PT Nusantara Medika Utama adalah anak usaha dari Pertamina Bina Medika IHC yang bergerak di bidang pelayanan kesehatan. Hingga akhir tahun 2023, perusahaan ini mengelola 4 rumah sakit, 15 klinik kesehatan, dan 2 klinik kecantikan yang tersebar di seantero Jawa Timur.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Jenis perusahaan | Perseroan terbatas |
|---|---|
| Industri | Pelayanan kesehatan |
| Didirikan | 19 Januari 2013 (2013-01-19) |
| Kantor pusat | Mojokerto, Indonesia |
Wilayah operasi | Indonesia |
Tokoh kunci | Henny Veirawati[1] (Direktur Utama) Happy Paringhadi Wiryodiningrat[1] (Komisaris Utama) |
| Produk | Rumah sakit dan klinik kesehatan |
| Pendapatan | Rp 532,515 miliar (2021)[2] |
| Rp 88,712 miliar (2021)[2] | |
| Total aset | Rp 683,013 miliar (2021)[2] |
| Total ekuitas | Rp 297,497 miliar (2021)[2] |
| Pemilik | PT Pertamina Bina Medika IHC (67%) PT Perkebunan Nusantara I (32,55%) |
Karyawan | 1.361 (2021)[2] |
| Situs web | www |
PT Nusantara Medika Utama adalah anak usaha dari Pertamina Bina Medika IHC yang bergerak di bidang pelayanan kesehatan. Hingga akhir tahun 2023, perusahaan ini mengelola 4 rumah sakit, 15 klinik kesehatan, dan 2 klinik kecantikan yang tersebar di seantero Jawa Timur.[1][2]

Perusahaan ini memulai sejarahnya pada tahun 2003 saat PTPN X membentuk SBU Rumah Sakit untuk mengelola rumah sakit yang mereka miliki. Pada tahun 2013, PTPN X memisahkan SBU Rumah Sakit menjadi sebuah perusahaan tersendiri dengan nama "PT Nusantara Medika Utama".[1][2] Pada bulan Februari 2015, perusahaan ini mengakuisisi RSIA Cendana di Blitar dan kemudian mengubah nama rumah sakit tersebut menjadi Rumah Sakit Medika Utama.[3] Pada bulan Agustus 2020, PTPN X resmi menyerahkan mayoritas saham perusahaan ini ke Pertamina Bina Medika IHC sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk menyatukan kepemilikan dari fasilitas kesehatan milik BUMN.[4]
Hingga tahun 2023, berikut fasilitas kesehatan yang dikelola oleh perusahaan ini:[2]