PT Rumah Sakit Pelabuhan adalah anak usaha dari Pertamina Bina Medika IHC yang bergerak di bidang pelayanan kesehatan. Hingga akhir tahun 2023, perusahaan ini mengelola 4 unit rumah sakit dan 13 unit klinik kesehatan yang tersebar di Indonesia bagian barat.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Jenis perusahaan | Perseroan terbatas |
|---|---|
| Industri | Pelayanan kesehatan |
| Didirikan | 1 Mei 1999 (1999-05-01) |
| Kantor pusat | Jakarta Utara, DKI Jakarta |
Wilayah operasi | Indonesia |
Tokoh kunci | Sapto Harry Kriswanto[1] (Direktur Utama) Ade Enang Sunarya[1] (Komisaris Utama) |
| Produk | Rumah sakit dan klinik kesehatan |
| Jasa | Katering dan pelayanan kesehatan terkelola |
| Pendapatan | |
| Total aset | |
| Total ekuitas | |
| Pemilik | Pertamina Bina Medika IHC (67%) Pelabuhan Indonesia (32,8%) |
Karyawan | |
| Situs web | www |
PT Rumah Sakit Pelabuhan adalah anak usaha dari Pertamina Bina Medika IHC yang bergerak di bidang pelayanan kesehatan. Hingga akhir tahun 2023, perusahaan ini mengelola 4 unit rumah sakit dan 13 unit klinik kesehatan yang tersebar di Indonesia bagian barat.[2][3]

Perusahaan ini memulai sejarahnya pada tahun 1977 saat Pelindo II mendirikan RS Pelabuhan Cirebon di Cirebon. Setahun kemudian, Pelindo II juga mendirikan RS Pelabuhan Jakarta di Tugu Utara, Jakarta Utara. Pada tahun 1981, Pelindo II mendirikan RS Pelabuhan Palembang di Palembang. Pada tahun 1999, Pelindo II menjadikan tiga rumah sakit tersebut sebagai modal untuk mendirikan perusahaan ini.
Pada tahun 2002, perusahaan ini membentuk unit usaha Bapel JPKM agar dapat menyediakan pelayanan kesehatan terkelola. Setahun kemudian, perusahaan ini juga mendirikan RS Port Medical Center di Koja, Jakarta Utara. Pada tahun 2015, perusahaan ini membentuk unit usaha Orchid Griya Nutrisi untuk berbisnis di bidang katering. Pada tahun 2018, perusahaan ini mulai mendirikan klinik kesehatan.[2][3] Pada bulan Agustus 2020, Pelindo II resmi menyerahkan mayoritas saham perusahaan ini ke Pertamina Bina Medika IHC sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk menyatukan kepemilikan fasilitas kesehatan milik BUMN.[4]
Berikut ini fasilitas kesehatan yang dikelola oleh perusahaan ini hingga akhir tahun 2023: