Education).[3]